Pertunjukan

SIPFest 2018: Heretics - Ayelen Parolin

  14      Simpan ke kalender 2018-09-05 20:00:00 2018-09-06 22:00:00 Asia/Jakarta SIPFest 2018: Heretics - Ayelen Parolin Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) merupakan sebuah festival yang menampilkan kesenian puncak, yakni karya-karya seni pertunjukan yang memberikan keragaman, kebaharuan, serta kepiawaian bentuk dan visi seni. SIPFest selalu mengetengahkan karya-karya seni pertunjukan mutakhir dari seniman dalam dan luar negeri yang merupakan pilihan terbaik Dewan Kurator Komunitas Salihara.

SIPFest juga menyuguhkan pentas-ceramah (lecture performance), lokakarya, dan pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya dua dan tiga dimensi di ruang terbuka Salihara selama SIPFest berlangsung.

Pada perhelatan SIPFest 2018, Ayelen Parolin akan menampilkan sebuah karya berjudul “Heretics”. Melalui karya ini, Ayelen mengajak pemirsa masuk ke sebuah ritual kontemporer dengan musik piano orisinal yang dimainkan oleh Lea Petra. Intensitas gerakan yang berangsur meningkat menantang penonton dan penari untuk menemukan klimaks pada ujung pementasan.

Ayelen Parolin lahir di Buenos Aires, Argentina, dan beresidensi di Brussels, Belgia. Ia mendalami seni tari di National School of Dance dan San Martin Theatre di Buenos Aires. Sejak 2004, Ayelen mengembangkan sebuah karya pribadi yang masing-masing ciptaannya berpusat pada motif yang berulang (repetisi).
Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) is a festival featuring “peak art”: artworks that deliver diversity, reform, as well as expertise of art form and vision. SIPFest always concentrates on the latest performance artworks from artists in and outside the country that are the best choice of the Salihara Community’s Curatory Board.

SIPFest also features lecture performances, workshops, and art exhibitions displaying two and three dimensional artworks in the open space of Salihara.

At SIPFest 2018, Ayelen Parolin will present a work titled Heretics. Through the latter, she invites viewers into a contemporary ritual with original piano music played by Lea Petra. The intensity of the gradually increasing movement challenges the audience and the dancers to find the climax at the end of the performance.

Ayelen Parolin was born in Buenos Aires, Argentina, and reside in Brussels, Belgium. She studied dance at the National School of Dance and the San Martin Theater in Buenos Aires. Since 2004 she has developed a personal work, and each of her creations focuses on repetitive theme (repetition).
Teater Salihara Jl. Salihara 16, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12520 Komunitas Salihara info@salihara.org
     95 views

5 - 6 September 2018 | 20:00 - 22:00

berbayar

Jakarta, DKI JAKARTA

Teater Salihara, Jl. Salihara 16, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12520.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Komunitas Salihara

Hubungi :  Komunitas Salihara ‑ info@salihara.org

Tautan :                   

Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) merupakan sebuah festival yang menampilkan kesenian puncak, yakni karya-karya seni pertunjukan yang memberikan keragaman, kebaharuan, serta kepiawaian bentuk dan visi seni. SIPFest selalu mengetengahkan karya-karya seni pertunjukan mutakhir dari seniman dalam dan luar negeri yang merupakan pilihan terbaik Dewan Kurator Komunitas Salihara.

SIPFest juga menyuguhkan pentas-ceramah (lecture performance), lokakarya, dan pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya dua dan tiga dimensi di ruang terbuka Salihara selama SIPFest berlangsung.

Pada perhelatan SIPFest 2018, Ayelen Parolin akan menampilkan sebuah karya berjudul “Heretics”. Melalui karya ini, Ayelen mengajak pemirsa masuk ke sebuah ritual kontemporer dengan musik piano orisinal yang dimainkan oleh Lea Petra. Intensitas gerakan yang berangsur meningkat menantang penonton dan penari untuk menemukan klimaks pada ujung pementasan.

Ayelen Parolin lahir di Buenos Aires, Argentina, dan beresidensi di Brussels, Belgia. Ia mendalami seni tari di National School of Dance dan San Martin Theatre di Buenos Aires. Sejak 2004, Ayelen mengembangkan sebuah karya pribadi yang masing-masing ciptaannya berpusat pada motif yang berulang (repetisi).

Untuk pembelian tiket, silakan cek website.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 11 Juli 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Wayang Orang Bharata: Gatutkaca…

27 Oktober 2018
Jakarta

 

 

Top