© Kornelis Kaha

Budaya

Semana Santa Larantuka 2019

  16      Simpan ke kalender 2019-04-17 08:00:00 2019-04-18 24:00:00 Asia/Jakarta Semana Santa Larantuka 2019 Semana Santa adalah upacara tradisi untuk merayakan Pekan Suci Paskah. Perayaan ini menempatkan Yesus dan Bunda Maria yang berkabung menyaksikan penderitaan anaknya sebelum dan saat disalibkan sebagai pusat ritual.

Tradisi warisan Portugis yang berlangsung sejak 500 tahun lalu ini meleburkan ritus agama dan adat. Semana Santa bermula saat Patung Tuan Ma ditemukan oleh seorang pemuda di Pantai Larantuka. Seorang misionaris Portugis, Pastor Manuel de Kagas lalu menjelaskan kepada raja-raja Larantuka bahwa patung Tuhan Ma yang mereka sembah adalah Bunda Maria. Bunda Maria memiliki putra bernama Yesus yang diklaim sebagai pembawa keselamatan.

Upacara Semana Santa dimulai pada Rabu Trewa atau Rabu Terbelenggu. Pada hari tersebut masyarakat Kota Larantuka seperti berkabung. Namun, pada malamnya membunyikan segala macam bebunyian. Kota lalu akan kembali hening keesokan harinya. Saat Kamis Putih, masyarakat melakukan tradisi menanam lilin (Tikam Turo) sebagai penunjuk rute arak-arakan patung Bunda Maria. Pada saat inilah patung Tuan Ma atau Bunda Maria dikeluarkan, dimandikan, dan dikenakan pakaian berkabung berupa selembar kain warna hitam, ungu, atau mantel beludru biru.

Baru pada Jumat Agung patung Bunda Maria diarak dari kapel Tuan Ma menuju kapel Tuan Ana untuk menjemput Patung Yesus sesuai rute Tikam Turo. Kedua patung lalu diarak menuju Gereja Katedral Renha Rosari Larantuka. Setelah itu, kedua patung lalu diangkut dan diarak mengunakan perahu motor menuju Kapela Pohon Sirih di Pante Kuce, kawasan Istana Raja Larantuka. Prosesi ini biasanya melibatkan arak-arakan perahu serta puluhan bahkan ratusan kapal motor.

Semana Santa is a traditional ceremony to celebrate the holy week of Easter. This celebration puts Jesus as the ritual’s centre, and the sorrow of the Virgin Mary over the suffering of her son before and during the crucification.

This Portuguese heritage tradition that has lasted for 500 years, merges the religious and traditional rites. Semana Santa began while the statue of Tuan Ma was discovered by a young man at Larantuka Beach. A Portuguese missionary, Father Manuel de Kagas then explained to the kings of Larantuka that the statue of Tuan Ma they had been worshiping was the Virgin Mary. Mary has a son named Jesus who is claimed to be the bearer of salvation.

The Semana Santa ceremony starts on Wednesday Trewa (sounds) or Shackled Wednesday. On that day, the people of Larantuka city seem mourning. However, they make any sorts of sound in the evening. The city will be back on silence the next day. On White Thursday, people perform candle planting ritual (Tikam Turo) as the direction of parading the Virgin Mary statue, during which they take out the statue of Tuan Ma and Mary, clean, and dress them sorrowly in the form of black and purple cloth or blue velvet coat.

It is only on Good Friday that the statue of the Virgin Mary is paraded from the chapel of Tuan Ma to the chapel of Tuan Ana to pick up the statue of Jesus following the route of Tikam Turo. The two statues are then paraded to the Cathedral of Renha Rosari Larantuka. They are then transported and paraded using a motorboat to Kapela Pohon Sirih in Pante Kuce, the area of King Larantuka Palace. This procession usually involves boat parades as well as tens or even hundreds of motorboats.
Larantuka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur
     924 views

17 - 18 April 2019 | 08:00 - Selesai

gratis

Flores Timur, NUSA TENGGARA TIMUR

, Larantuka.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur

Hubungi :  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur | 0383-21001

Tautan :       

Semana Santa adalah upacara tradisi untuk merayakan Pekan Suci Paskah. Perayaan ini menempatkan Yesus dan Bunda Maria yang berkabung menyaksikan penderitaan anaknya sebelum dan saat disalibkan sebagai pusat ritual.

Tradisi warisan Portugis yang berlangsung sejak 500 tahun lalu ini meleburkan ritus agama dan adat. Semana Santa bermula saat Patung Tuan Ma ditemukan oleh seorang pemuda di Pantai Larantuka. Seorang misionaris Portugis, Pastor Manuel de Kagas lalu menjelaskan kepada raja-raja Larantuka bahwa patung Tuhan Ma yang mereka sembah adalah Bunda Maria. Bunda Maria memiliki putra bernama Yesus yang diklaim sebagai pembawa keselamatan.

Upacara Semana Santa dimulai pada Rabu Trewa atau Rabu Terbelenggu. Pada hari tersebut masyarakat Kota Larantuka seperti berkabung. Namun, pada malamnya membunyikan segala macam bebunyian. Kota lalu akan kembali hening keesokan harinya. Saat Kamis Putih, masyarakat melakukan tradisi menanam lilin (Tikam Turo) sebagai penunjuk rute arak-arakan patung Bunda Maria. Pada saat inilah patung Tuan Ma atau Bunda Maria dikeluarkan, dimandikan, dan dikenakan pakaian berkabung berupa selembar kain warna hitam, ungu, atau mantel beludru biru.

Baru pada Jumat Agung patung Bunda Maria diarak dari kapel Tuan Ma menuju kapel Tuan Ana untuk menjemput Patung Yesus sesuai rute Tikam Turo. Kedua patung lalu diarak menuju Gereja Katedral Renha Rosari Larantuka. Setelah itu, kedua patung lalu diangkut dan diarak mengunakan perahu motor menuju Kapela Pohon Sirih di Pante Kuce, kawasan Istana Raja Larantuka. Prosesi ini biasanya melibatkan arak-arakan perahu serta puluhan bahkan ratusan kapal motor.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 15 Januari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Dieng Culture Festival 2019

2 - 4 Agust 2019
Banjarnegara

Festival Budaya Lembah Baliem 2019

7 - 10 Agust 2019
Jayawijaya

 

 

Top