Tradisi

Perang Air di Selatpanjang

  2      Simpan ke kalender 2019-02-05 15:00:00 2019-02-10 24:00:00 Asia/Jakarta Perang Air di Selatpanjang Warga Tionghoa di Selatpanjang, Riau punya cerita yang cukup unik. Dulu, setiap warganya yang baru pulang merantau saat tahun baru Imlek, selalu menaiki becak kayuh roda tiga untuk berkunjung ke rumah sanak saudara. Biasanya, para orang tua akan membawa anak-anaknya dalam satu becak. Pada saat itu, anak-anak gemar sekali bermain perang air menggunakan pistol air mainan. Bahkan, setiap berpapasan dengan becak lainnya, anak-anak tersebut saling menembakan air.

Berawal dari hal itu, munculnya sebuah tradisi perang air yang identik dengan perayaan imlek. Di tahun 2013, pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kemudian mengemas tradisi, yang dalam bahasa Hokian disebut juga sebagai “Cian Cui” ini, menjadi sebuah festival tahunan yang dikenal sebagai “Festival Perang Air” Selatpanjang.

Dalam festival ini, masyarakat berkumpul di pinggiran jalan. Sebagian mengelilingi Kota Selatpanjang dengan menggunakan becak. Kemudian mereka pun saling menyiram air dengan menggunakan pistol air atau dengan melemparkan kantong plastik/balon berisi air. Dalam festival yang diselenggarakan selama 6 hari ini, tidak hanya untuk penduduk lokal saja, para penonton maupun wisatawan yang datang melihat pun bisa turut “basah kuyub” dalam festival ini.

Selatpanjang Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Riau
     70 views

5 - 10 Februari 2019 | 15:00 - Selesai

gratis

Kepulauan Meranti, RIAU

Selatpanjang.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Riau

Hubungi :  Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Riau

Tautan :           

Warga Tionghoa di Selatpanjang, Riau punya cerita yang cukup unik. Dulu, setiap warganya yang baru pulang merantau saat tahun baru Imlek, selalu menaiki becak kayuh roda tiga untuk berkunjung ke rumah sanak saudara. Biasanya, para orang tua akan membawa anak-anaknya dalam satu becak. Pada saat itu, anak-anak gemar sekali bermain perang air menggunakan pistol air mainan. Bahkan, setiap berpapasan dengan becak lainnya, anak-anak tersebut saling menembakan air.

Berawal dari hal itu, munculnya sebuah tradisi perang air yang identik dengan perayaan imlek. Di tahun 2013, pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kemudian mengemas tradisi, yang dalam bahasa Hokian disebut juga sebagai “Cian Cui” ini, menjadi sebuah festival tahunan yang dikenal sebagai “Festival Perang Air” Selatpanjang.

Dalam festival ini, masyarakat berkumpul di pinggiran jalan. Sebagian mengelilingi Kota Selatpanjang dengan menggunakan becak. Kemudian mereka pun saling menyiram air dengan menggunakan pistol air atau dengan melemparkan kantong plastik/balon berisi air. Dalam festival yang diselenggarakan selama 6 hari ini, tidak hanya untuk penduduk lokal saja, para penonton maupun wisatawan yang datang melihat pun bisa turut “basah kuyub” dalam festival ini.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 28 Januari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top