Festival

Ya’ Ahowu Nias Festival 2018

  3      Simpan ke kalender 2018-11-16 08:00:00 2018-11-20 24:00:00 Asia/Jakarta Ya’ Ahowu Nias Festival 2018 Dahulu kala, setiap Si’ulu, atau kepala suku Nias, berinisiatif mengumpulkan pemuda desa untuk berlatih perang, hal itu dilakukan demi mempertahankan kekuasaan dan ketentraman warga kampungnya dari serangan suku lain.

Lompat Batu (Hombo Batu) adalah latihan pertama yang harus dilakukan oleh pemuda Nias. Bagi mereka yang dapat melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan mampu menggunakan peralatan perang, maka mereka dianggap layak sebagai prajurit perang.

Kini, peperangan tersebut sudah berubah menjadi sebuah atraksi yang kaya akan budaya. Tari Fataele kemudian hadir sebagai bentuk refleksi dari kisah peperangan yang ada di NIas. Dengan membawa Tameng, (Baluse), Pedang (Gari), serta Tombak (Toho) bak kesatria perang, para penari bernari dengan sangat dinamis dengan hentakan kaki yang kemudian diringi oleh musik khas Nias dan suara para penari sebagai ekspresi ketangkasan dan kepahlawanan.

Di Bulan November ini, warisan kebudayaan Nias dapat disaksikan dalam Ya’ahowu Nias Festival. Selain akan menampilkan Hombo Batu dan Tari Fataele, dalam festival yang sudah lima kali digelar ini terdapat pula Ya’ahouwu Nias Parade. Rangkaian parade tersebut meliputi pawai budaya keliling kota dengan kendaraan hias, marching band, dan penampilan kontingen dengan busana dari daerah masing-masing.

Once upon a time, every Si'ulu, or Nias tribal chief, took the initiative to gather young men of their village to train for war. The latter aimed for protecting the power and peace of the villagers from attacks of other tribes.

Stone-jumping (Hombo Batu) was the first training that young Nias men must undergo. For those who could jump over a pile of stones as high as 2 meters and were able to use war equipment, they then were considered deserving of being a warrior.

The war has nowadays turned into an attraction that is rich in culture. The Fataele dance comes as a reflection of the war story in Nias. By carrying shield (Baluse), sword (Gari), and spear (Toho) like what knights do, the dancers dance very dynamically with their foot-stomps which then are followed by a typical Nias music and the dancers' voice as an expressioin of agility and heroism.

In November, Nias cultural heritage can be seen at the Ya'ahowu Nias Festival. In addition to featuring Hombo Batu and Fataele Dance, Ya’ahouwu Nias Parade will also take place in this festival that has been held five times. This series of parades include cultural parade around the city by decorated vehicles accompanied by marching bands and contingent performances with clothing from their respective regions.

Teluk Dalam Dinas Pariwisata Nias Selatan disbudparpora.nisel@gmail.com
     38 views

16 - 20 November 2018 | 08:00 - Selesai

gratis

Nias Selatan, SUMATERA UTARA

Teluk Dalam.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Dinas Pariwisata Nias Selatan

Hubungi :  Dinas Pariwisata Nias Selatan ‑ disbudparpora.nisel@gmail.com

Tautan :                   

Dahulu kala, setiap Si’ulu, atau kepala suku Nias, berinisiatif mengumpulkan pemuda desa untuk berlatih perang, hal itu dilakukan demi mempertahankan kekuasaan dan ketentraman warga kampungnya dari serangan suku lain.

Lompat Batu (Hombo Batu) adalah latihan pertama yang harus dilakukan oleh pemuda Nias. Bagi mereka yang dapat melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan mampu menggunakan peralatan perang, maka mereka dianggap layak sebagai prajurit perang.

Kini, peperangan tersebut sudah berubah menjadi sebuah atraksi yang kaya akan budaya. Tari Fataele kemudian hadir sebagai bentuk refleksi dari kisah peperangan yang ada di NIas. Dengan membawa Tameng, (Baluse), Pedang (Gari), serta Tombak (Toho) bak kesatria perang, para penari bernari dengan sangat dinamis dengan hentakan kaki yang kemudian diringi oleh musik khas Nias dan suara para penari sebagai ekspresi ketangkasan dan kepahlawanan.

Di Bulan November ini, warisan kebudayaan Nias dapat disaksikan dalam Ya’ahowu Nias Festival. Selain akan menampilkan Hombo Batu dan Tari Fataele, dalam festival yang sudah lima kali digelar ini terdapat pula Ya’ahouwu Nias Parade. Rangkaian parade tersebut meliputi pawai budaya keliling kota dengan kendaraan hias, marching band, dan penampilan kontingen dengan busana dari daerah masing-masing.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 6 November 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top