© Salihara

Sastra

Kemah Sastra dan Filsafat

  3      Simpan ke kalender 2019-03-22 08:00:00 2019-03-24 24:00:00 Asia/Jakarta Kemah Sastra dan Filsafat Hamparan diksi yang elok, berbumbu benang cerita imaginatif, dituangkan sastra sebagai refleksi dari berbagai aspek kehidupan. Semua yang ada dalam karya sastra kemudian melahirkan banyak perspektif dari pembacanya. Krtitik-kritik sastra pun lahir, sebagai jembatan filosofi yang menghubungkan perspektif pembaca dengan apa yang disajikan oleh sang penulis.

Sastra dan filsafat. Ibarat dua mata koin, keduanya akan selalu berdampingan, namun dalam sisi serta sudut pandang yang tak seutuhnya sama. Keduanya lahir sebagai bentuk refleksi akan kehidupan dengan segala bentuk kritik dan evaluasinya. Semua ilmu pengetahuan di dunia lahir karena adanya filsafat. Begitu pula sastra. Pada akhirnya, keduanya bersifat komplementer, saling melengkapi.

Bagi para penikmat dunia sastrawi, Kemah Sastra dan Filsafat bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang. Para peserta akan dibawa berlibur dalam balutan suasana alam sembari menambah wacana filsafat, kemampuan menulis, serta menyunting bersama novelis Ayu Utami, pakar filsafat Setyo Wibowo, dan tim editor dari Kepustakaan Populer Gramedia.

Bertempat di Tanakita, Sukabumi, Jawa Barat, kemah ini akan memberikan penyegaran diri dan pikiran dengan trip ke beberapa lokasi wisata alam, seperti Curug Sawer, Danau Situ Gunung, Jembatan Gantung TNGGP (terpanjang di Asia tenggara), dan bahkan flying fox. Perjalanan kemah ini akan dimulai dari Stasiun Bogor.

Beautiful diction, spiced with strings of imaginative stories, literature is poured as a reflection of various aspects in life. Everything in literary works then gives birth to many perspectives to its readers. Literary criticism is born as a bridge of philosophy that connects the idea of the reader to what is presented by the author.

Literature and philosophy. Like a double-sided coin, the two will always be side by side, but on the side and viewpoints that are not entirely the same. Both are born as a form of reflection on life with all forms of criticism and evaluation. All science in the world was born by dint of philosophy. So is literature. At the end, both are completing each other.

For those enjoying the literary world, the Kemah Sastra dan Filsafat (Camp of Literature and Philosophy) can be the right choice for spare time. The participants will be taken on holiday in a natural atmosphere while adding philosophical discourse and the writing and editing ability with novelist Ayu Utami, philosophy expert Setyo Wibowo, and the editorial team of Kepustakaan Populer Gramedia.

Located in Tanakita, Sukabumi, West Java, this camp will provide a soul and mind refresher with a trip to several natural tourist sites such as Sawer Waterfall, Situ Gunung Lake, TNGGP Suspension Bridge (the longest in southeast Asia), and even flying fox. This camping trip will start from Bogor Station.

Tanakita Camping Ground Jl. Kadudampit No.Km. 9, Gede Pangrango, Kadudampit Komunitas Salihara info@salihara.org
     113 views

22 - 24 Maret 2019 | 08:00 - Selesai

berbayar

Sukabumi, JAWA BARAT

Tanakita Camping Ground, Jl. Kadudampit No.Km. 9, Gede Pangrango, Kadudampit.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Komunitas Salihara

Hubungi :  Esti ‑ info@salihara.org | 082298930430

Tautan :                   

Hamparan diksi yang elok, berbumbu benang cerita imaginatif, dituangkan sastra sebagai refleksi dari berbagai aspek kehidupan. Semua yang ada dalam karya sastra kemudian melahirkan banyak perspektif dari pembacanya. Krtitik-kritik sastra pun lahir, sebagai jembatan filosofi yang menghubungkan perspektif pembaca dengan apa yang disajikan oleh sang penulis.

Sastra dan filsafat. Ibarat dua mata koin, keduanya akan selalu berdampingan, namun dalam sisi serta sudut pandang yang tak seutuhnya sama. Keduanya lahir sebagai bentuk refleksi akan kehidupan dengan segala bentuk kritik dan evaluasinya. Semua ilmu pengetahuan di dunia lahir karena adanya filsafat. Begitu pula sastra. Pada akhirnya, keduanya bersifat komplementer, saling melengkapi.

Bagi para penikmat dunia sastrawi, Kemah Sastra dan Filsafat bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang. Para peserta akan dibawa berlibur dalam balutan suasana alam sembari menambah wacana filsafat, kemampuan menulis, serta menyunting bersama novelis Ayu Utami, pakar filsafat Setyo Wibowo, dan tim editor dari Kepustakaan Populer Gramedia.

Bertempat di Tanakita, Sukabumi, Jawa Barat, kemah ini akan memberikan penyegaran diri dan pikiran dengan trip ke beberapa lokasi wisata alam, seperti Curug Sawer, Danau Situ Gunung, Jembatan Gantung TNGGP (terpanjang di Asia tenggara), dan bahkan flying fox. Perjalanan kemah ini akan dimulai dari Stasiun Bogor.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 4 Maret 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Ubud Writers & Readers Festival…

23 - 27 Okt 2019
Gianyar

 

 

Top