Tradisi

Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019

  6      Simpan ke kalender 2019-02-05 05:00:00 2019-02-19 24:00:00 Asia/Jakarta Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019 Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, boleh jadi adalah salah satu yang paling meriah. Tidak hanya di Indonesia, juga di dunia. Setiap tahun perayaan Imlek dan Cap Go Meh di kota pecinan itu semakin semarak. Apalagi sejak Cap Go Meh Singkawang dimasukkan dalam kalender wisata nasional pada 2009.

Ketika merayakan Imlek di Singkawang, salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Mi Panjang Umur atau Mi Asin Singkawang. Penganan yang satu ini merupakan jamuan khas Imlek di Singkawang yang tak boleh dilewatkan.

Sementara, Festival Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Imlek yang dilangsukan 15 hari setelahnya. Seperti di negara asalnya, Cap Go Meh dirayakan dengan pemasangan lampion, dan tarian serta arak-arakan barongsai. Namun, adalah Pawai Tatung yang menarik hingga ribuan turis dari berbagai negara turut merayakan Cap Go Meh di Singkawang.

Ritual Pawai Tatung di Singkawang bermula sebagai ritual penyembuhan dan tolak bala di permukiman Suku Khek dan Hakka yang bermigrasi dari Tionghoa ke Singkawang 400 tahun silam. Ritual tolak bala ini disebut Ta Ciau dalam Bahasa Hakka. Sejak saat itu, ritual Ta Ciau dilangsungkan secara rutin setiap tahun hingga saat ini dikenal sebagai Tatung.

Warga etnis Tionghoa di Singkawang meyakini Tatung sebagai tokoh yang menjadi medium arwah para dewa, ksatria, atau pun leluhur yang akan membantu mereka mengusir roh jahat agar kehidupan masyarakat lebih damai. Tradisi Pawai Tatung ini kemudian berakulturasi dengan perayaan Cap Go Meh di Singkawang dan menjelma jadi salah satu festival paling meriah di Asia.

The celebration of Chinese New Year in Singkawang, West Borneo, can be one of the most festive events, not only in Indonesia, but also across the globe.

While celebrating Chinese New Year in Singkawang, one of the must-try foods is Mi Panjang Umur (Noodles of Longevity) or Mi Asin Singkawang (Singkawang Salted Noodles). The dish is a typical Chinese New Year treat in Singkawang that is not to be skipped

Meanwhile, Cap Go Meh Festival is the highlight of Chinese New Year Celebration that takes place 15 days after it starts. Just like in its originating country, Cap Go Meh is celebrated with the set-up of lanterns and lion dance and parade. However, it is the interesting Tatung Parade that attracts thousands of tourists from various countries to celebrate Cap Go Meh in Singkawang.

The Tatung Parade ritual in Singkawang began as a healing and evil-averting ritual by the Khek and Hakka tribes that emigrated from the Mainland China to Singkawang 400 years ago. This evil-averting ritual is called Ta Ciau in Hakka Language. Since then, the Ta Ciau ritual has been held regularly every year until now known as Tatung.

The Chinese ethnic residents in Singkawang believe Tatung as a figure who has become the messenger of gods, knights, or ancestors who will help them drive away evil spirits. The latter allows them to have more peaceful life. The tradition of the Tatung Parade is then acculturated with Cap Go Meh celebration in Singkawang.

Lapangan Kridasana, Singkawang Grand Mall Panitia Perayaan Imlek 2569 & Festival Cap Go Meh capgomeh.skw@gmail.com
     332 views

5 - 19 Februari 2019 | 05:00 - Selesai

gratis

Singkawang, KALIMANTAN BARAT

Lapangan Kridasana, Singkawang Grand Mall.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Panitia Perayaan Imlek 2569 & Festival Cap Go Meh

Hubungi :  Panitia Perayaan Imlek 2569 & Festival Cap Go Meh  ‑ capgomeh.skw@gmail.com | 0562-4202566

Tautan :           

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, boleh jadi adalah salah satu yang paling meriah. Tidak hanya di Indonesia, juga di dunia. Setiap tahun perayaan Imlek dan Cap Go Meh di kota pecinan itu semakin semarak. Apalagi sejak Cap Go Meh Singkawang dimasukkan dalam kalender wisata nasional pada 2009.

Ketika merayakan Imlek di Singkawang, salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Mi Panjang Umur atau Mi Asin Singkawang. Penganan yang satu ini merupakan jamuan khas Imlek di Singkawang yang tak boleh dilewatkan.

Sementara, Festival Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Imlek yang dilangsukan 15 hari setelahnya. Seperti di negara asalnya, Cap Go Meh dirayakan dengan pemasangan lampion, dan tarian serta arak-arakan barongsai. Namun, adalah Pawai Tatung yang menarik hingga ribuan turis dari berbagai negara turut merayakan Cap Go Meh di Singkawang.

Ritual Pawai Tatung di Singkawang bermula sebagai ritual penyembuhan dan tolak bala di permukiman Suku Khek dan Hakka yang bermigrasi dari Tionghoa ke Singkawang 400 tahun silam. Ritual tolak bala ini disebut Ta Ciau dalam Bahasa Hakka. Sejak saat itu, ritual Ta Ciau dilangsungkan secara rutin setiap tahun hingga saat ini dikenal sebagai Tatung.

Warga etnis Tionghoa di Singkawang meyakini Tatung sebagai tokoh yang menjadi medium arwah para dewa, ksatria, atau pun leluhur yang akan membantu mereka mengusir roh jahat agar kehidupan masyarakat lebih damai. Tradisi Pawai Tatung ini kemudian berakulturasi dengan perayaan Cap Go Meh di Singkawang dan menjelma jadi salah satu festival paling meriah di Asia.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 15 Januari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Yadnya Kasada 2019

17 - 19 Juni 2019
Probolinggo

Bakar Tongkang 2019

28 - 30 Juni 2019
Bagansiapiapi

 

 

Top