Pertunjukan

Wayang Orang Bharata: Gatutkaca Luweng

  1      Simpan ke kalender 2018-10-27 20:00:00 2018-10-27 24:00:00 Asia/Jakarta Wayang Orang Bharata: Gatutkaca Luweng Dari perkawinan Gatutkaca dan Pergiwa lahirlah seorang putra bernama Sasi Kirana. Namun, kebahagiaan mereka terusik kala Putra Mahkota Hastina Pura, Lesmana Mandrakumara, ingin memperistri Pergiwa.

Untuk memboyong Pergiwa ke Kerajaan Hastina Pura, Lesmana mengatur siasat. Ia berpura-pura mengajak main Sasi Kirana, kemudian membawanya pergi. Pergiwa pun menyusul kepergian putranya. Di tengah jalan ia bertemu dengan para Kurawa yang kemudian memboyongnya ke Kerajaan Hastina Pura, sedangkan Sasi Kirana diberikan kepada Patih Sengkuni.

Gatutkaca yang sedang sakit mendengar kabar penculikan istri dan putranya. Ia pun segera menyusul untuk meminta kembali Pergiwa dan Sasi Kirana. Terjadilah pertempuran. Sengkuni yang licik menyuruh para Kurawa untuk membuat sebuah luwengan ‘lubang’. Ketika Gatutkaca jatuh ke dalam luwengan, para Kurawa menimbunnya dengan batu.

Bagaimanakah nasib Gatutkaca selanjutnya? Apakah Lesmana berhasil memperistri Pergiwa? Dan bagaimana nasib Sasi Kirana di tangan Sengkuni?

---
Wayang Orang Bharata berdiri di Jakarta pada 5 Juli 1972 dan menaungi lebih dari 100 penari, pengrawit, dan sinden yang selama beberapa generasi telah malang melintang di panggung seni tradisional.

From the marriage of Gatutkaca and Pergiwa a boy named Sasi Kirana was born. However, their happiness was disturbed when the Crown Prince Hastina Pura, Lesmana Mandrakumara, wished to marry Pergiwa.

Lesmana set a strategy to bring Pergiwa to the Kingdom of Hastina Pura. He pretended to invite Sasi Kirana to play, then took him away. Pergiwa then went after her son. In the middle of the road she met the Kuravas who then brought her to the Hastina Pura Kingdom, whereas Sasi Kirana was given to Patih Sengkuni.

Gatutkaca, who was sick, heard the kidnapping of his wife and son. He soon followed to ask for the return of Bawawa and Sasi Kirana. A battle ensued. The cunning Sengkuni told the Kuravas to dig a hole. Whilst Gatutkaca fell into the hole, the Kuravas piled it up with stones.

What is the fate of Gatutkaca then? Did Lesmana manage to marry Pergiwa? And what is the fate of Sasi Kirana in Sengkuni's hands?

---
Wayang Orang Bharata was established on the 5th of July 1972 in Jakarta and houses more than 100 dancers, gamelam musicians, and sinden (singers) who have been performing on traditional arts scene for generations.

Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata Purwa Jl. Kalilio 15, RT.10 / RW.04, Senen Wayang Orang Bharata wobharata@gmail.id
     25 views

27 Oktober 2018 | 20:00 - Selesai

berbayar

Jakarta, DKI JAKARTA

Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata Purwa, Jl. Kalilio 15, RT.10 / RW.04, Senen.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Wayang Orang Bharata

Hubungi :  Bapak Yunus ‑ wobharata@gmail.id | 08561211842

Tautan :       

Dari perkawinan Gatutkaca dan Pergiwa lahirlah seorang putra bernama Sasi Kirana. Namun, kebahagiaan mereka terusik kala Putra Mahkota Hastina Pura, Lesmana Mandrakumara, ingin memperistri Pergiwa.

Untuk memboyong Pergiwa ke Kerajaan Hastina Pura, Lesmana mengatur siasat. Ia berpura-pura mengajak main Sasi Kirana, kemudian membawanya pergi. Pergiwa pun menyusul kepergian putranya. Di tengah jalan ia bertemu dengan para Kurawa yang kemudian memboyongnya ke Kerajaan Hastina Pura, sedangkan Sasi Kirana diberikan kepada Patih Sengkuni.

Gatutkaca yang sedang sakit mendengar kabar penculikan istri dan putranya. Ia pun segera menyusul untuk meminta kembali Pergiwa dan Sasi Kirana. Terjadilah pertempuran. Sengkuni yang licik menyuruh para Kurawa untuk membuat sebuah luwengan ‘lubang’. Ketika Gatutkaca jatuh ke dalam luwengan, para Kurawa menimbunnya dengan batu.

Bagaimanakah nasib Gatutkaca selanjutnya? Apakah Lesmana berhasil memperistri Pergiwa? Dan bagaimana nasib Sasi Kirana di tangan Sengkuni?

---
Wayang Orang Bharata berdiri di Jakarta pada 5 Juli 1972 dan menaungi lebih dari 100 penari, pengrawit, dan sinden yang selama beberapa generasi telah malang melintang di panggung seni tradisional.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 8 Oktober 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Sendratari Ramayana

26 Oktober 2018
Surakarta

 

 

Top