Festival

Festival Budaya Saman 2018

  1      Simpan ke kalender 2018-10-13 09:00:00 2018-11-19 24:00:00 Asia/Jakarta Festival Budaya Saman 2018 Sebagai mukadimah, tampil seorang tua cerdik untuk memberikan nasihat-nasihat kepada penari dan penonton. Para penari terdiri dari pria-pria muda dengan pakaian adat Gayo. Dercak suara tepukan tangan para penari bersamaan dengan alunan yang mereka bawakan menjadi pengiring alami tarian yang disebut sebagai Saman.

Sejak 2011, Unesco menetapkan Saman sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTB) asal Indonesia. Dikenal sebagai “Dance of Thousand Hands” di kancah internasional, tarian ini merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan. Tarian asal Gayo tersebut mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, dan kebersamaan.

Menjadi salah satu festival tari terbesar di Indonesia, Festival Budaya Saman akan digelar di Kabupaten Gayo, Lues, Nanggroe Aceh Darussalam. Tidak hanya sebagai perayaan, festival ini juga sebagai ajang eksistensi Saman sebagai salah satu seni pertunjukan asli Indonesia yang telah mendunia. Merupakan suatu perhelatan kolosal yang menghidupkan karya cipta tanah asalnya, festival yang sudah digelar bertahun-tahun tersebut juga mengajak masyarakat untuk menikmati, meresapi, serta mempelajari sebuah sistem budaya Gayo.

Di tahun ini, Festival Budaya Saman diperluas dengan melibatkan ratusan penampil serta puluhan komunitas dan kampung dengan tujuan merayakan keberadaan ekosistem pertunjukan Saman di kawasan Gayo Lues. Tradisi Bejamu Saman, yaitu pegelaran Saman selama dua hari dua malam (Roa lo roa ingi), akan menjadi konsep baru yang diterapkan sebagai kegiatan utama pada festival ini. Dalam pagelaran ini, para penari dari dua kampung berbeda akan tampil secara bersamaan dan berbagi peran; antara tuan rumah dan tamu.

As the introduction, a witty old man appeared to give advice to dancers and spectators. The dancers consist of young men with traditional Gayo costume. The voices of the dancers' handclaps together with the strains they bring into the performance become a natural dance accompaniment called Saman.

Unesco has established Saman as one of the Intangible Cultural Heritages from Indonesia since 2011. Known as the "Dance of Thousand Hands" on the international stage, this dance is one of the means to delivering messages. This Gayo dance reflects education, religion, politeness, heroism, and togetherness.

Being one of the largest dance festivals in Indonesia, the Saman Culture Festival will be held in Gayo District, Lues, Nanggroe Aceh Darussalam. This festival is not only an arena for the existance of Saman as one of Indonesia's original performing arts that has been known worldwide, but also as a celebration. It is a colossal event that enlivens the works from the homeland. The festival that has been held for years also invites people to enjoy, understand, and learn about Gayo cultural system.

This year, the Saman Culture Festival is expanded by involving hundreds of performers and dozens of communities and villages, aiming to celebrate the existence of Saman show in Gayo Lues region. The Saman Bejamu tradition - Saman performance for two days and two nights (Roa lo roa ingi), will be a new concept that is used as the main activity of this event. In this performance, dancers from two different villages will perform simultaneously and share roles ; between host and guest.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues
     40 views

13 Oktober - 19 November 2018 | 09:00 - Selesai

gratis

Gayo Lues, ACEH

.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Pemerintah Kabupaten Gayo Lues

Hubungi :  Pemerintah Kabupaten Gayo Lues

Tautan :                   

Sebagai mukadimah, tampil seorang tua cerdik untuk memberikan nasihat-nasihat kepada penari dan penonton. Para penari terdiri dari pria-pria muda dengan pakaian adat Gayo. Dercak suara tepukan tangan para penari bersamaan dengan alunan yang mereka bawakan menjadi pengiring alami tarian yang disebut sebagai Saman.

Sejak 2011, Unesco menetapkan Saman sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTB) asal Indonesia. Dikenal sebagai “Dance of Thousand Hands” di kancah internasional, tarian ini merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan. Tarian asal Gayo tersebut mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, dan kebersamaan.

Menjadi salah satu festival tari terbesar di Indonesia, Festival Budaya Saman akan digelar di Kabupaten Gayo, Lues, Nanggroe Aceh Darussalam. Tidak hanya sebagai perayaan, festival ini juga sebagai ajang eksistensi Saman sebagai salah satu seni pertunjukan asli Indonesia yang telah mendunia. Merupakan suatu perhelatan kolosal yang menghidupkan karya cipta tanah asalnya, festival yang sudah digelar bertahun-tahun tersebut juga mengajak masyarakat untuk menikmati, meresapi, serta mempelajari sebuah sistem budaya Gayo.

Di tahun ini, Festival Budaya Saman diperluas dengan melibatkan ratusan penampil serta puluhan komunitas dan kampung dengan tujuan merayakan keberadaan ekosistem pertunjukan Saman di kawasan Gayo Lues. Tradisi Bejamu Saman, yaitu pegelaran Saman selama dua hari dua malam (Roa lo roa ingi), akan menjadi konsep baru yang diterapkan sebagai kegiatan utama pada festival ini. Dalam pagelaran ini, para penari dari dua kampung berbeda akan tampil secara bersamaan dan berbagi peran; antara tuan rumah dan tamu.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 17 Oktober 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

The 15th Ubud Writers and Readers…

24 - 28 Okt 2018
Gianyar

Festival Meti Kei 2018

25 - 29 Okt 2018
Maluku Tenggara

Sendratari Ramayana

26 Oktober 2018
Surakarta

Wayang Orang Bharata: Gatutkaca…

27 Oktober 2018
Jakarta

The 7th Borobudur Writers and…

23 - 25 Nov 2018
Yogyakarta

 

 

Top