Select Language: Bahasa Indonesia | English

Musik

International Gamelan festival 2018

  13      Simpan ke kalender 2018-08-09 10:00:00 2018-08-17 21:00:00 Asia/Jakarta International Gamelan festival 2018 Gamelan telah ada dan menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa lebih dari seribu tahun lalu. Relief-relief pada panel-panel rupadhatu candi Borobudur, memberi gambaran bahwa ia telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat kala itu. Tatkala negeri-negeri dari mana tradisi gamelan itu berasal surut dan tergantikan oleh negeri-negeri baru dengan sistem ketatanegaraan yang baru, gamelan masih meneruskan eksistensinya dalam masyarakat.

Gamelan telah mengalami persebaran, bukan saja secara geografis, tetapi juga mengalami penyesuaian dari sisi bentuk, fungsi, dan posisi dalam masyarakatnya. Sudah sejak berabad lalu, gamelan menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara bahkan hingga ke pelosok dunia, membentuk berbagai komunitas gamelan di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia. Ia menemukan tempat-tempat hidupnya yang baru, diapresiasi oleh beraneka masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di negeri-negeri diaspora.

Gamelan juga mengalami persebaran ke berbagai media ungkap seni seperti tari, teater, cinema, media visual, sastra, juga musik industri. Singkatnya gamelan bukan lagi semata mata sebuah bentuk ekspresi musik, melainkan telah menjadi suatu bentuk ekspresi kultural.

Mengusung tema “Homecoming”, Gamelan International Festival 2018 diharapkan mampu mencipta semacam arena mudik bagi kelompok-kelompok gamelan yang telah berdiaspora di berbagai belahan dunia dan dalam beraneka corak perkembangan dan fungsi.

Sebagaimana halnya peristiwa mudik, Gamelan International Festival diharapkan pula dapat menjadi momentum silaturahmi dan ziarah kultural yang membangkitkan dan merawat ingatan-ingatan, menumbuhkan rasa bangga, mengkonstruksi kembali identitas dan merajut angan-angan tentang masa depan yang harmonis, toleran, setara melalui cara-cara yang estetis sebagaimana layaknya sebuah ansambel gamelan.

Gamelan has become part of everyday life of the Javanese community since over a thousand years ago. Reliefs on rupadhatu panels of Borobudur temple, illustrate that they have become part of the locals’ activities at that time. While the countries from which the tradition of gamelan originates are fading and replaced by new countries, gamelan keeps its existence in the society.

Gamelan has been spreading, not only geographically, but its form has also adapted, its function, and its position in the society. Since centuries ago, it has spread to many regions in the Archipelago even worldwide, forming various gamelan communities in Europe, America, Australia, and Asia. It has been appreciated by different societies and has become a part of everyday life in the diaspora countries.

It has also experienced the spreading to various media such as dance, theater, cinema, visual media, literature, as well as industrial music. In short gamelan is no longer a mere form of musical expression, it has become a form of cultural expression.

Carrying the theme of "Homecoming", 2018 Gamelan International Festival is expected to create a kind of homecoming arena for gamelan groups that have had diaspora in different parts of the world and in various shades of development and function.

Gamelan International Festival is also expected to be the momentum of gathering and cultural pilgrimage that awakens and cares for memories, fosters pride, reconstructs identity and weaves dreams of a harmonious, tolerant, and equal future through aesthetic ways just like a gamelan ensemble.
Kota Solo Pemerintah Kota Solo
     179 views

9 - 17 Agustus 2018 | 10:00 - 21:00

berbayar

Surakarta, JAWA TENGAH

, Kota Solo.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Pemerintah Kota Solo

Hubungi :  Pemerintah Kota Solo

Tautan :                   

Gamelan telah ada dan menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa lebih dari seribu tahun lalu. Relief-relief pada panel-panel rupadhatu candi Borobudur, memberi gambaran bahwa ia telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat kala itu. Tatkala negeri-negeri dari mana tradisi gamelan itu berasal surut dan tergantikan oleh negeri-negeri baru dengan sistem ketatanegaraan yang baru, gamelan masih meneruskan eksistensinya dalam masyarakat.

Gamelan telah mengalami persebaran, bukan saja secara geografis, tetapi juga mengalami penyesuaian dari sisi bentuk, fungsi, dan posisi dalam masyarakatnya. Sudah sejak berabad lalu, gamelan menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara bahkan hingga ke pelosok dunia, membentuk berbagai komunitas gamelan di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia. Ia menemukan tempat-tempat hidupnya yang baru, diapresiasi oleh beraneka masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di negeri-negeri diaspora.

Gamelan juga mengalami persebaran ke berbagai media ungkap seni seperti tari, teater, cinema, media visual, sastra, juga musik industri. Singkatnya gamelan bukan lagi semata mata sebuah bentuk ekspresi musik, melainkan telah menjadi suatu bentuk ekspresi kultural.

Mengusung tema “Homecoming”, Gamelan International Festival 2018 diharapkan mampu mencipta semacam arena mudik bagi kelompok-kelompok gamelan yang telah berdiaspora di berbagai belahan dunia dan dalam beraneka corak perkembangan dan fungsi.

Sebagaimana halnya peristiwa mudik, Gamelan International Festival diharapkan pula dapat menjadi momentum silaturahmi dan ziarah kultural yang membangkitkan dan merawat ingatan-ingatan, menumbuhkan rasa bangga, mengkonstruksi kembali identitas dan merajut angan-angan tentang masa depan yang harmonis, toleran, setara melalui cara-cara yang estetis sebagaimana layaknya sebuah ansambel gamelan.

Acara dibagi ke beberapa lokasi, antara lain: Benteng Vastenburg, Kampus ISI Surakarta, Keraton Kasunanan Surakarta dan Puro Mangkunegaran, Rumah Banjarsari, Balai Soedjatmoko, Lokananta, dan beberapa titik strategis lainnya.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 21 Mei 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Hammersonic Festival 2018

22 Juli 2018
Jakarta

Jazz Gunung Bromo

27 - 29 Juli 2018
Probolinggo

SIPFest 2018: Ananda Sukarlan

5 Agustus 2018
Jakarta

SIPFest 2018: Quartuor Bozzini

10 - 11 Agust 2018
Jakarta

SIPFest 2018: Ju Percussion Grup

14 - 15 Agust 2018
Jakarta

 

 

Top