Festival

Aceh Film Festival

  83      Simpan ke kalender 2018-03-05 19:00:00 2018-03-05 24:00:00 Asia/Jakarta Aceh Film Festival .Aceh Film Festival (AFF) diselenggarakan untuk pertama kalinya di Bumi Serambi Mekkah pada tahun 2015 oleh Aceh Documentary. Hajatan perfilman pertama yang digelar di Aceh ini dibuat untuk mengapresiasi para penggiat film asal Tanah Rencong di tingkat nasional maupun internasional. Selain menjadi ruang temu bagi para pembuat film dengan penontonnya, AFF juga menjadi ruang literasi yang inspiratif serta membuka perspektif.

AFF mengajak masyarakat baik Indonesia maupun mancanegara untuk melihat Aceh lebih dekat melalui media film pasca 30 tahun konflik dan peristiwa alam mahadahsyat 14 tahun silam. Pada gelaran perdananya, AFF berhasil mengumpulkan lebih dari 200 film dokumenter dari seluruh penjuru Nusantara, serta 20 film fiksi karya komunitas perfilman indie Aceh.

Festival ini mengisi kerinduan masyarakat Aceh akan hiburan layar lebar. Pasalnya, setelah Tsunami besar yang menimpa tanah mereka pada tahun 2004, bioskop-bioskop turut hilang. Kini, menyiasati sulitnya izin pembangunan bioskop, para pemuda Aceh mengambil jalan yang paling kreatif yang mampu menjawab kebutuhan sekaligus taat aturan, yaitu dengan menyelenggarakan AFF.

Salah satu program AFF, yaitu Gampong Film dibentuk karena absennya ruang pemutaran di Aceh. Bentangan layar tancapnya di seluruh daerah Aceh membantu masyarakat yang ingin menonton film-film lokal maupun nasional, sekaligus bernostalgia dalam momen nonton bareng yang mulai langka.

Program AFF lainnya, yaitu Kompetisi Film Dokumenter merupakan salah satu langkah untuk mengenalkan film Aceh dan film tentang Aceh di mata dunia. Ini adalah salah satu cara agar anak-anak muda Aceh turut hadir dalam perkembangan film nasional. Sementara bagi masyarakat Aceh sendiri, film-film dokumenter dari luar Aceh membantu mereka untuk mengetahui apa yang terjadi di luar sana. Aceh Film Festival (AFF) was first held in Bumi Serambi Mekkah (the Porch of Mecca) in 2015 by Aceh Documentary. This first film celebration held in Aceh, is organised in purpose of appreciating film activists coming from the land of Rencong on national and international level. Apart from being a means to unite filmmakers with their audience, AFF has also become an inspirational and perspective-changing learning space.

AFF invites both Indonesian and foreigners to see Aceh more closely through films after 30 years of conflict and tremendous natural disaster 14 years ago. In its first event, AFF managed to gather more than 200 documentaries from all over the Archipelago, as well as 20 fiction films by Aceh indie cinema community.

This festival fills the longing of the people of Aceh for widescreen entertainment, because after the great tsunami that hit the land in 2004, the region has lost its cinemas. Nowadays, in order to get around the difficulty of obtaining permits to build cinemas, local youths take the most creative solution that can answer these needs and obey local rules at the same time, that is organising AFF.

One of the AFF programmes is Gampong Film, created in response to the lack of screening space in Aceh. The expanse of its layar tancap (film display in the form of free outdoor film screening) throughout Aceh helps locals enjoy local and national films, and feel nostalgic about the ambiance watching film together that is becoming rare.
Taman Budaya Aceh Sukaramai, Baiturrahman Aceh Film Festival
     281 views

Oktober 2018

gratis

Banda Aceh, ACEH

Taman Budaya Aceh, Sukaramai, Baiturrahman.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Aceh Film Festival

Hubungi :  Jamal & Faisal | 085260236001

Tautan :                   

.Aceh Film Festival (AFF) diselenggarakan untuk pertama kalinya di Bumi Serambi Mekkah pada tahun 2015 oleh Aceh Documentary. Hajatan perfilman pertama yang digelar di Aceh ini dibuat untuk mengapresiasi para penggiat film asal Tanah Rencong di tingkat nasional maupun internasional. Selain menjadi ruang temu bagi para pembuat film dengan penontonnya, AFF juga menjadi ruang literasi yang inspiratif serta membuka perspektif.

AFF mengajak masyarakat baik Indonesia maupun mancanegara untuk melihat Aceh lebih dekat melalui media film pasca 30 tahun konflik dan peristiwa alam mahadahsyat 14 tahun silam. Pada gelaran perdananya, AFF berhasil mengumpulkan lebih dari 200 film dokumenter dari seluruh penjuru Nusantara, serta 20 film fiksi karya komunitas perfilman indie Aceh.

Festival ini mengisi kerinduan masyarakat Aceh akan hiburan layar lebar. Pasalnya, setelah Tsunami besar yang menimpa tanah mereka pada tahun 2004, bioskop-bioskop turut hilang. Kini, menyiasati sulitnya izin pembangunan bioskop, para pemuda Aceh mengambil jalan yang paling kreatif yang mampu menjawab kebutuhan sekaligus taat aturan, yaitu dengan menyelenggarakan AFF.

Salah satu program AFF, yaitu Gampong Film dibentuk karena absennya ruang pemutaran di Aceh. Bentangan layar tancapnya di seluruh daerah Aceh membantu masyarakat yang ingin menonton film-film lokal maupun nasional, sekaligus bernostalgia dalam momen nonton bareng yang mulai langka.

Program AFF lainnya, yaitu Kompetisi Film Dokumenter merupakan salah satu langkah untuk mengenalkan film Aceh dan film tentang Aceh di mata dunia. Ini adalah salah satu cara agar anak-anak muda Aceh turut hadir dalam perkembangan film nasional. Sementara bagi masyarakat Aceh sendiri, film-film dokumenter dari luar Aceh membantu mereka untuk mengetahui apa yang terjadi di luar sana.

Sebagai daerah istimewa, Aceh diberikan kewenangan khusus untuk mengatur pemerintahannya. Aceh menerapkan hukum syariah Islam karena masyarakatnya memiliki kekerabatan yang dekat dengan agama Islam. Anda dianjurkan untuk mengenakan busana sopan, dan bagi perempuan, memakai kain penutup kepala selama berada di Aceh.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 5 Maret 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Kenduri Seni Melayu 2018

4 - 6 Sept 2018
Batam

Solo International Performing Art

6 - 8 Sept 2018
Surakarta

PopCon Asia

22 - 23 Sept 2018
Tangerang

Synchronize Festival

5 - 7 Okt 2018
Jakarta

Kustomfest

6 - 7 Okt 2018
Yogyakarta

 

 

Top