Select Language: Bahasa Indonesia | English
© senimanindonesia.com

Pertunjukan

Solo International Performing Art

  65      Simpan ke kalender 2018-09-06 09:00:00 2018-09-08 24:00:00 Asia/Jakarta Solo International Performing Art Solo International Performing Arts (SIPA) merupakan pergelaran seni pertunjukan berskala internasional yang menjadi ruang temu para seniman penampil dari berbagai latar budaya. Ratusan seniman dari berbagai negara, seperti Australia, Malaysia, Chilli, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Thailand, pernah ikut serta memeriahkan festival ini.

Digagas oleh Raden Ajeng Irawati Kusumorasri, seniman dan koregrafer tari yang juga seorang penari tetap Istana Mangkunegaran Keraton Surakarta, Solo International Performing Arts digelar dengan melibatkan generasi muda seniman lokal agar mereka dapat menjadi garda depan ketahanan budaya Indonesia. Semangatnya tak sekedar memfungsikan seni pertunjukan untuk persoalan kesenian saja, namun seni pertunjukan, baik itu dari wilayah tradisi maupun dari wilayah modern, harus bisa menjadi sarana untuk memunculkan semangat kebersamaan.

Solo International Performing Arts menyediakan sekitar lima ribu tempat duduk bagi penonton yang ingin menyaksikan karya-karya koreografis indah yang ditampilkan di atas panggung spektakuler sepanjang 33.7 meter. Selain menyuguhkan pertunjukan tradisi dan modern, Solo International Performing Arts dimeriahkan juga dengan bazaar batik, kerajinan tangan, dan produk-produk kuliner khas Solo.

Solo International Performing Arts biasanya digelar di Benteng Vastenburg, sebuah benteng peninggalan Belanda di kawasan Gladak, Surakarta. Kawasan ini memiliki nilai heritage yang tinggi seiring dengan sejarah perkembangan Kota Solo. Letaknya juga strategis karena berada di tengah kota, Berdiri megah di atas lahan seluas 31.553 meter, Benteng Vastenburg dibangun pada tahun 1774 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Proses pembangunan ini berakhir pada tahun 1779.
Solo International Performing Arts (SIPA) is an internationally recognised performing art festival that has become a melting pot to performing artists from various cultural background. Hundreds of foreign artists from Australia, Malaysia, Chile, Philippines, Singapore, Vietnam, and Thailand have participated to enliven this festival.

The event is initiated by Raden Ajeng Irawati Kusumorasri, an artist and dance choreographer who is also a dancer at Mangkunegaran Castle, Surakarta Palace. Solo International Performing Arts is held by involving local young artists in purpose of placing them at the vanguard of Indonesia’s cultural resilience. The spirit of the event does not merely imply performing arts as an art matter, rather it has to be able to become the way to bring up the spirit of togetherness, be it from traditional or modern area.

Solo International Performing Arts provides around five thousand seats for visitors who wish to watch beautiful choreographic works on a spectacular 33.7 metre-long stage. The festive event also holds a bazaar of batik, handicrafts, and typical culinary products of Solo alongside traditional and modern shows.

It is usually held at Fort Vastenburg, a Dutch heritage fort in Gladak area, Surakarta. The area has a high heritage value along with the development history of Solo, and a strategic location as it is situated in the city centre. Fort Vastenburg was built in 1774 upon the order of governor-general Baron Van Imhoff, and it stands magnificently upon a 31,553 square metre land. Its construction process ended in 1779.
Benteng Vastenburg Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kedung Lumbu, Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57133 SIPA sipafestival@gmail.com
     288 views

6 - 8 September 2018 | 09:00 - Selesai

berbayar & gratis

Surakarta, JAWA TENGAH

Benteng Vastenburg, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kedung Lumbu, Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57133.
Lihat peta

Dikelola Oleh : SIPA

Hubungi :  SIPA ‑ sipafestival@gmail.com | 0271 726178

Tautan :               

Solo International Performing Arts (SIPA) merupakan pergelaran seni pertunjukan berskala internasional yang menjadi ruang temu para seniman penampil dari berbagai latar budaya. Ratusan seniman dari berbagai negara, seperti Australia, Malaysia, Chilli, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Thailand, pernah ikut serta memeriahkan festival ini.

Digagas oleh Raden Ajeng Irawati Kusumorasri, seniman dan koregrafer tari yang juga seorang penari tetap Istana Mangkunegaran Keraton Surakarta, Solo International Performing Arts digelar dengan melibatkan generasi muda seniman lokal agar mereka dapat menjadi garda depan ketahanan budaya Indonesia. Semangatnya tak sekedar memfungsikan seni pertunjukan untuk persoalan kesenian saja, namun seni pertunjukan, baik itu dari wilayah tradisi maupun dari wilayah modern, harus bisa menjadi sarana untuk memunculkan semangat kebersamaan.

Solo International Performing Arts menyediakan sekitar lima ribu tempat duduk bagi penonton yang ingin menyaksikan karya-karya koreografis indah yang ditampilkan di atas panggung spektakuler sepanjang 33.7 meter. Selain menyuguhkan pertunjukan tradisi dan modern, Solo International Performing Arts dimeriahkan juga dengan bazaar batik, kerajinan tangan, dan produk-produk kuliner khas Solo.

Solo International Performing Arts biasanya digelar di Benteng Vastenburg, sebuah benteng peninggalan Belanda di kawasan Gladak, Surakarta. Kawasan ini memiliki nilai heritage yang tinggi seiring dengan sejarah perkembangan Kota Solo. Letaknya juga strategis karena berada di tengah kota, Berdiri megah di atas lahan seluas 31.553 meter, Benteng Vastenburg dibangun pada tahun 1774 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Proses pembangunan ini berakhir pada tahun 1779.

Kota Solo dapat dijangkau dengan mudah melalui perjalanan darat dan udara. Di Solo, selain berkunjung ke Benteng Vastenburg, tempat penyelenggaraan acara, Anda juga dapat berwisata ke Istana Keraton Kasunanan Surakarta atau berburu batik di pusat batik tertua di Indonesia, Kampoeng Batik Kauman, atau di Pasar Klewer untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 4 April 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Hammersonic Festival 2018

22 Juli 2018
Jakarta

Dieng Culture Festival

3 - 5 Agust 2018
Banjarnegara

SIPFest 2018: Split - Lucy Guerin…

4 - 5 Agust 2018
Jakarta

SIPFest 2018: Ananda Sukarlan

5 Agustus 2018
Jakarta

SIPFest 2018: Didik Nini Thowok

7 Agustus 2018
Jakarta

 

 

Top