Select Language: Bahasa Indonesia | English

Pertunjukan

Panggong Aceh Angin Musim Timur: Hikayat Dangdeuria oleh Muda Balia

  8      Simpan ke kalender 2018-05-11 20:00:00 2018-05-11 22:00:00 Asia/Jakarta Panggong Aceh Angin Musim Timur: Hikayat Dangdeuria oleh Muda Balia Setelah sukses dengan “Angin Musim Barat” pada September tahun lalu, tahun 2018 ini Panggong Aceh menggelar “Angin Musim Timur”. Panggong Aceh mempromosikan seni pertunjukan Aceh, baik tradisi maupun garapan baru, yang dibawakan oleh seniman-seniman Aceh. Hikayat Dangdeuria oleh pelantun Muda Balia menjadi pembuka rangkaian program “Angin Musim Timur”.

Hikayat Aceh adalah jenis prosa sastra lama yang disusun berbait, bersajak, dan berirama. Sebagaimana kisah-kisahnya dalam hikayat lama, Hikayat Dangdeuria bercerita tentang kehidupan raja-raja yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk rakyat dan negerinya. Hikayat yang keseluruhan ceritanya bisa menghabiskan waktu tujuh hari tujuh malam untuk dilantunkan ini berasal dari Manggeng, Aceh Barat Daya, dan telah menjadi media untuk menghibur serta mengajarkan kearifan lokal kepada masyarakat. Biasanya Dangderia dibawakan oleh seorang penyanyi dan seorang penari yang memperagakan panto-mimik. Penampilan mereka dibantu dengan pedang yang terbuat dari pelepah kelapa, bantal, dan jari yang dipetik.

Muda Balia adalah satu dari segelintir seniman tutur hikayat klasik Aceh dan satu-satunya seniman muda yang menguasai teks kuno. Berasal dari Aceh Selatan, nama Muda Balia menghiasi pemberitaan media lokal pada Januari 2010 saat ia mencetak rekor melantunkan hikayat Aceh selama 26 jam tanpa henti. After the success of "West Monsoon Winds" in September last year, this year Panggong Aceh is holding "East Monsoon Winds". Panggong Aceh is promoting Acehnese performing arts, both traditionally and in a modern way, performed by Acehnese artists. The tale of Dangdeuria by Muda Balia is opening the programme of "East Monsoon Winds".

The tale of Aceh is a sort of old literary prose that is arranged in verses, with rhymes and melody. As its stories in the old saga, the tale of Dangdeuria tells a story of kings who devoted their whole life to their people and country. Originated from Manggeng, West Aceh, this story could last for seven days and nights to be told, and has become a means to entertain and teach local wisdom to the community. Dangderia is usually performed by a singer and a dancer doing a pantomime. Their appearance is equipped with a sword made of coconut fronds, cushions, and picked fingers.

Muda Balia is one of a few classic Acehnese storytellers and the only young artist to master ancient texts. Originally from South Aceh, Muda Balia's name decorates local media report in January 2010 when she scored a record of reciting Acehnese tale for 26 hours non-stop.
Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya No. 73, Menteng, Jakarta Pusat Panggong Aceh Multimedia pmtohagusnuramal@gmail.com
     54 views

11 Mei 2018 | 20:00 - 22:00

gratis

Jakarta, DKI JAKARTA

Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Menteng, Jakarta Pusat.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Panggong Aceh Multimedia

Hubungi :  Agus Nur Amal ‑ pmtohagusnuramal@gmail.com | 081283184874

Tautan :       

Setelah sukses dengan “Angin Musim Barat” pada September tahun lalu, tahun 2018 ini Panggong Aceh menggelar “Angin Musim Timur”. Panggong Aceh mempromosikan seni pertunjukan Aceh, baik tradisi maupun garapan baru, yang dibawakan oleh seniman-seniman Aceh. Hikayat Dangdeuria oleh pelantun Muda Balia menjadi pembuka rangkaian program “Angin Musim Timur”.

Hikayat Aceh adalah jenis prosa sastra lama yang disusun berbait, bersajak, dan berirama. Sebagaimana kisah-kisahnya dalam hikayat lama, Hikayat Dangdeuria bercerita tentang kehidupan raja-raja yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk rakyat dan negerinya. Hikayat yang keseluruhan ceritanya bisa menghabiskan waktu tujuh hari tujuh malam untuk dilantunkan ini berasal dari Manggeng, Aceh Barat Daya, dan telah menjadi media untuk menghibur serta mengajarkan kearifan lokal kepada masyarakat. Biasanya Dangderia dibawakan oleh seorang penyanyi dan seorang penari yang memperagakan panto-mimik. Penampilan mereka dibantu dengan pedang yang terbuat dari pelepah kelapa, bantal, dan jari yang dipetik.

Muda Balia adalah satu dari segelintir seniman tutur hikayat klasik Aceh dan satu-satunya seniman muda yang menguasai teks kuno. Berasal dari Aceh Selatan, nama Muda Balia menghiasi pemberitaan media lokal pada Januari 2010 saat ia mencetak rekor melantunkan hikayat Aceh selama 26 jam tanpa henti.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 7 Mei 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Tradisi Mekare-kare

7 - 8 Juni 2018
Karangasem

Teater Koma: Gemintang

29 Juni - 8 Juli 2018
Jakarta

Yogyakarta Gamelan Festival 2018

1 - 31 Juli 2018
Yogyakarta

Aceh International Rapai Festival…

12 - 15 Juli 2018
Lhokseumawe

Jember Fashion Carnaval

7 - 12 Agust 2018
Jember

 

 

Top