Select Language: Bahasa Indonesia | English
© indonesiakaya.com

Pertunjukan

Teater Musikal: Princess Pantura

  31      Simpan ke kalender 2018-04-20 14:00:00 2018-04-21 21:00:00 Asia/Jakarta Teater Musikal: Princess Pantura Mimpi, cinta, ambisi kehidupan penyanyi dangdut pantura di tengah pusaran kepentingan politik akan mewarnai lakon “Princess Pantura” ini. Kehidupan panggung adalah citra yang glamor dan mimpi kesuksesan, namun menyimpan banyak intrik dan persaingan. Lakon ini juga mengolah lagu-lagu dangdut pantura sebagai dasar cerita. Ini sesuai dengan tema yang diangkat dalam program INDONESIA KITA tahun 2018 ini, yakni “Budaya Pop: dari Lampau ke Jaman Now”. Dangdut pantura sebagai sub genre musik dangdut menjadi cermin budaya dan gambaran sosial masyarakat pesisir yang terbuka dan energik, sekaligus sebagai ekspresi kreatif untuk menyatakan identitas.

Kisah "Princess Pantura" menggambarkan persaingan penyanyi dangdut yang ingin terkenal dan membuat dua biduan kampung (Sruti dan Silir) melakukan berbagai cara untuk mewujudkan mimpinya. Keduanya memang terpesona dengan kesuksesan, sebagaimana para artis yang terihat gemerlap di bawah sorot lampu dan kamera televisi. Bahkan, keduanya kemudian mencoba ikut lomba menyanyi agar terkenal dan bersaing dengan para kontestan lainnya, yakni Inayah Wahid.

Karena juga ingin terkenal, kelompok Trio GAM juga menyamar sebagai biduan. Demikian agar mereka bisa ikut dalam rombongan orkes dangdut. Sebab, penyanyi laki-laki kurang disukai penonton. Sementara para pemusik dangdut lainnya, seperti Mucle dan Arie Kriting, juga ingin menjadi superstar dangdut dengan bergaya seperti Raja Dangdut. Bahkan, Wisben kemudian menyatakan dirinya sebagai Ratu Dangdut. Dream, love, ambition of dangdut singer’s life from Pantura in the middle of political intention vortex will liven up this play of "Princess Pantura". The life on stage has a glamorous image and a dream of success, but holds much intrigue and competition. This play also implicates Pantura’s dangdut music as the basis of the story. The latter is in accordance to the adopted theme of INDONESIA KITA (EN: OUR INDONESIA) 2018 programme - "Budaya Pop: ari Lampau ke Jaman Now (EN: Pop Culture: from Then to Now)". Pantura’s dangdut as a sub-genre of dangdut music becomes a cultural reflection and social illustration of coastal life that is open and energetic, as well as a creative expression showing identity.

The story of "Princess Pantura" illustrates the struggle of dangdut singers wishing to be popular, and that makes two village singers (Sruti and Silir) do whatever they could to achieve their dream. The two are fascinated by the success of artists who look glittering under the light and through television cameras. In fact, they take part in a singing contest so as to be famous and able to compete with other contestants, namely Inayah Wahid.

Also willing to be famous, the Trio GAM group disguise themselves as singers so they can participate in dangdut orchestra group, because male singers are less favourite among audience. Whereas other dangdut musicians, such as Mucle and Arie Kriting, also wish to be a dangdut superstar in the style of a Dangdut King. As a matter of fact, Wisben then claims himself as the Dangdut Queen.
Graha Bhakti Budaya, TIM Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat Kayan Production kayan_production@yahoo.com
     125 views

20 - 21 April 2018 | 14:00 - 21:00

berbayar

Jakarta, DKI JAKARTA

Graha Bhakti Budaya, TIM, Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Kayan Production

Hubungi :  Kayan Production ‑ kayan_production@yahoo.com | 0895 3720 14902

Tautan :                   

Mimpi, cinta, ambisi kehidupan penyanyi dangdut pantura di tengah pusaran kepentingan politik akan mewarnai lakon “Princess Pantura” ini. Kehidupan panggung adalah citra yang glamor dan mimpi kesuksesan, namun menyimpan banyak intrik dan persaingan. Lakon ini juga mengolah lagu-lagu dangdut pantura sebagai dasar cerita. Ini sesuai dengan tema yang diangkat dalam program INDONESIA KITA tahun 2018 ini, yakni “Budaya Pop: dari Lampau ke Jaman Now”. Dangdut pantura sebagai sub genre musik dangdut menjadi cermin budaya dan gambaran sosial masyarakat pesisir yang terbuka dan energik, sekaligus sebagai ekspresi kreatif untuk menyatakan identitas.

Kisah "Princess Pantura" menggambarkan persaingan penyanyi dangdut yang ingin terkenal dan membuat dua biduan kampung (Sruti dan Silir) melakukan berbagai cara untuk mewujudkan mimpinya. Keduanya memang terpesona dengan kesuksesan, sebagaimana para artis yang terihat gemerlap di bawah sorot lampu dan kamera televisi. Bahkan, keduanya kemudian mencoba ikut lomba menyanyi agar terkenal dan bersaing dengan para kontestan lainnya, yakni Inayah Wahid.

Karena juga ingin terkenal, kelompok Trio GAM juga menyamar sebagai biduan. Demikian agar mereka bisa ikut dalam rombongan orkes dangdut. Sebab, penyanyi laki-laki kurang disukai penonton. Sementara para pemusik dangdut lainnya, seperti Mucle dan Arie Kriting, juga ingin menjadi superstar dangdut dengan bergaya seperti Raja Dangdut. Bahkan, Wisben kemudian menyatakan dirinya sebagai Ratu Dangdut.

Pentas 1: 20 April 2018 pukul 20.00; Pentas 2 & 3: 21 April 2018 pukul 14.00 & 20.00.
HTM: Rp150.000 (Balkon); Rp300.000 (VIP); Rp500.000 (VVIP); Rp.750.000 (Platinum).
Reservasi: www.kayan.co.id atau www.blibli.com

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 5 April 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

SIPFest 2018: Split - Lucy Guerin…

4 - 5 Agust 2018
Jakarta

SIPFest 2018: Didik Nini Thowok

7 Agustus 2018
Jakarta

Jember Fashion Carnaval

7 - 12 Agust 2018
Jember

SIPFest 2018: Cablaka - Otniel…

8 - 9 Agust 2018
Jakarta

SIPFest 2018: “Saya dan Teater…

11 - 12 Agust 2018
Jakarta

 

 

Top