Select Language: Bahasa Indonesia | English
© Bokor World Music Festival

Musik

Bokor World Music Festival 2018

  14      Simpan ke kalender 2018-11-16 10:00:00 2018-11-18 21:00:00 Asia/Jakarta Bokor World Music Festival 2018 Masyarakat kampung membutuhkan hiburan berkelas. Demikianlah suara yang digaungkan Sanggar Bathin Galang mewakili warga Desa Bokor melalui penyelenggaraan Bokor World Music Festival. Diselenggarakan pertama kali pada 2015, Bokor World Music Festival adalah pergelaran musik dunia yang memperkenalkan kearifan para pewaris budaya Melayu penghuni ceruk Sungai Bokor, Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Tidak hanya menampilkan grup-grup musik Nusantara, sejak 2016 festival ini telah berhasil mengundang dan mencuri perhatian sejumlah musisi internasional asal Malaysia, Prancis, Inggris, Wales, Meksiko, dan Polandia. Salah satunya adalah Steev Kindwald. Lelaki yang mahir memainkan alat musik tiup ini menikmati penampilannya yang digelar di atas pentas megah di tepian Sungai Bokor, berlatar pohon-pohon durian yang usianya sudah seabad.

Di samping pertunjukan musik, Bokor World Music Festival juga mempromosikan potensi-potensi lokal lainnya, seperti lomba lari di atas tual sagu yang merupakan permainan rakyat setempat, serta hidangan khas Bokor yang disajikan para tuan rumah untuk para peserta dan pengunjung. Festival ini juga menanggap para musisi tamunya untuk menjadi narasumber lokakarya musik yang diikuti oleh anak-anak sekolah setempat.

Jauh dari kebisingan kota, di Bokor tidak ada mobil, hanya ada perahu, sepeda, motor dan gerobak. Melibatkan warga, dengan moda itulah para pengunjung, peserta beserta instrumen-instrumen musik mereka diangkut. Mereka kemudian diinapkan di rumah-rumah penduduk. Untuk mencapai lokasi acara, mereka pun harus menempuhnya dengan berjalan kaki menyusuri kelokan Sungai Bokor yang indah.

Untuk edisi 2018, Bokor World Music Festival mengusung tema "Alam Berdendang Mengalun Bunyi". Para musisi dan pengunjung akan diajak untuk menanam bakau di kawasan terdampak abrasi di Pulau Rangsang. Villagers need classy entertainment. The latter is the voice cherished by Sanggar Bathin Galang representing the villagers of Bokor through the implementation of Bokor World Music Festival. First held in 2015, it is a world music concert introducing the wisdom of the heirs of malay culture, inhabitants of Bokor River.

The festival does not only feature Archipelago’s groups, for it has successfully invited and stolen the attention of some international musicians from Malaysia, France, England, Wales, Mexico, and Poland since 2016. One of them was Steev Kindwald. The man who is adept at playing wind instrument enjoyed his performance being held on a stage placed on the banks of Bokor River, set against centuries-old durian trees.

Bokor World Music Festival also promotes local potentials, such as a race over sago tree trunks which is a local folk game, as well as typical Bokor dishes offered by the hosts to the participants and visitors. This festival also invites its guest musicians to be the speakers of workshops attended by local children.

Away from the city hustle, there is no car in Bokor. By involving locals, visitors and participants and their musical instruments are carried by watercrafts, bicycles, motorcycles and carts. They are then hosted at locals’ houses, and have to walk along beautiful Bokor River to reach the event venue.

For its 2018 edition, Bokor World Music Festival adopts “Nature Dances Flowing Sound" as its theme. Musicians and visitors will be invited to plant mangroves in abrasion-affected areas on Rangsang Island.
Desa Bokor Pulau Rangsang Sanggar Bathin Galang sgr.bathin.galang@gmail.com
     399 views

16 - 18 November 2018 | 10:00 - 21:00

berbayar

Kepulauan Meranti, KEPULAUAN RIAU

Desa Bokor, Pulau Rangsang.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Sanggar Bathin Galang

Hubungi :  Sanggar Bathin Galang ‑ sgr.bathin.galang@gmail.com | 0812 7618 505

Tautan :               

Masyarakat kampung membutuhkan hiburan berkelas. Demikianlah suara yang digaungkan Sanggar Bathin Galang mewakili warga Desa Bokor melalui penyelenggaraan Bokor World Music Festival. Diselenggarakan pertama kali pada 2015, Bokor World Music Festival adalah pergelaran musik dunia yang memperkenalkan kearifan para pewaris budaya Melayu penghuni ceruk Sungai Bokor, Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Tidak hanya menampilkan grup-grup musik Nusantara, sejak 2016 festival ini telah berhasil mengundang dan mencuri perhatian sejumlah musisi internasional asal Malaysia, Prancis, Inggris, Wales, Meksiko, dan Polandia. Salah satunya adalah Steev Kindwald. Lelaki yang mahir memainkan alat musik tiup ini menikmati penampilannya yang digelar di atas pentas megah di tepian Sungai Bokor, berlatar pohon-pohon durian yang usianya sudah seabad.

Di samping pertunjukan musik, Bokor World Music Festival juga mempromosikan potensi-potensi lokal lainnya, seperti lomba lari di atas tual sagu yang merupakan permainan rakyat setempat, serta hidangan khas Bokor yang disajikan para tuan rumah untuk para peserta dan pengunjung. Festival ini juga menanggap para musisi tamunya untuk menjadi narasumber lokakarya musik yang diikuti oleh anak-anak sekolah setempat.

Jauh dari kebisingan kota, di Bokor tidak ada mobil, hanya ada perahu, sepeda, motor dan gerobak. Melibatkan warga, dengan moda itulah para pengunjung, peserta beserta instrumen-instrumen musik mereka diangkut. Mereka kemudian diinapkan di rumah-rumah penduduk. Untuk mencapai lokasi acara, mereka pun harus menempuhnya dengan berjalan kaki menyusuri kelokan Sungai Bokor yang indah.

Untuk edisi 2018, Bokor World Music Festival mengusung tema "Alam Berdendang Mengalun Bunyi". Para musisi dan pengunjung akan diajak untuk menanam bakau di kawasan terdampak abrasi di Pulau Rangsang.

Dari Pelabuhan Sekupang di Pulau Batam Anda dapat menaiki kapal fery pukul 07.00 atau 11.00 menuju Selat Panjang, dilanjutkan kemudian dengan menumpang kapal kayu ke Desa Bokor. Anda dapat mengontak penyelenggara yang akan mencarikan tuan rumah untuk Anda.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 2 Juli 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Jazz Gunung Bromo

27 - 29 Juli 2018
Probolinggo

SIPFest 2018: Ananda Sukarlan

5 Agustus 2018
Jakarta

International Gamelan festival 2018

9 - 16 Agust 2018
Surakarta

SIPFest 2018: Quartuor Bozzini

10 - 11 Agust 2018
Jakarta

SIPFest 2018: Quasar Quarto de…

24 - 25 Agust 2018
Jakarta

 

 

Top