Select Language: Bahasa Indonesia | English

Budaya

Seba Baduy

  66      Simpan ke kalender 2018-04-20 10:00:00 2018-04-22 24:00:00 Asia/Jakarta Seba Baduy Perayaan adat Seba merupakan peninggalam leluhur tetua (Kokolot) yang telah berlangsung selama ratusan tahun sejak zaman Kesultanan Banten di Kabupaten Serang. Waktu Seba dalam pertanggalan adat Baduy dilakukan di bulan Safar dan biasanya di bawah tanggal 10. Ritual Seba adalah rangkaian wajib setelah rangkaian adat Kawalu dan Ngalaksa.

Suku Baduy yang lebih senang disebut sebagai urang Kanekes melaksanakan berbagai ritual adat yang berhubungan dengan panen padi di Bulan Kawalu, bulan yang berlangsung selama tiga bulan dan dianggap suci bagi masyarakat Baduy. Selama tiga bulan tersebut, masyarakat luar dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam (Tangtu Tilu) yaitu Cibeo, Cikeusik dan Cikartawana.

Dalam tradisi Seba, orang suku Baduy Dalam yang ditandai dengan tradisi berpakaian serba putih dan orang suku Baduy Luar yang berseragam serba hitam, bersama-sama berjalan kaki dari Kanekes, Lebak menuju kantor bupati Lebak dan Serang serta gubernur Banten. Mereka menggelar pertemuan atau dalam bahasa Sunda disebut ‘Seba’ sambil membawa hasil pertanian mereka seperti beras, pisang, gula merah dan lain-lain. Hantaran ini merupakan wujud syukur atas limpahan rezeki berupa hasil panen selama setahun dan kemauan orang Baduy untuk berbagi dengan para tetangganya. Dalam kunjungan tersebut mereka juga menyampaikan laporan keadaan di Baduy dalam satu tahun terakhir dan menyampaikan pesan kepada pemerintah setempat untuk menjaga kelestarian alam, hutan dan lingkungan. Masyarakat Baduy percaya bahwa alam adalah salah satu titipan Yang Kuasa untuk selalu dilestarikan.

Seba Baduy dimeriahkan dengan makan malam bersama beralaskan daun pisang dan atraksi seperti wayang golek, tari Jaipong serta beragam anjungan pameran karya kreatif karya warga Baduy dan kuliner khas Banten. Traditional celebration of Seba is the heritance of the oldest ancestor (Kokolot) which has been going on for hundreds of years since the time of the Sultanate of Banten in Serang regency. Seba ritual follows the customary date of Baduy and is organized in the month of Safar, usually before the 10th of the month. Seba ceremony is a mandatory ritual after the Kawalu and Ngalaksa customs series.

Baduy people who prefer to be called as urang Kanekes (Kanekes people) perform various custom rituals related to rice harvest in Moon Kawalu, period which lasts for three months and is considered sacred for Baduy society. During these three months, the outside communities are prohibited from entering the area of ​​Baduy Dalam (Tangtu Tilu), namely Cibeo, Cikeusik and Cikartawana.

In Seba tradition, the Baduy Dalam people, which is characterized by the white-clad tradition, and the uniformed black Baduy people walk together from Kanekes, Lebak to the regent office of Lebak and Serang and the governor office of Banten. They hold a meeting or in Sundanese called 'Seba' while carrying their agricultural products such as rice, banana, brown sugar and others. This delivery is a form of gratitude for many good fortune in the form of a year of crops, and the will of Baduy people to share with their neighbors. During the visit, they also report the condition in the past year and deliver a message to the local government to preserve nature, forests and the environment. Baduy people believe that nature is one of the entrusted power to always be preserved.

Seba Baduy continues with dinner on banana leaf and attractions such as wayang golek, Jaipong dance and various exhibitions of Baduy creative work and Banten culinary.
Di beberapa tempat: Kab. Banten, Kab. Pandeglang, Kota Serang (Prov. Banten), Kab. Serang. Dinas Pariwisata Provinsi Banten ppid.dispbudpar@bantenprov.go.id
     262 views

20 - 22 April 2018 | 10:00 - Selesai

gratis

Banten, BANTEN

, Di beberapa tempat: Kab. Banten, Kab. Pandeglang, Kota Serang (Prov. Banten), Kab. Serang..
Lihat peta

Dikelola Oleh : Dinas Pariwisata Provinsi Banten

Hubungi :  Dinas Pariwisata Provinsi Banten ‑ ppid.dispbudpar@bantenprov.go.id | 0254-267060

Tautan :       

Perayaan adat Seba merupakan peninggalam leluhur tetua (Kokolot) yang telah berlangsung selama ratusan tahun sejak zaman Kesultanan Banten di Kabupaten Serang. Waktu Seba dalam pertanggalan adat Baduy dilakukan di bulan Safar dan biasanya di bawah tanggal 10. Ritual Seba adalah rangkaian wajib setelah rangkaian adat Kawalu dan Ngalaksa.

Suku Baduy yang lebih senang disebut sebagai urang Kanekes melaksanakan berbagai ritual adat yang berhubungan dengan panen padi di Bulan Kawalu, bulan yang berlangsung selama tiga bulan dan dianggap suci bagi masyarakat Baduy. Selama tiga bulan tersebut, masyarakat luar dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam (Tangtu Tilu) yaitu Cibeo, Cikeusik dan Cikartawana.

Dalam tradisi Seba, orang suku Baduy Dalam yang ditandai dengan tradisi berpakaian serba putih dan orang suku Baduy Luar yang berseragam serba hitam, bersama-sama berjalan kaki dari Kanekes, Lebak menuju kantor bupati Lebak dan Serang serta gubernur Banten. Mereka menggelar pertemuan atau dalam bahasa Sunda disebut ‘Seba’ sambil membawa hasil pertanian mereka seperti beras, pisang, gula merah dan lain-lain. Hantaran ini merupakan wujud syukur atas limpahan rezeki berupa hasil panen selama setahun dan kemauan orang Baduy untuk berbagi dengan para tetangganya. Dalam kunjungan tersebut mereka juga menyampaikan laporan keadaan di Baduy dalam satu tahun terakhir dan menyampaikan pesan kepada pemerintah setempat untuk menjaga kelestarian alam, hutan dan lingkungan. Masyarakat Baduy percaya bahwa alam adalah salah satu titipan Yang Kuasa untuk selalu dilestarikan.

Seba Baduy dimeriahkan dengan makan malam bersama beralaskan daun pisang dan atraksi seperti wayang golek, tari Jaipong serta beragam anjungan pameran karya kreatif karya warga Baduy dan kuliner khas Banten.

Anda dapat menyaksikan puncak acara Seba Baduy di Pendopo Gubernur Banten, Serang. Di sana digelar berbagai kesenian tradisional dan pameran produk kerajinan warga Baduy. Pada kesempatan inilah Anda bisa berinteraksi dengan warga Baduy yang sengaja meluangkan waktu di alun-alun untuk menemui pengunjung. Ikuti berbagai ritual adat di situs Banten Lama dan seserahan hasil panen di Pendopo Gubernur Banten.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 10 April 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Pesta Kesenian Bali 2018

16 Juni - 14 Juli 2018
Kota Denpasar

Bakar Tongkang

28 - 30 Juni 2018
Bagansiapiapi

Yadnya Kasada

29 - 30 Juni 2018
Probolinggo

Festival Lima Gunung

20 - 22 Juli 2018
Kabupaten Magelang

Parade Sandelwood dan Festival…

2 - 9 Agust 2018
Kabupaten Sumba Barat Daya

 

 

Top