© Mugi Dance Community

Pertunjukan

Festival Hujan Internasional 2019

  5      Simpan ke kalender 2019-01-12 16:00:00 2019-01-13 24:00:00 Asia/Jakarta Festival Hujan Internasional 2019 Dalam kesehariannya, musim hujan kerap dikaitkan dengan kesusahan seperti banjir, longsor, dan “bencana” lainnya yang menitikberatkan kelimpahan air sebagai hal yang merepotkan. Seniman tari asal Sukoharjo, Mugiyono Kasido, mengajak masyarakat untuk menghapus pandangan tersebut dan memaknainya sebagai anugerah yang layak disyukuri.

Karena hujan, masyarakat dijauhkan dari kemarau, bercocok tanam jadi mudah, dan kelangsungan hidup manusia dapat terus terjaga. Mugiyono menghelat Festival Hujan Internasional pertama kali pada 2015. Ia mempersembahkan penampilan tari, musik, wayang, teater, serta lokakarya yang memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai bagaimana memanfaatkan air hujan.

Tahun ini, Festival Hujan International tengah bersiap, melibatkan seniman-seniman tari dari Studio Mugi Dance serta masyarakat Sukoharjo. Anak-anak tidak ketinggalan. Selain mereka, perayaan hujan ini juga akan ditarikan oleh seniman-seniman lain dari dalam dan luar negeri. Komposer musik kontemporer asal Meksiko, Victor Hugo Hidalgo, akan memadukan tarian Jawa, Bali, dan Kalimantan. Sementara Ngesti Laras mengeksplorasi ide pementasan mereka dari topi bambu petani yang mereka gunakan sebagai alat musik untuk mengiringi tarian. Wangi Indriya, penari senior yang menguasai tari topeng Cirebon dan Indramayu juga akan hadir memberikan persembahannya.

Akan berbagi berkah bersama mereka adalah adalah Yuan Moro O Campo, Suprapto Suryodarmo, Gabriella Rosa Bertin, Kaori Okado, dan Mami Yamamura. Percikan air dari kaki-kaki yang menari dan tangan-tangan yang menadah, bergembira mumpung mandi hujan belum dilarang. Mari!

Mugi Dance Studio Krapyak, RT.1 RW. 7 Pucangan, Kartasura. Mugi Dance Community mugidance@gmail.com
     102 views

12 - 13 Januari 2019 | 16:00 - Selesai

gratis

Kartasura, JAWA TENGAH

Mugi Dance Studio, Krapyak, RT.1 RW. 7 Pucangan, Kartasura. .
Lihat peta

Dikelola Oleh : Mugi Dance Community

Hubungi :  Mugi Dance Community ‑ mugidance@gmail.com | 0812 298 6479

Tautan :           

Dalam kesehariannya, musim hujan kerap dikaitkan dengan kesusahan seperti banjir, longsor, dan “bencana” lainnya yang menitikberatkan kelimpahan air sebagai hal yang merepotkan. Seniman tari asal Sukoharjo, Mugiyono Kasido, mengajak masyarakat untuk menghapus pandangan tersebut dan memaknainya sebagai anugerah yang layak disyukuri.

Karena hujan, masyarakat dijauhkan dari kemarau, bercocok tanam jadi mudah, dan kelangsungan hidup manusia dapat terus terjaga. Mugiyono menghelat Festival Hujan Internasional pertama kali pada 2015. Ia mempersembahkan penampilan tari, musik, wayang, teater, serta lokakarya yang memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai bagaimana memanfaatkan air hujan.

Tahun ini, Festival Hujan International tengah bersiap, melibatkan seniman-seniman tari dari Studio Mugi Dance serta masyarakat Sukoharjo. Anak-anak tidak ketinggalan. Selain mereka, perayaan hujan ini juga akan ditarikan oleh seniman-seniman lain dari dalam dan luar negeri. Komposer musik kontemporer asal Meksiko, Victor Hugo Hidalgo, akan memadukan tarian Jawa, Bali, dan Kalimantan. Sementara Ngesti Laras mengeksplorasi ide pementasan mereka dari topi bambu petani yang mereka gunakan sebagai alat musik untuk mengiringi tarian. Wangi Indriya, penari senior yang menguasai tari topeng Cirebon dan Indramayu juga akan hadir memberikan persembahannya.

Akan berbagi berkah bersama mereka adalah adalah Yuan Moro O Campo, Suprapto Suryodarmo, Gabriella Rosa Bertin, Kaori Okado, dan Mami Yamamura. Percikan air dari kaki-kaki yang menari dan tangan-tangan yang menadah, bergembira mumpung mandi hujan belum dilarang. Mari!

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 7 Januari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top