© kanalponorogo

Budaya

Upacara Kebo Ketan 2018

  16      Simpan ke kalender 2018-11-23 07:00:00 2018-11-24 24:00:00 Asia/Jakarta Upacara Kebo Ketan 2018 Dalam perjalanan menuju moksa untuk bertapa di puncak Gunung Lawu, Brawijaya Pamungkas memutuskan untuk singgah di tempuran sungai Ketonggo, Ngawi. Di Sendang Ngiyom, ia bertemu dengan Dewi Setyowati, peri dan danyang penjaga Sendang Margo dan Sendang Ngiyom di Alas Begal. Istri dari seniman Kodok Ibnu Sukodok ini kemudian mengiringi sang prabu Majapahit itu untuk meninggalkan alam materi dan masuk ke alam gaib.

Dikemas dalam lakon ketoprak oleh kelompok Puspo Budoyo, kisah tersebut akan menjadi mukadimah di hari pertama Upacara Kebo Ketan. Sejatinya, upacara yang digelar di Desa Sekalaras ini adalah bentuk perayaan dari Maulud Nabi. Dengan keadaan masyarakat yang dinilai kini tengah terpecah dalam berbagai agama, budaya, ras, hingga politik, maka dibutuhkan suatu karya seni dalam upacara ini sebagai upaya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat.

Berlangsung di pagi hari, selamatan dan pengguyangan Sang Kebo Ketan beserta penghiasannya di Rumah Tua Sekalaras menjadi puncak dari upacara ini. Acara ini kemudian berlanjut ke Lapangan Desa Sekalaras. Di arena berdiameter 40 m tersebut, sang Kebo Ketan akan dijemput oleh tujuh penari serupa bidadari yang menarikan Bedaya Kebo Ketan, dan kemudian menyanggrahkan sang kebo di panggung untuk kemudian disembelih.

Sore harinya, berbagai upacara sakralisasi oleh pemuka agama Kasogatan Hindu Jawa, Hindu Buddha Sriwijaya, dan Sunda Wiwitan akan ditampilkan dengan iringan musik sakralisasi. Reog Singa Muda Legawa Sekalaras pun akan tampil memeriahkan suasana. Selain itu, upacara yang tahun ini disutradarai oleh Bramantyo Prijosusilo, Godeliva Sari, dan Giyono Dhatnyenk ini juga akan menampilkan Tari Gedrug,

On the way to Moksa in order to meditate at the top of Mount Lawu, Brawijaya Pamungkas decided to stop by the Ketonggo River, Ngawi. He met Dewi Setyowati at Sendang Ngiyom, a fairy and guarding spirit of Sendang Margo and Sendang Ngiyom in Alas Begal who then accompanied the king of Majapahit Kingdom to leave the material realm and enter the supernatural world.

Packed in “ketoprak” play by the Puspo Budoyo group, the story will be the preamble on the ceremony’s first day. Indeed, the ceremony held in Sekalaras Village is a celebratory form of the prophet Muhammad’s birthday. With the condition of the community that is now considered to be divided in various religions, cultures, races, and politics, an artwork is needed in this ceremony as an effort to embrace all elements of society.

The celebration of Kebo Ketan along with its decorations that take place in the morning at Sekalaras’ Old House, have become the highlight of the event. The latter then continues to Sekalaras Village Square where seven angel-like dancers dancing Bedaya Kebo Ketan will come after the mascot and bring it onto the stage to beheaded.

In the afternoon, various sacred ceremonies by the leaders of the Javanese Kasogatan Hinduism, Sriwijaya Hindu-Buddhism, and Sunda Wiwitan will be present with a sacred music accompaniment. Reog Young Lion Legawa Sekalaras will also enliven the atmosphere. In addition, this year's ceremony that is directed by Bramantyo Prijosusilo, Godeliva Sari, and Giyono Dhatnyenk, will also feature the Gedrug Dance.

Rumah Tua dan Lapangan Bola Desa Sekaralas Desa Sekaralas, Widodaren Kraton Ngiyom office@kratonngiyom.org
     451 views

23 - 24 November 2018 | 07:00 - Selesai

gratis

Ngawi, JAWA TIMUR

Rumah Tua dan Lapangan Bola Desa Sekaralas, Desa Sekaralas, Widodaren.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Kraton Ngiyom

Hubungi :  Sari ‑ office@kratonngiyom.org | 082135901008

Tautan :                   

Dalam perjalanan menuju moksa untuk bertapa di puncak Gunung Lawu, Brawijaya Pamungkas memutuskan untuk singgah di tempuran sungai Ketonggo, Ngawi. Di Sendang Ngiyom, ia bertemu dengan Dewi Setyowati, peri dan danyang penjaga Sendang Margo dan Sendang Ngiyom di Alas Begal. Istri dari seniman Kodok Ibnu Sukodok ini kemudian mengiringi sang prabu Majapahit itu untuk meninggalkan alam materi dan masuk ke alam gaib.

Dikemas dalam lakon ketoprak oleh kelompok Puspo Budoyo, kisah tersebut akan menjadi mukadimah di hari pertama Upacara Kebo Ketan. Sejatinya, upacara yang digelar di Desa Sekalaras ini adalah bentuk perayaan dari Maulud Nabi. Dengan keadaan masyarakat yang dinilai kini tengah terpecah dalam berbagai agama, budaya, ras, hingga politik, maka dibutuhkan suatu karya seni dalam upacara ini sebagai upaya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat.

Berlangsung di pagi hari, selamatan dan pengguyangan Sang Kebo Ketan beserta penghiasannya di Rumah Tua Sekalaras menjadi puncak dari upacara ini. Acara ini kemudian berlanjut ke Lapangan Desa Sekalaras. Di arena berdiameter 40 m tersebut, sang Kebo Ketan akan dijemput oleh tujuh penari serupa bidadari yang menarikan Bedaya Kebo Ketan, dan kemudian menyanggrahkan sang kebo di panggung untuk kemudian disembelih.

Sore harinya, berbagai upacara sakralisasi oleh pemuka agama Kasogatan Hindu Jawa, Hindu Buddha Sriwijaya, dan Sunda Wiwitan akan ditampilkan dengan iringan musik sakralisasi. Reog Singa Muda Legawa Sekalaras pun akan tampil memeriahkan suasana. Selain itu, upacara yang tahun ini disutradarai oleh Bramantyo Prijosusilo, Godeliva Sari, dan Giyono Dhatnyenk ini juga akan menampilkan Tari Gedrug,

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 12 November 2018



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Festival Legu Gam 2019

23 Maret - 13 April 2019
Ternate

Semana Santa Larantuka 2019

17 - 18 April 2019
Flores Timur

 

 

Top