Select Language: Bahasa Indonesia | English
© Gempur M. Surya

Olahraga

Jatiwangi Cup

  54      Simpan ke kalender 2018-08-11 10:00:00 2018-08-11 17:00:00 Asia/Jakarta Jatiwangi Cup Jatiwangi Cup adalah lomba binaraga antar jebor (pabrik genteng) yang diadakan masyarakat Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Acara tahunan tersebut diikuti oleh para buruh genteng yang berkat aktivitasnya sehari-hari memiliki tubuh berotot bagai atlet binaraga.

Digelar pertama kali tahun 2015 atas inisiasi lembaga nirlaba Jatiwangi Art Factory, Jatiwangi Cup adalah salah satu upaya masyarakat untuk membangkitkan kembali kejayaan industri genteng yang saat ini tengah genting terkait masalah bahan baku, bahan bakar dan krisis tenaga kerja. Industri genteng harus menghadapi persaingan kuat dari produk lain untuk atap seperti genteng spandex, asbes dan cor sementara harga bahan baku lempung dan tanah liat terus meningkat.

Jebor-jebor juga kesulitan mencari pengrajin terkait minimnya minat warga setempat bekerja di pabrik genteng. Para lulusan sekolah menengah memiliki bekerja di pabrik garmen dan sepatu. Saat ini, pekerja pabrik genteng umumnya lulusan sekolah dasar yang telah berumur 30 sampai 50 tahun.

Bagi warga Jatiwangi, genteng bukan sekadar ornamen melainkan denyut kehidupan. Di hampir semua desa di Kecamatan Jatiwangi, terlihat hubungan erat antara warga dengan industri genteng, mulai dari atap dan dinding yang terlindungi genteng merah tua hingga cerobong asap tungku pembakaran pabrik genteng yang tampak menonjol di antara pemukiman warga. Kejayaan genteng Jatiwangi yang dimulai pada tahun 1905 itu nampak antara lain pada bangunan Pabrik Gula Jatiwangi dan Kadipaten yang dibangun pada masa Belanda, Gelanggang Olahraga Bung Karno dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta rumah-rumah mewah tahun 1970-an di Jakarta dan kota-kota lain.

Jatiwangi Cup menjadi hiburan dan kebanggaan sekaligus strategi membangkitkan industri genteng yang tengah redup. Jatiwangi Cup is a bodybuilding competition between jebors (clay roof-tile factory), held by the people of Jatiwangi, Majalengka district, West Java. Its workers who, thanks to their daily routine, have a muscular body like bodybuilders, take part in this annual event.

This body contest was first held in 2015 by the initiation of the non-profit organisation Jatiwangi Art Factory. It is one of the efforts of the community to revive the fame of the clay roof-tile industry which is currently critical in terms of raw materials, fuel and labour. The clay roof-tile industry has to face strong competition from other products for roofing such as spandex, asbestos, and concrete roof tile, since the price of clay continues to grow.

Clay roof-tile factories also experience difficulties in finding workers due to the lack of interest from locals to work in such factory. Junior high school graduates prefer to work for garment and shoe factories. The majority of the clay-tile factory workers are nowadays elementary school graduates whose age goes from 30 to 50.

For the people of Jatiwangi, clay roof-tile is not a mere decoration, but rather the pulse of life. In almost all villages in Jatiwangi sub-district, there is a close relationship between locals and the clay roof-tile industry, from the roof and walls that are protected by dark red clay roof-tiles to the chimney of factories’ stoves that stand out amid residential areas. The fame of Jatiwangi clay roof-tile which started back in 1905, is seen among others on the building of Jatiwangi and Kadipaten Sugar Factory that was built during the Dutch colonial period, Bung Karno Sports Arena and Soekarno-Hatta International Airport, as well as 1970s luxury houses in Jakarta and other cities.

Jatiwangi Cup has become an entertainment, a pride, and a strategy to bring up the roof tile industry that is on the brink of a downturn.
Jebor Pusaka Dusun Cibogo, Desa Burujul Kulon, Jatiwangi Jatiwangi Art Factory jatiwangiartfactory@gmail.com
     227 views

11 Agustus 2018 | 10:00 - 17:00

gratis

Majalengka, JAWA BARAT

Jebor Pusaka, Dusun Cibogo, Desa Burujul Kulon, Jatiwangi.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Jatiwangi Art Factory

Hubungi :  Illa ‑ jatiwangiartfactory@gmail.com | 0852 244 16000

Tautan :                   

Jatiwangi Cup adalah lomba binaraga antar jebor (pabrik genteng) yang diadakan masyarakat Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Acara tahunan tersebut diikuti oleh para buruh genteng yang berkat aktivitasnya sehari-hari memiliki tubuh berotot bagai atlet binaraga.

Digelar pertama kali tahun 2015 atas inisiasi lembaga nirlaba Jatiwangi Art Factory, Jatiwangi Cup adalah salah satu upaya masyarakat untuk membangkitkan kembali kejayaan industri genteng yang saat ini tengah genting terkait masalah bahan baku, bahan bakar dan krisis tenaga kerja. Industri genteng harus menghadapi persaingan kuat dari produk lain untuk atap seperti genteng spandex, asbes dan cor sementara harga bahan baku lempung dan tanah liat terus meningkat.

Jebor-jebor juga kesulitan mencari pengrajin terkait minimnya minat warga setempat bekerja di pabrik genteng. Para lulusan sekolah menengah memiliki bekerja di pabrik garmen dan sepatu. Saat ini, pekerja pabrik genteng umumnya lulusan sekolah dasar yang telah berumur 30 sampai 50 tahun.

Bagi warga Jatiwangi, genteng bukan sekadar ornamen melainkan denyut kehidupan. Di hampir semua desa di Kecamatan Jatiwangi, terlihat hubungan erat antara warga dengan industri genteng, mulai dari atap dan dinding yang terlindungi genteng merah tua hingga cerobong asap tungku pembakaran pabrik genteng yang tampak menonjol di antara pemukiman warga. Kejayaan genteng Jatiwangi yang dimulai pada tahun 1905 itu nampak antara lain pada bangunan Pabrik Gula Jatiwangi dan Kadipaten yang dibangun pada masa Belanda, Gelanggang Olahraga Bung Karno dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta rumah-rumah mewah tahun 1970-an di Jakarta dan kota-kota lain.

Jatiwangi Cup menjadi hiburan dan kebanggaan sekaligus strategi membangkitkan industri genteng yang tengah redup.

Untuk menuju Jatiwangi dari Jakarta, Anda bisa naik bus atau travel dari Terminal Kampung Rambutan, Terminal Bekasi atau Terminal Cikarang yang akan melalui salah satu dari tiga alternatif; via Bandung, Subang atau Cirebon/Indramayu.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 2 Juli 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top