© Don Hasman

Budaya

Festival Legu Gam 2019

  1      Simpan ke kalender 2019-03-23 08:00:00 2019-04-13 24:00:00 Asia/Jakarta Festival Legu Gam 2019 Digelar sejak tahun 2002, Festival Legu Gam membawa semangat mengembalikan marwah kesultanan dan eksistensi budaya Maluku sesuai dengan semboyan “Ternate Mercusuar Indonesia, Indonesia Mercusuar Dunia”. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun Sultan Ternate Mudhafar Sjah, festival diisi dengan pertunjukan seni budaya khas Maluku Utara dan pesta rakyat Moloku Kie Raha.

Festival Legu Gam diawali dengan ritual Doru Gam, Kololii Kie dan Fere Kie. Doru Gam adalah ritual Sultan mengunjungi tempat-tempat tertentu. Kololii Kie adalah ritual Sultan berlayar mengelilingi Gunung Gamalama dengan kapal. Fere Kie adalah ritual Sultan mendaki Gunung Gamalama. Seusai prosesi tiga ritual, Sultan dihibur dengan tarian tradisional. Pasca wafatnya Sultan Ternate pada 2015, tradisi diteruskan oleh keluarga kerajaan, perangkat adat dan masyarakat setempat.

Tahun ini Festival Legu Gam mengangkat keistimewaan lambang Kesultanan Ternate yaitu Goheba Madopolo Romdidi atau burung berkepala dua. Lambang yang mirip dengan lambang negara-negara Eropa di masa lalu tersebut menunjukan kedaulatan kesultanan yang sejak lama menjalin hubungan dagang dengan negara-negara Eropa.

Kota Ternate di pulau seluas 5681,30 kilometer persegi terletak di kaki Gunung Gamalama yang menawarkan pemandangan gunung berapi dan lautan biru transparan. Wisata gunung dan kehidupan bawah laut menjadi daya tarik utama wilayah penghasil cengkeh dan pala tersebut.

Legu Gam Festival that has been held since 2002 invites back the spirit of the sultanate pride and the existence of Maluku culture as the motto says “Ternate Mercusuar Indonesia, Indonesia Mercusuar Dunia.” (Ternate the Light House of Indonesia, Indonesia the Light House of the World). Coincided with the anniversary celebration of the Ternate Sultan Mudhafar Sjah, this festival is filled with typical art and cultural performances of North Maluku and the folk festival Moloku Kie Raha.

The festival of Legu Gam begins with the Doru Gam, Kololii Kie, and Fere Kie rituals. Doru Gam is the ritual of the Sultan visiting certain places. Kololii Kie is the ritual of the Sultan sailing around Mount Gamalama. Fere Kie is the ritual of the Sultan climbing Mount Gamalama. After the three rituals, the Sultan is entertained with traditional dances. After the death of the Sultan of Ternate in 2015, the tradition has been continued by the royal family, local organisations, and local communities.

This year the festival is raising the distinctiveness of the Ternate Sultanate's symbol, Goheba Madopolo Romdidi or a two-headed bird. This symbol that is similar to the symbols of European countries in the past shows the sovereignty of the sultanate which has long established trade relations with European countries.

The city of Ternate on an island measuring 5681.3 square kilometres is located at the foot of Mount Gamalama, offering the view of the volcano and transparent blue sea. The mountain and underwater life tourisms are the main attraction of this region producing clove and nutmeg.
lapangan Ngara Lamo, Kedaton Kesultanan Ternate Salero, Ternate Utara Legu Gam Moloku Kie Raha info@legugamternate.com
     75 views

23 Maret - 13 April 2019 | 08:00 - Selesai

gratis

Ternate, MALUKU UTARA

lapangan Ngara Lamo, Kedaton Kesultanan Ternate, Salero, Ternate Utara.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Legu Gam Moloku Kie Raha

Hubungi :  Legu Gam Moloku Kie Raha ‑ info@legugamternate.com | 081355541110

Tautan :                   

Digelar sejak tahun 2002, Festival Legu Gam membawa semangat mengembalikan marwah kesultanan dan eksistensi budaya Maluku sesuai dengan semboyan “Ternate Mercusuar Indonesia, Indonesia Mercusuar Dunia”. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun Sultan Ternate Mudhafar Sjah, festival diisi dengan pertunjukan seni budaya khas Maluku Utara dan pesta rakyat Moloku Kie Raha.

Festival Legu Gam diawali dengan ritual Doru Gam, Kololii Kie dan Fere Kie. Doru Gam adalah ritual Sultan mengunjungi tempat-tempat tertentu. Kololii Kie adalah ritual Sultan berlayar mengelilingi Gunung Gamalama dengan kapal. Fere Kie adalah ritual Sultan mendaki Gunung Gamalama. Seusai prosesi tiga ritual, Sultan dihibur dengan tarian tradisional. Pasca wafatnya Sultan Ternate pada 2015, tradisi diteruskan oleh keluarga kerajaan, perangkat adat dan masyarakat setempat.

Tahun ini Festival Legu Gam mengangkat keistimewaan lambang Kesultanan Ternate yaitu Goheba Madopolo Romdidi atau burung berkepala dua. Lambang yang mirip dengan lambang negara-negara Eropa di masa lalu tersebut menunjukan kedaulatan kesultanan yang sejak lama menjalin hubungan dagang dengan negara-negara Eropa.

Kota Ternate di pulau seluas 5681,30 kilometer persegi terletak di kaki Gunung Gamalama yang menawarkan pemandangan gunung berapi dan lautan biru transparan. Wisata gunung dan kehidupan bawah laut menjadi daya tarik utama wilayah penghasil cengkeh dan pala tersebut.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 15 Januari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Semana Santa Larantuka 2019

17 - 18 April 2019
Flores Timur

 

 

Top