© patainanews.com

Tradisi

Bekudo Bono

  78      Simpan ke kalender 2018-11-12 09:00:00 2018-11-15 18:00:00 Asia/Jakarta Bekudo Bono Berselancar lazimnya dilakukan di laut, namun di Kabupaten Pelalawan, Teluk Meranti, Riau, ombak Sungai Kampar menjadi fenomena tersendiri yang menjadikannya sebagai salah satu tempat berselancar paling unik di dunia.

Ombak Sungai Kampar, atau disebut “bono” oleh masyarakat setempat, merupakan fenomena alam luar biasa yang hanya terjadi di lima tempat di dunia. Bono dalam bahasa lokal artinya pertemuan arus sungai dan laut, dalam hal ini bertemunya arus pasang laut dari Selat Malaka dan Laut Cina Selatan dengan arus Sungai Kampar, yang dapat menimbulkan ombak setinggi 3-6 meter yang menggulung panjang hingga 42 kilometer.

Pada puncak bono dapat muncul 21 gelombang, sehingga 21 peselancar dapat berselancar secara bersamaan. Oleh beberapa peselancar, domestik dan mancanegara, ombak bono digelari berbagai nama, di antaranya The Seven Ghost dan The Water from the Moon. Rekor dunia berselancar bono terlama tercatat sejauh 17,2 kilometer. Surfing usually takes place in the sea, but in Pelalawan district, Teluk Meranti, Riau, the waves of Kampar River have become a phenomenon that makes it one of the most unique surfing spots in the world.

The waves of Kampar River, or called "bono" by the locals, is an extraordinary natural phenomenon that occurs only in five places in the world. Bono in the local language means the confluence of river and sea current, in this case the meeting of tidal current from the Strait of Malacca and the South China Sea with the current of Kampar River, which can produce waves as high as 3-6 meters rolling up to 42 kilometres.

Up to 21 waves can appear at the top of bono, resulting in 21 surfers being able to surf simultaneously. By some surfers, both domestic and foreign ones, bono waves are named differently, namely The Seven Ghost and The Water from the Moon. The longest bono surfing world record was 17.2 kilometres.
Sungai Kampar Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Dinas Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau disparekraf@riau.go.id
     306 views

12 - 15 November 2018 | 09:00 - 18:00

gratis

Pelalawan, RIAU

Sungai Kampar, Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Dinas Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau

Hubungi :  Dinas Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau ‑ disparekraf@riau.go.id | 0761-40356

Tautan :               

Berselancar lazimnya dilakukan di laut, namun di Kabupaten Pelalawan, Teluk Meranti, Riau, ombak Sungai Kampar menjadi fenomena tersendiri yang menjadikannya sebagai salah satu tempat berselancar paling unik di dunia.

Ombak Sungai Kampar, atau disebut “bono” oleh masyarakat setempat, merupakan fenomena alam luar biasa yang hanya terjadi di lima tempat di dunia. Bono dalam bahasa lokal artinya pertemuan arus sungai dan laut, dalam hal ini bertemunya arus pasang laut dari Selat Malaka dan Laut Cina Selatan dengan arus Sungai Kampar, yang dapat menimbulkan ombak setinggi 3-6 meter yang menggulung panjang hingga 42 kilometer.

Pada puncak bono dapat muncul 21 gelombang, sehingga 21 peselancar dapat berselancar secara bersamaan. Oleh beberapa peselancar, domestik dan mancanegara, ombak bono digelari berbagai nama, di antaranya The Seven Ghost dan The Water from the Moon. Rekor dunia berselancar bono terlama tercatat sejauh 17,2 kilometer.

Perjalanan menuju Teluk Meranti dapat ditempuh melalui jalur darat dan laut dari Pekanbaru, Riau, selama 3-7 jam tergantung moda transportasi yang digunakan.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 4 April 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top