Select Language: Bahasa Indonesia | English

Festival

Festival Kuwung

  84      Simpan ke kalender 2018-03-05 19:00:00 2018-03-05 24:00:00 Asia/Jakarta Festival Kuwung Festival Kuwung adalah karnaval budaya yang menampilkan parade fragmen dan defile yang mengangkat keanekaragaman etnis di Banyuwangi. Digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, festival menampilkan tradisi dan budaya lima etnis yang hidup berdampingan di Banyuwangi yaitu Tionghoa, Jawa Mataraman, Madura, Manda dan Using, suku asli Banyuwangi. Festival menjadi simbol keberagaman dan kebhinekaan yang menjadi kekuatan untuk membangun daerah. Festival diawali dengan tradisi Saulak khas Mandar yang tinggal di wilayah pesisir. Calon pengantin perempuan didoakan oleh tokoh adat Mandar lalu diarak bersama rombongan ibu yang membawa seserahan dilengkapi pernak pernik pernikahan khas Mandar. Selanjutnya suku Jawa Mataraman menampilkan fragmen Cungkup Tapanrejo yang mengisahkan babat alas warga Jawa dalam memulai kehidupan baru di Desa Tapan Banyuwangi. Suku Using kemudian tampil membawakan Sarine Kembang Bakung yang mengisahkan dua ritual bersih desa: Seblang Olehsari dan Seblang Bakungan. Pawai etnis Madura tampil dengan pakaian khas, Tati Topeng, dan fragmen yang berkisah tentang mata pencaharian mereka sebagai petani kakao di Desa Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore. Etnis Tionghoa memeriahkan acara dengan menampilkan fragmen bertema Liong harmoni Tionghoa, atraksi Barongsai, berbagai tarian serta kostum khas. Etnis Bali menampilkan tradisi Melasti Bali Banyuwangen serta pawai ogoh-ogoh yang ditandu banyak orang, khas perayaan Nyepi umat Hindu. Parade kesenian dari depan kantor bupati Banyuwangi menuju Taman Blambangan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari Banyuwangi dan dari kabupaten dan kota lain seperti Probolinggo, Kabupaten Kediri, Sleman, Sumbawa Barat dan Bogor. Masing-masing menampilkan kesenian dan budaya asli daerahnya. Kehadiran peserta dari daerah lain menjadikan Festival Kuwung sebagai etalase kesenian dan tradisi yang komplit. Kuwung Festival is a cultural carnival featuring play parade and fashion show that promote ethnic diversity in Banyuwangi. Held by the government of Banyuwangi district, the festival shows the tradtions and culture of five different ethnities that live side by side in Banyuwangi namely Chinese, Matraman Javanese, Madurese, and people of Manda and Using, indigenous tribes of Banyuwangi. The festival becomes the symbol of diversity that resolves into the power to build the region. The festival begins with the typical Saulak tradition of Mandar, a tribe that resides in coastal area of Banyuwangi. In this tradition, Mandar traditional leaders pray for the bride-to-be, and they then parade her accompanied by a group of mothers bringing Mandar typical gifts and wedding knick knacks. Furthermore, the Mataraman Javanese people feature the play of Cungkup Tapanrejo which tells the story of forest cutting of the Javanese in order to start a new life in Tapan Banyuwangi village. Using people then perform the play of Sarine Kembang Bakung that narrates two bersih desa rituals (a Javanese traditional ceremony to give offerings to evil spirits in the village); Seblang Bysari and Seblang Bakungan. The parade of Madurese people performs a play that tells the story of their livelihood as cocoa farmer in Kendeng Lembu village, Glenmore Sub-district in their typical outfits, Tati Topeng. The Chinese enliven the event by featuring a play themed Liong Harmoni Tionghoa (EN: Chinese Harmonic Dragon), Chinese lion dance performance, other various dances, and typical costumes. Whereas the Balinese display Melasti Bali Banyuwangen tradition and the parade of ogoh-ogoh that is carried by many people, a typical Hindist celebration of Nyepi (Balinese new year). This art parade that goes from Banyuwangi regent office to Blambangan Park is attended by hundreds of participants from Banyuwangi and other districts and cities such as Probolinggo, Kediri district, Sleman, West Sumbawa, and Bogor. Each one displays their local arts and culture. The attendance of participants from other regions makes Kuwung Festival a complete display of art and tradition. Kabupaten Banyuwangi - Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Pemerintah Kabupaten Banyuwangi info@banyuwangikab.go.id      351 views

Desember 2018

gratis

Banyuwangi, JAWA TIMUR

Kabupaten Banyuwangi - Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Hubungi :  Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ‑ info@banyuwangikab.go.id | (0333) 425001

Tautan :                   

Festival Kuwung adalah karnaval budaya yang menampilkan parade fragmen dan defile yang mengangkat keanekaragaman etnis di Banyuwangi. Digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, festival menampilkan tradisi dan budaya lima etnis yang hidup berdampingan di Banyuwangi yaitu Tionghoa, Jawa Mataraman, Madura, Manda dan Using, suku asli Banyuwangi. Festival menjadi simbol keberagaman dan kebhinekaan yang menjadi kekuatan untuk membangun daerah. Festival diawali dengan tradisi Saulak khas Mandar yang tinggal di wilayah pesisir. Calon pengantin perempuan didoakan oleh tokoh adat Mandar lalu diarak bersama rombongan ibu yang membawa seserahan dilengkapi pernak pernik pernikahan khas Mandar. Selanjutnya suku Jawa Mataraman menampilkan fragmen Cungkup Tapanrejo yang mengisahkan babat alas warga Jawa dalam memulai kehidupan baru di Desa Tapan Banyuwangi. Suku Using kemudian tampil membawakan Sarine Kembang Bakung yang mengisahkan dua ritual bersih desa: Seblang Olehsari dan Seblang Bakungan. Pawai etnis Madura tampil dengan pakaian khas, Tati Topeng, dan fragmen yang berkisah tentang mata pencaharian mereka sebagai petani kakao di Desa Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore. Etnis Tionghoa memeriahkan acara dengan menampilkan fragmen bertema Liong harmoni Tionghoa, atraksi Barongsai, berbagai tarian serta kostum khas. Etnis Bali menampilkan tradisi Melasti Bali Banyuwangen serta pawai ogoh-ogoh yang ditandu banyak orang, khas perayaan Nyepi umat Hindu. Parade kesenian dari depan kantor bupati Banyuwangi menuju Taman Blambangan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari Banyuwangi dan dari kabupaten dan kota lain seperti Probolinggo, Kabupaten Kediri, Sleman, Sumbawa Barat dan Bogor. Masing-masing menampilkan kesenian dan budaya asli daerahnya. Kehadiran peserta dari daerah lain menjadikan Festival Kuwung sebagai etalase kesenian dan tradisi yang komplit.

Untuk menuju Banyuwangi dari Jakarta, Anda dapat memilih rute penerbangan langsung dengan maskapai Garuda Indonesia. Bila ingin berhemat sambil menikmati pemandangan di perjalanan, Anda bisa memilih kereta api dengan pilihan transit di Yogyakarta, Malang atau Surabaya. Untuk berwisata keliling Banyuwangi, manfaatkan layanan angkutan pariwisata gratis yang disediakan pemerintah daerah setempat dengan titik keberangkatan Terminal Brawijaya.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 5 Maret 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Yogyakarta Gamelan Festival 2018

1 - 31 Juli 2018
Yogyakarta

Festival Film Purbalingga

7 Juli - 4 Agust 2018
Purbalingga

Hammersonic Festival 2018

8 Juli 2018
Jakarta

Aceh International Rapai Festival…

12 - 15 Juli 2018
Lhokseumawe

Festival Lima Gunung

20 - 22 Juli 2018
Kabupaten Magelang

 

 

Top