© patainanews.com

Budaya

Semana Santa

  113      Simpan ke kalender 2018-03-30 08:00:00 2018-04-01 24:00:00 Asia/Jakarta Semana Santa Bagian timur NTT terdapat Pulau Lembata yang dikenal berkat tradisi berburu baleo di Desa Lamalera, Pulau Larantuka, Pulau Adonara dan Pulau Konga. Tradisi keagamaan yang kuat membuat ketiga pulau yang disebut terakhir ini dikenal sebagai pusat wisata religi.

Tiap tahunnya para pemeluk Katolik setempat dan peziarah dari seluruh Indonesia hadir untuk mengikuti prosesi Semana Santa, pekan suci menyambut Paskah di Kecamatan Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung semarak dan sakral.

Larantuka yang dikenal sebagai kota Reinha de Rosari, Kota Ratu dan Kota Maria tersebut menggelar prosesi Semana Santa selama seminggu penuh menjelang Hari Raya Paskah.

Tradisi perayaan umat Katolik sejak 1510 itu dilaksanakan dalam satu rangkaian panjang dari Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga Minggu Paskah. Perayaan yang dimulai pada hari Rabu atau Rabu Trewa ditandai dengan pemasangan lilin di seluruh kota Larantuka dan delapan buah Armida yaitu tempat perhentian komtemplatif.

Sejak Rabu Trewa, Larantuka berubah menjadi kota berkabung untuk mengenang kisah sengsara Yesus yang wafat kemudian dibangkitkan.

Puncak perayaan Semana Santa jatuh pada Jumat Agung atau Sesta Vera di mana dilakukan arak-arakan perahu untuk mengantar Tuan Menino (patung kanak-kanak Yesus) dari Kapela Tuan Menino (Kota Sau) ke Kapela Pohon Sirih (Larantuka). Makna perayaan menempatkan pusat ritual kepada Yesus dan Bunda Maria sebagai perempuan berkabung (Mater Dolorosa) karena menyaksikan penderitaan anaknya sebelum dan saat disalib.

Dalam Semana Santa juga berlangsung tradisi Esmola yaitu pengumpulan sedekah amal oleh para ibu yang diberi keselamatan saat melahirkan. Sedekah diletakkan di kapela dan dibagikan kepada fakir miskin dan orang sakit. The eastern part of NTT (East Nusa Tenggara) is Lembata Island –known for its Baleo hunting tradition in Lamalera Village– Larantuka Island, Adonara Island and Konga Island. A strong religious tradition makes these three latter islands known as religious tourism center. Every year, local Catholics and pilgrims from all over Indonesia come to attend the Semana Santa procession, the holy Easter weekend in Larantuka Sub-district, East Nusa Tenggara (NTT), a vibrant and sacred event. Larantuka, known as the city of Reinha de Rosari, Queen City and the City of Mary holds Semana Santa procession for a full week before Easter. This catholic tradition celebrated since 1510 is carried out in long series of Ash Wednesday, White Thursday, Good Friday, Holy Saturday through Easter Sunday. Begins on Wednesday Trewa, the celebration is marked by the candles installation throughout the city of Larantuka and eight Armida, a contemplative stop. Since Wednesday Trewa, Larantuka turned into a mourning city to commemorate the story of the passion of Jesus who died and was resurrected. The highlight of Semana Santa falls on Good Friday or Sesta Vera where a boat procession takes place to escort Mr. Menino (the statue of Jesus) from Tuan Menino chapel (Sau Town) to Sirih Tree chapel (Larantuka). The essential point of celebration is the ritual upon Jesus and the Virgin Mary as a mourning woman (Mater Dolorosa) for witnessing the suffering of her child before and during the crucifixion. In Semana Santa there is also a tradition of Esmola, the charity collection by the mothers who were given salvation during childbirth. Alms are placed in the chapel and distributed to the poor and those who are ill.
Larantuka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur
     415 views

30 Maret - 1 April 2018 | 08:00 - Selesai

gratis

Flores Timur, NUSA TENGGARA TIMUR

Larantuka.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur

Hubungi :  Kantor Bupati Flores Timur | 0383-21001

Tautan :       

Bagian timur NTT terdapat Pulau Lembata yang dikenal berkat tradisi berburu baleo di Desa Lamalera, Pulau Larantuka, Pulau Adonara dan Pulau Konga. Tradisi keagamaan yang kuat membuat ketiga pulau yang disebut terakhir ini dikenal sebagai pusat wisata religi.

Tiap tahunnya para pemeluk Katolik setempat dan peziarah dari seluruh Indonesia hadir untuk mengikuti prosesi Semana Santa, pekan suci menyambut Paskah di Kecamatan Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung semarak dan sakral.

Larantuka yang dikenal sebagai kota Reinha de Rosari, Kota Ratu dan Kota Maria tersebut menggelar prosesi Semana Santa selama seminggu penuh menjelang Hari Raya Paskah.

Tradisi perayaan umat Katolik sejak 1510 itu dilaksanakan dalam satu rangkaian panjang dari Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga Minggu Paskah. Perayaan yang dimulai pada hari Rabu atau Rabu Trewa ditandai dengan pemasangan lilin di seluruh kota Larantuka dan delapan buah Armida yaitu tempat perhentian komtemplatif.

Sejak Rabu Trewa, Larantuka berubah menjadi kota berkabung untuk mengenang kisah sengsara Yesus yang wafat kemudian dibangkitkan.

Puncak perayaan Semana Santa jatuh pada Jumat Agung atau Sesta Vera di mana dilakukan arak-arakan perahu untuk mengantar Tuan Menino (patung kanak-kanak Yesus) dari Kapela Tuan Menino (Kota Sau) ke Kapela Pohon Sirih (Larantuka). Makna perayaan menempatkan pusat ritual kepada Yesus dan Bunda Maria sebagai perempuan berkabung (Mater Dolorosa) karena menyaksikan penderitaan anaknya sebelum dan saat disalib.

Dalam Semana Santa juga berlangsung tradisi Esmola yaitu pengumpulan sedekah amal oleh para ibu yang diberi keselamatan saat melahirkan. Sedekah diletakkan di kapela dan dibagikan kepada fakir miskin dan orang sakit.

Ke Larantuka, Anda dapat menggunakan pesawat dari Bali atau Kupang ke Bandara Wai Oti di Maumere, lalu lanjut perjalanan darat selama 3 jam. Atau pilih penerbangan langsung dengan maskapai Trans Nusa dari Kupang menuju Bandara Gewayantana Larantuka. Dari bandara, Anda dapat menyewa mobil. Atau naik feri gratis dari Pelabuhan Bolok, Kupang, menuju Pelabuhan Waibalun, Larantuka. Pesan hotel Anda jauh-jauh hari.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 16 Maret 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top