Pertunjukan

Wayang Orang Bharata: Duryudana Gugur

  2      Simpan ke kalender 2018-10-13 20:00:00 2018-10-13 24:00:00 Asia/Jakarta Wayang Orang Bharata: Duryudana Gugur Perang Bharata Yudha telah berlangsung selama 18 hari. Banyak sudah senopati dan kurawa beserta prajurit-prajurit mereka yang gugur di medan Tegal Kuru Setra. Tinggal Prabu Suyudana (Duryudono) saja yang masih hidup.

Prabu Baladewa pun menemui Prabu Suyudana untuk menyelesaikan perang Bharata Yudha. Namun, Prabu Suyudana mempunyai persyaratan: ia harus bertarung melawan Bhimasena. Siapa pun yang unggul dalam pertempuran itu berhak memiliki Kerajaan Hastinapura.

Pertarungan antara Prabu Suyudana dan Bhimasena sangat mencekam. Berkali-kali Prabu Suyudana terkena gada Rujak Polo, namun ia sangat kuat. Bhimasena pun kewalahan.

Prabu Kresna membuat siasat guna mengetahui kelemahan Prabu Suyudana. Ia mengutus Harjuna untuk menemui Dewi Banowati, permaisuri Prabu Suyudana, guna mengetahui kelemahan suaminya.

Dewi Banowati bercerita bahwa sewaktu Prabu Suyudana mendapat ilmu dari ibunya, Dewi Gendari, ia harus memenuhi persyaratan dengan menanggalkan busananya. Sewaktu ilmu sedang dipindahkan ke dalam dirinya, sebuah daun jatuh di paha Prabu Suyudana. Di situlah letak kelemahan Prabu Suyudana.

Setelah Bhimasena mengetahui kelemahan Prabu Suyudana dari Harjuna, ia pun menghatamkan gada Rujak Polo ke paha Prabu Suyudana. Seketika gugurlah pemimpin para Kurawa yang memiliki sifat iri, dengki, dan serakah itu.

---
Wayang Orang Bharata berdiri di Jakarta pada 5 Juli 1972 dan menaungi lebih dari 100 penari, pengrawit, dan sinden yang selama beberapa generasi telah malang melintang di panggung seni tradisional.

The Bharata Yudha War had been going on for 18 days. Many senopatis and kuravas along with their soldiers died on the battlefield of Tegal Kuru Setra. King Suyudana (Duryudono) was the only one left alive.

King Baladewa then met King Suyudana to put an end to the Bharata Yudha war. However, King Suyudana had a requirement: he had to fight against Bhimasena. Whoever excelled in the battle had the right to own the Kingdom of Hastinapura.

The battle between King Suyudana and Bhimasena was intense. King Suyudana was hit by the Rujak Polo mace many times, but he was very strong. Bhimasena was overwhelmed.

Prabu Kresna made a strategy to find out the weakness of King Suyudana. He sent Harjuna to meet Dewi Banowati, consort of King Suyudana, to find out the weakness of her husband.

Dewi Banowati said that when King Suyudana got his power from his mother, Dewi Gendari, he had to fulfill the requirements by removing all his clothes. While the power was being transferred into him, a leaf fell on King Suyudana's thigh. That is where the weakness of King Suyudana is.

After Bhimasena found out about the weakness of King Suyudana from Harjuna, he smashed the Rujak Polo mace to King Suyudana's thigh. The leader of the Kuravas who was envious and greedy immediately died.

---
Wayang Orang Bharata was established on the 5th of July 1972 in Jakarta and houses more than 100 dancers, gamelam musicians, and sinden (singers) who have been performing on traditional arts scene for generations.

Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata Purwa Jl. Kalilio 15, RT.10 / RW.04, Senen Wayang Orang Bharata wobharata@gmail.id
     41 views

13 Oktober 2018 | 20:00 - Selesai

berbayar

Jakarta, DKI JAKARTA

Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata Purwa, Jl. Kalilio 15, RT.10 / RW.04, Senen.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Wayang Orang Bharata

Hubungi :  Bapak Yunus ‑ wobharata@gmail.id | 08561211842

Tautan :       

Perang Bharata Yudha telah berlangsung selama 18 hari. Banyak sudah senopati dan kurawa beserta prajurit-prajurit mereka yang gugur di medan Tegal Kuru Setra. Tinggal Prabu Suyudana (Duryudono) saja yang masih hidup.

Prabu Baladewa pun menemui Prabu Suyudana untuk menyelesaikan perang Bharata Yudha. Namun, Prabu Suyudana mempunyai persyaratan: ia harus bertarung melawan Bhimasena. Siapa pun yang unggul dalam pertempuran itu berhak memiliki Kerajaan Hastinapura.

Pertarungan antara Prabu Suyudana dan Bhimasena sangat mencekam. Berkali-kali Prabu Suyudana terkena gada Rujak Polo, namun ia sangat kuat. Bhimasena pun kewalahan.

Prabu Kresna membuat siasat guna mengetahui kelemahan Prabu Suyudana. Ia mengutus Harjuna untuk menemui Dewi Banowati, permaisuri Prabu Suyudana, guna mengetahui kelemahan suaminya.

Dewi Banowati bercerita bahwa sewaktu Prabu Suyudana mendapat ilmu dari ibunya, Dewi Gendari, ia harus memenuhi persyaratan dengan menanggalkan busananya. Sewaktu ilmu sedang dipindahkan ke dalam dirinya, sebuah daun jatuh di paha Prabu Suyudana. Di situlah letak kelemahan Prabu Suyudana.

Setelah Bhimasena mengetahui kelemahan Prabu Suyudana dari Harjuna, ia pun menghatamkan gada Rujak Polo ke paha Prabu Suyudana. Seketika gugurlah pemimpin para Kurawa yang memiliki sifat iri, dengki, dan serakah itu.

---
Wayang Orang Bharata berdiri di Jakarta pada 5 Juli 1972 dan menaungi lebih dari 100 penari, pengrawit, dan sinden yang selama beberapa generasi telah malang melintang di panggung seni tradisional.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 8 Oktober 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Sendratari Ramayana

26 Oktober 2018
Surakarta

Wayang Orang Bharata: Gatutkaca…

27 Oktober 2018
Jakarta

 

 

Top