Select Language: Bahasa Indonesia | English
© Galeri Nasional Indonesia

Seni Rupa

MANIFESTO 6.0: MULTIPOLAR

  9      Simpan ke kalender 2018-05-03 10:00:00 2018-05-17 19:00:00 Asia/Jakarta MANIFESTO 6.0: MULTIPOLAR Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia MANISFESTO merupakan program berkala yang diinisiasi dan diselenggarakan setiap dua tahun sejak 2008 oleh Galeri Nasional Indonesia. MANIFESTO bukan sekadar pameran rutin. Gelaran ini merupakan sebuah pernyataan sikap, pandangan, dan tujuan yang dikemas Galeri Nasional Indonesia dalam sebuah ekspresi seni rupa.

"MULTIPOLAR: Seni Rupa 20 Tahun Setelah Reformasi" menjadi tema MANIFESTO tahun ini. Refleksi seni rupa pascareformasi ‘98 hingga kini memunculkan berbagai pengalaman estetis baru, dampak dari pengaruh global yang melahirkan budaya media populer dan budaya teknologi, yang pada gilirannya mengubah praktik komunikasi, interaksi, dan organisasi. Berbagai pemikiran dan praktik seni pascareformasi tersebut bersifat multipolar.

Pengumpulan gagasan dan pemikiran dalam rentang yang cukup panjang inilah yang membuat bingkai kurasi pameran ini menghadirkan arkeologi karya-karya seniman pasca ‘98, yaitu para seniman kelahiran tahun 1980 dan sesudahnya. Arkeologi karya tersebut dimanifestasikan ke dalam sekitar 61 karya berupa lukisan, patung, keramik, instalasi, seni grafis, fotografi, mural, dan seni video. Sebagian besar merupakan karya-karya terbaru hasil olah artistik 61 perupa yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. The Indonesian Contemporary Art Exhibition MANISFESTO is a periodic programme initiated and held every two years since 2008 by Galeri Nasional Indonesia. MANIFESTO is not just a frequent exhibition. This event is a statement of attitudes, views, and objectives packed by Galeri Nasional Indonesia in the form of visual arts expression.

"MULTIPOLAR: Seni Rupa 20 Tahun Setelah Reformasi (Visual Arts, 20 Years After the Reform)" became MANIFESTO’s theme this year. Visual arts reflections of post 1998 reform up to now have brought up new aesthetic experiences, the impact of global influence that gives birth to the culture of popular media and technology, which in turn change the practice of communication, interaction, and organisation. Various ideas and practices of this post-reform arts are multipolar.

This collection of ideas and thoughts within a long period is what makes the exhibition’s curative frame present archaeological works of post ’98 artists - born in 1980 and after. The archaeology of these works is manifested through around 61 works in the form of paintings, sculptures, ceramics, installations, graphic arts, photography, murals, and video art. Most of them are most recent works of artists coming from Jakarta, West Java, Central Java, Yogyakarta, East Java and Bali.
Galeri Nasional Indonesia Jalan Medan Merdeka Timur No. 14, Gambir, Jakarta Pusat Galeri Nasional Indonesia galeri.nasional@kemdikbud.go.id
     61 views

3 - 17 Mei 2018 | 10:00 - 19:00

gratis

Jakarta, DKI JAKARTA

Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur No. 14, Gambir, Jakarta Pusat.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Galeri Nasional Indonesia

Hubungi :  Galeri Nasional Indonesia ‑ galeri.nasional@kemdikbud.go.id | 02134833954

Tautan :                   

Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia MANISFESTO merupakan program berkala yang diinisiasi dan diselenggarakan setiap dua tahun sejak 2008 oleh Galeri Nasional Indonesia. MANIFESTO bukan sekadar pameran rutin. Gelaran ini merupakan sebuah pernyataan sikap, pandangan, dan tujuan yang dikemas Galeri Nasional Indonesia dalam sebuah ekspresi seni rupa.

"MULTIPOLAR: Seni Rupa 20 Tahun Setelah Reformasi" menjadi tema MANIFESTO tahun ini. Refleksi seni rupa pascareformasi ‘98 hingga kini memunculkan berbagai pengalaman estetis baru, dampak dari pengaruh global yang melahirkan budaya media populer dan budaya teknologi, yang pada gilirannya mengubah praktik komunikasi, interaksi, dan organisasi. Berbagai pemikiran dan praktik seni pascareformasi tersebut bersifat multipolar.

Pengumpulan gagasan dan pemikiran dalam rentang yang cukup panjang inilah yang membuat bingkai kurasi pameran ini menghadirkan arkeologi karya-karya seniman pasca ‘98, yaitu para seniman kelahiran tahun 1980 dan sesudahnya. Arkeologi karya tersebut dimanifestasikan ke dalam sekitar 61 karya berupa lukisan, patung, keramik, instalasi, seni grafis, fotografi, mural, dan seni video. Sebagian besar merupakan karya-karya terbaru hasil olah artistik 61 perupa yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 8 Mei 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Teater Koma: Gemintang

29 Juni - 8 Juli 2018
Jakarta

Festival Film Purbalingga

7 Juli - 4 Agust 2018
Purbalingga

Solo International Performing Art

6 - 8 Sept 2018
Surakarta

 

 

Top