© backpackerjakarta.com

Budaya

Dieng Culture Festival

  65      Simpan ke kalender 2018-08-03 09:00:00 2018-08-05 24:00:00 Asia/Jakarta Dieng Culture Festival Dieng Culture Festival merupakan acara tahunan khas Dataran Tinggi Dieng yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya dengan inti acara pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng.

Anak-anak dengan rambut gimbal di Dieng terlahir dengan rambut normal, namun pada saat tertentu dalam usia muda, rambut mereka berubah menjadi gimbal. Menurut kepercayaan lokal, anak-anak gimbal ini merupakan titipan leluhur sebagai petanda kualitas kesejahteraan masyarakat Dieng. Semakin jamak keberadaan anak-anak berambut gimbal, masyarakat Dieng meyakini kesejahteraan mereka akan semakin membaik.

Prosesi pemotongan rambut gimbal pada anak-anak ini disebut ruwatan. Pemangkasan rambut ini hanya dilakukan bila sang anak memintanya atau, meski sudah dipangkas, rambut gimbalnya masih akan tumbuh lagi.

Upacara dimulai dengan prosesi anak-anak gimbal yang dibawa berkeliling desa, diarak di kereta kuda tradisional Jawa, dijaga oleh Manggala Yudha atau pasukan kerajaan dan diikuti oleh berbagai prosesi kesenian tradisional. Anak-anak istimewa ini kemudian akan dibawa ke Candi Arjuna di kompleks Kuil Dieng dimana ritual pemotongan rambut gimbal akan berlangsung. Selanjutnya, rambut yang dicukur akan dibawa ke danau dan terendam disini sebagai simbol mengembalikan rambut kembali ke nenek moyangnya.

Dieng Culture Festival yang selalu menyedot puluhan ribu pengunjung ini juga dimeriahkan dengan pergelaran musik di atas awan, pesta lampion, festival film dokumenter, dan berbagai acara seni budaya lainnya. Dieng Culture Festival is a typical annual event of Dieng Plateau featuring various arts and cultures with its core event, shaving off of Dieng’s children’s deardlocks. Children with dreadlocks in Dieng were born with normal hair, but at some point at an early age, their hair grows to be dreadlocks.

According to local belief, these children with dreadlocks are cherry picked by the ancestors as a sign of prosperity level in the Dieng community. The more the existence of children with dreadlocks, Dieng people believe that their well-being will improve.

Shaving off of dreadlocks procession in children is called ruwatan. This hair pruning is only done when the child asks for it, otherwise it will regrow despite having been pruned. The ceremony begins with a procession of children with dreadlocks carried around the village, paraded on traditional Javanese horse-drawn carriages,uardby Manggala Yudha or royal troops and followed by various traditional artistic processions. These special children will then be taken to the Temple of Arjuna at the Dieng Temple complex where the dreadlocks pruning ritual will take place. Furthermore, shaved-off dreadlocks will be brought to the lake and submerged here as a symbol of returning the hair back to the ancestors.

Dieng Culture Festival which always attracts tens of thousands of visitors is also enlivened by performances of music on cloud (held in Dieng plateau), lantern party, documentary film festival, and other various arts and culture events.
Candi Arjuna, Kompleks Candi Dieng Dieng Kulon, Batur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah visitjateng@disporapar.jatengprov.go.id
     317 views

3 - 5 Agustus 2018 | 09:00 - Selesai

gratis

Banjarnegara, JAWA TENGAH

Candi Arjuna, Kompleks Candi Dieng, Dieng Kulon, Batur.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah

Hubungi :  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah ‑ visitjateng@disporapar.jatengprov.go.id | 024-3546001

Tautan :           

Dieng Culture Festival merupakan acara tahunan khas Dataran Tinggi Dieng yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya dengan inti acara pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng.

Anak-anak dengan rambut gimbal di Dieng terlahir dengan rambut normal, namun pada saat tertentu dalam usia muda, rambut mereka berubah menjadi gimbal. Menurut kepercayaan lokal, anak-anak gimbal ini merupakan titipan leluhur sebagai petanda kualitas kesejahteraan masyarakat Dieng. Semakin jamak keberadaan anak-anak berambut gimbal, masyarakat Dieng meyakini kesejahteraan mereka akan semakin membaik.

Prosesi pemotongan rambut gimbal pada anak-anak ini disebut ruwatan. Pemangkasan rambut ini hanya dilakukan bila sang anak memintanya atau, meski sudah dipangkas, rambut gimbalnya masih akan tumbuh lagi.

Upacara dimulai dengan prosesi anak-anak gimbal yang dibawa berkeliling desa, diarak di kereta kuda tradisional Jawa, dijaga oleh Manggala Yudha atau pasukan kerajaan dan diikuti oleh berbagai prosesi kesenian tradisional. Anak-anak istimewa ini kemudian akan dibawa ke Candi Arjuna di kompleks Kuil Dieng dimana ritual pemotongan rambut gimbal akan berlangsung. Selanjutnya, rambut yang dicukur akan dibawa ke danau dan terendam disini sebagai simbol mengembalikan rambut kembali ke nenek moyangnya.

Dieng Culture Festival yang selalu menyedot puluhan ribu pengunjung ini juga dimeriahkan dengan pergelaran musik di atas awan, pesta lampion, festival film dokumenter, dan berbagai acara seni budaya lainnya.

Pesan sejak jauh hari penginapan Anda. Selain hotel, Anda juga dapat menginap di rumah-rumah penduduk.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 22 Juni 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Solo International Performing Art

6 - 8 Sept 2018
Surakarta

PopCon Asia

22 - 23 Sept 2018
Tangerang

Kustomfest

6 - 7 Okt 2018
Yogyakarta

Festival Keraton Nusantara

13 - 18 Okt 2018
Kabupaten Sumenep

The 15th Ubud Writers and Readers…

24 - 28 Okt 2018
Gianyar

 

 

Top