Tradisi

Yadnya Kasada 2019

  86      Simpan ke kalender 2019-06-17 08:00:00 2019-06-19 24:00:00 Asia/Jakarta Yadnya Kasada 2019 Yadnya Kasada adalah sebuah upacara adat umat Hindu Tengger yang diselenggarakan setiap tahun pada hari ke empat belas bulan Kasada. Ritual ini adalah upacara pengungkapan rasa syukur Suku Tengger kepada Sang Hyang Widhi dan leluhur Suku Tengger, Roro Ateng dan Joko Seger. Orang Tengger percaya ritual Yadnya Kasada ini akan menjauhkan mereka dari malapetaka dan memberikan ternak serta hasil tani yang melimpah.

Ritual ini berlangsung sejak abad ke-14, bermula dari pengorbanan anak sulung Roro Ateng dan Joko Seger ke gunung api untuk menepati janji kedua orangtuanya kepada dewa. Janji itu dibuat keduanya ketika memohon keturunan kepada dewa setelah lama menikah tanpa dikarunia seorang anak. Sebelum melemparkan diri ke kawah, ia berpesan kepada masyarakat Tengger untuk terus melakukan pengorbanan hasil tani dan ternak di kawah gunung.

Menjelang upacaya Yadnya Kasada, masyarakat di sekitar kaki Gunung Bromo disibukkan dengan kegiatan adat untuk mempersiapkan peranti upacara. Sejak sebulan sebelumnya Orang Tengger sudah berkumpul di Pura Luhur Poten. Selain sebagi ritual tolak bala dan syukuran, Yadnya Kasada juga menjadi ajang pemilihan dukun baru bagi tiap desa di kawasan Tengger.

Selain ritual pelemparan hasil bumi dan ternak ke kawah, upacara Yadnya Kasada juga menampilkan ragam pertunjukan. Sebelum upacara dimulai, diselenggarkaan malam resepsi Yadnya Kasada dengan pementasan tari Sembilan Dewa serta tari Roro Anteng dan Joko Seger. Tarian yang dianggap sakral oleh masyarakat Tengger ini mengisahkan legenda asal usul masyarakat Tengger. Ada pula pertunjukan tari tradisional lainnya. Tahun lalu pentas pula tari Jaranan Slinig Lumajang, tari Ponorogo, tari Hudoq Dayak dari Kalimantan Timur dan lain-lain.

Yadnya Kasada is a Hindu Tengger ritual ceremony that is held annually on the fourteenth day of the Kasada month. This ritual is a ceremony to express the gratitude of the Tenggerese people to Acintya and their Tenggerese ancestors, Roro Ateng and Joko Seger. The people of Tengger believe this Yadnya Kasada ritual will keep them from calamity and provide abundant livestock and crops.

This ritual has taken place since the 14th century, starting by the sacrifice of the eldest child or Roro Ateng and Joko Seger to the volcano to keep their promise to gods. That promise was made by the two while asking for offsprings to gods after their long marriage without being blessed with a child. Before throwing himself into the crater, he advised the people of Tengger to continue giving agricultural and livestock offerings into the mountain carter.

Prior to the ritual, people living at the foot of Mount Browo are busy with ritual activities in order to prepare the implemenatation of the ceremony. A month prior to the ceremony, the Tenggerese people have gathered around Luhur Poten Temple. In addition to being an evil-averting and thanksgiving ritual, Yadnya Kasada has also become a new shaman election ritual for every village in Tengger area.

In addition to throwing crops and livestock into the carter, the ceremony of Yadnya Kasada also features various attractions. Before the ceremony begins, the reception night of Yadnya Kasada is held by performing the dance of Nine Gods and of Roro Anteng and Joko Seger. These dances that are considered sacred by the Tenggerese people tell a story of their origin. There are also other traditional dance performances. Last year, there were also the dance of Jaranan Slinig Lumajang, Ponorogo dance, Hudoq Dayak dance from East Borneo, etc.
Pura Luhur Poten Bromo Probolinggo Ngadisari, Sukapura Probolinggo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur info@disbudpar.jatimprov.go.id
     1118 views

17 - 19 Juni 2019 | 08:00 - Selesai

gratis

Probolinggo, JAWA TIMUR

Pura Luhur Poten Bromo Probolinggo, Ngadisari, Sukapura Probolinggo.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur

Hubungi :  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur ‑ info@disbudpar.jatimprov.go.id | 031- 8531816

Tautan :               

Yadnya Kasada adalah sebuah upacara adat umat Hindu Tengger yang diselenggarakan setiap tahun pada hari ke empat belas bulan Kasada. Ritual ini adalah upacara pengungkapan rasa syukur Suku Tengger kepada Sang Hyang Widhi dan leluhur Suku Tengger, Roro Ateng dan Joko Seger. Orang Tengger percaya ritual Yadnya Kasada ini akan menjauhkan mereka dari malapetaka dan memberikan ternak serta hasil tani yang melimpah.

Ritual ini berlangsung sejak abad ke-14, bermula dari pengorbanan anak sulung Roro Ateng dan Joko Seger ke gunung api untuk menepati janji kedua orangtuanya kepada dewa. Janji itu dibuat keduanya ketika memohon keturunan kepada dewa setelah lama menikah tanpa dikarunia seorang anak. Sebelum melemparkan diri ke kawah, ia berpesan kepada masyarakat Tengger untuk terus melakukan pengorbanan hasil tani dan ternak di kawah gunung.

Menjelang upacaya Yadnya Kasada, masyarakat di sekitar kaki Gunung Bromo disibukkan dengan kegiatan adat untuk mempersiapkan peranti upacara. Sejak sebulan sebelumnya Orang Tengger sudah berkumpul di Pura Luhur Poten. Selain sebagi ritual tolak bala dan syukuran, Yadnya Kasada juga menjadi ajang pemilihan dukun baru bagi tiap desa di kawasan Tengger.

Selain ritual pelemparan hasil bumi dan ternak ke kawah, upacara Yadnya Kasada juga menampilkan ragam pertunjukan. Sebelum upacara dimulai, diselenggarkaan malam resepsi Yadnya Kasada dengan pementasan tari Sembilan Dewa serta tari Roro Anteng dan Joko Seger. Tarian yang dianggap sakral oleh masyarakat Tengger ini mengisahkan legenda asal usul masyarakat Tengger. Ada pula pertunjukan tari tradisional lainnya. Tahun lalu pentas pula tari Jaranan Slinig Lumajang, tari Ponorogo, tari Hudoq Dayak dari Kalimantan Timur dan lain-lain.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 15 Januari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Bakar Tongkang 2019

28 - 30 Juni 2019
Bagansiapiapi

Jazz Gunung Bromo 2019

26 - 27 Juli 2019
Probolinggo

 

 

Top