Pertunjukan

Wayang Orang Bharata: Pandawa Poyong

  1      Simpan ke kalender 2018-10-20 20:00:00 2018-10-20 24:00:00 Asia/Jakarta Wayang Orang Bharata: Pandawa Poyong Dewi Gendari, ibu para Kurawa, sedih hatinya. Pasalnya, anaknya, Prabu Suyudana, gugur di medan perang akibat hantaman gada Bhimasena. Setelah mendengar kabar itu dari istrinya, Destarastra ingin menuntut balas ke Bhimasena.

Kematian Suyudana menandakan berakhirnya perang Bharata Yudha. Sesuai sesumbar Suyudana, siapa pun yang memenangkan pertarungan antara dirinya dan Bhimasena, berhak memiliki Kerajaan Hastina Pura. Maka, Prabu Puntadewa memboyong seluruh saudaranya ke Hastina Pura untuk meminta restu Destarastra.

Kemudian Destarastra memanggil para Pandawa satu per satu. Sewaktu Bhimasena akan maju menghadap, ia mendapatkan peringatan dari Prabu Kresna. Oleh karenanya, ia memberikan gadanya kepada Destarastra. Gada yang dikira tubuh Bhimasena itu diremas hingga hancur oleh Destarasta dengan menggunakan kesaktiannya. Setelah mengetahui bahwa yang ia remas adalah sebuah gada, Destarastra meminta maaf kepada Bhimasena atas keinginan membunuh dirinya.

Bhimasena pun mengusir Destarastra dan Dewi Gendari dari Hastina Pura. Kemanakah Destrarastra dan Dewi Gendari pergi? Apa yang akan mereka alami akibat perbuatan dosa mereka?

---
Wayang Orang Bharata berdiri di Jakarta pada 5 Juli 1972 dan menaungi lebih dari 100 penari, pengrawit, dan sinden yang selama beberapa generasi telah malang melintang di panggung seni tradisional.

Dewi Gendari, mother of the Kuravas, was sad. The death of King Suyuduna who was smashed by the mace of Bhimasena on the battlefield was the reason behind it. After hearing the news from his wife, Destarastra wanted to take revenge on Bhimasena.

Suyudana's death symbolised the end of the Bharata Yudha war. According to Suyudana’s word, whoever wins the battle between himself and Bhimasena, is entitled to own the Kingdom of Hastina Pura. King Puntadewa therefore brought his entire family to Hastina Pura to ask for Destarastra's approval.

Destarastra then called the Pandavas one by one. When Bhimasena was coming forward, he received a warning from King Krishna. Thus, he gave his mace to Destarastra. The mace that Destarastra considered as Bhimasena’s body was squeezed to pieces using his power. After acknowledging that what he squeezed was a mace, Destarastra apologised to Bhimasena for wishing to kill him.

Bhimasena then expelled Destarastra and Dewi Gendari from Hastina Pura. Where will Destrarastra and Dewi Gendari go? What will they face in consequence of their sins?

---
Wayang Orang Bharata was established on the 5th of July 1972 in Jakarta and houses more than 100 dancers, gamelam musicians, and sinden (singers) who have been performing on traditional arts scene for generations.

Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata Purwa Jl. Kalilio 15, RT.10 / RW.04, Senen Wayang Orang Bharata wobharata@gmail.id
     16 views

20 Oktober 2018 | 20:00 - Selesai

berbayar

Jakarta, DKI JAKARTA

Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata Purwa, Jl. Kalilio 15, RT.10 / RW.04, Senen.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Wayang Orang Bharata

Hubungi :  Bapak Yunus ‑ wobharata@gmail.id | 08561211842

Tautan :       

Dewi Gendari, ibu para Kurawa, sedih hatinya. Pasalnya, anaknya, Prabu Suyudana, gugur di medan perang akibat hantaman gada Bhimasena. Setelah mendengar kabar itu dari istrinya, Destarastra ingin menuntut balas ke Bhimasena.

Kematian Suyudana menandakan berakhirnya perang Bharata Yudha. Sesuai sesumbar Suyudana, siapa pun yang memenangkan pertarungan antara dirinya dan Bhimasena, berhak memiliki Kerajaan Hastina Pura. Maka, Prabu Puntadewa memboyong seluruh saudaranya ke Hastina Pura untuk meminta restu Destarastra.

Kemudian Destarastra memanggil para Pandawa satu per satu. Sewaktu Bhimasena akan maju menghadap, ia mendapatkan peringatan dari Prabu Kresna. Oleh karenanya, ia memberikan gadanya kepada Destarastra. Gada yang dikira tubuh Bhimasena itu diremas hingga hancur oleh Destarasta dengan menggunakan kesaktiannya. Setelah mengetahui bahwa yang ia remas adalah sebuah gada, Destarastra meminta maaf kepada Bhimasena atas keinginan membunuh dirinya.

Bhimasena pun mengusir Destarastra dan Dewi Gendari dari Hastina Pura. Kemanakah Destrarastra dan Dewi Gendari pergi? Apa yang akan mereka alami akibat perbuatan dosa mereka?

---
Wayang Orang Bharata berdiri di Jakarta pada 5 Juli 1972 dan menaungi lebih dari 100 penari, pengrawit, dan sinden yang selama beberapa generasi telah malang melintang di panggung seni tradisional.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 8 Oktober 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Sendratari Ramayana

26 Oktober 2018
Surakarta

Wayang Orang Bharata: Gatutkaca…

27 Oktober 2018
Jakarta

 

 

Top