© Bokor World Music Festival

Musik

Bokor World Music Festival 2019

  15      Simpan ke kalender 2019-11-22 08:00:00 2019-11-23 24:00:00 Asia/Jakarta Bokor World Music Festival 2019 Perahu yang ditumpangi Raja Siak dan keluarganya dikejar lanun di perairan Selat Panjang. Ia pun memutuskan untuk bersembunyi dan beristirahat di tepian sungai tersebut. Suatu hari, ia hendak memandikan anaknya dengan sebuah wadah mangkuk (bokor). Karena tergesa-gesa, jatuhlah bokor itu ke dalam sungai dan tak dapat ditemukan keberadaannya. Sejak saat itu, sang raja menamai sungai dan desa yang ada di hulunya sebagai Sungai dan Desa Bokor.

Jauh dari kebisingan kota, bahkan tak ada mobil, desa di Meranti, Riau ini hanya memiliki perahu, sepeda, motor, dan gerobak. Namun, di balik kesederhanaannya, Desa Bokor mempunyai sebuah festival musik berkelas internasional bertajuk “Bokor World Music Festival”.

Uniknya, festival musik yang diadakan rutin tiap tahunnya ini mengangkut pengunjung, peserta, dan bahkan instrumen-instrumen musik dengan moda yang dimiliki warga. Mereka kemudian juga diizinkan untuk menginap di di rumah-rumah penduduk. Untuk mencapai lokasi festival, biasanya para penonton dan peserta berjalan kaki menyusuri kelokan Sungai Bokor yang indah.

Diselenggarakan pertama kali pada 2015, Bokor World Music Festival merupakan pergelaran musik dunia yang secara langsung juga memperkenalkan kearifan para pewaris budaya Melayu penghuni ceruk Sungai Bokor dan potensi-potensi lokal lainnya. Di tahun 2019, dengan mengusung tema “Suara Alam dalam Bunyi-Bunyian”, Bokor World Music Festival diharapkan mampu untuk menjadi festival musik kelas dunia yang tetap berjalan dengan segala kesederhanaan dan keasrian alamnya.

The ship carrying King Siak and his family was chased by the Iranun in the waters of Strait Panjang. The king decided to hide and rest on a river bank. One day, he wanted to bathe his child with a bokor (bowl). As he was in a hurry, the bowl fell into the river and could not be found. Since then, the king named the river and the village in the headwaters of it as River and Bokor Village.

Far from hustle and bustle of the city, not even a car, this village in Meranti, Riau only has boats, bicycles, motorcycles and carts. However, behind its simplicity, Bokor Village holds an international music festival named “Bokor World Music Festival”.

Uniquely, the festival that is annually held carries its visitors, participants and even musical instruments by the locals’ transportation. Plus they are allowed to stay at locals’. Visitors and participants normally walk by the beauty of curved River Bokor to reach the festival venue.

First organised in 2015, the Bokor World Music Festival is a world music performance that also directly introduces the wisdom of the heirs of Malay culture in River Bokor, and other local potentials. In 2019, with the theme "The Voice of Nature in Sounds", the festival is expected to be able to become a world-class music festival that continues to run with all its simplicity and natural beauty.

Desa Bokor Sanggar Bathin Galang
     269 views

22 - 23 November 2019 | 08:00 - Selesai

berbayar

Kepulauan Meranti, RIAU

Desa Bokor.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Sanggar Bathin Galang

Hubungi :  Sanggar Bathin Galang | 08127618505

Tautan :           

Perahu yang ditumpangi Raja Siak dan keluarganya dikejar lanun di perairan Selat Panjang. Ia pun memutuskan untuk bersembunyi dan beristirahat di tepian sungai tersebut. Suatu hari, ia hendak memandikan anaknya dengan sebuah wadah mangkuk (bokor). Karena tergesa-gesa, jatuhlah bokor itu ke dalam sungai dan tak dapat ditemukan keberadaannya. Sejak saat itu, sang raja menamai sungai dan desa yang ada di hulunya sebagai Sungai dan Desa Bokor.

Jauh dari kebisingan kota, bahkan tak ada mobil, desa di Meranti, Riau ini hanya memiliki perahu, sepeda, motor, dan gerobak. Namun, di balik kesederhanaannya, Desa Bokor mempunyai sebuah festival musik berkelas internasional bertajuk “Bokor World Music Festival”.

Uniknya, festival musik yang diadakan rutin tiap tahunnya ini mengangkut pengunjung, peserta, dan bahkan instrumen-instrumen musik dengan moda yang dimiliki warga. Mereka kemudian juga diizinkan untuk menginap di di rumah-rumah penduduk. Untuk mencapai lokasi festival, biasanya para penonton dan peserta berjalan kaki menyusuri kelokan Sungai Bokor yang indah.

Diselenggarakan pertama kali pada 2015, Bokor World Music Festival merupakan pergelaran musik dunia yang secara langsung juga memperkenalkan kearifan para pewaris budaya Melayu penghuni ceruk Sungai Bokor dan potensi-potensi lokal lainnya. Di tahun 2019, dengan mengusung tema “Suara Alam dalam Bunyi-Bunyian”, Bokor World Music Festival diharapkan mampu untuk menjadi festival musik kelas dunia yang tetap berjalan dengan segala kesederhanaan dan keasrian alamnya.

Dari Pelabuhan Sekupang di Pulau Batam Anda dapat menaiki kapal fery pukul 07.00 atau 11.00 menuju Selat Panjang, dilanjutkan kemudian dengan menumpang kapal kayu ke Desa Bokor. Anda dapat mengontak penyelenggara yang akan mencarikan tuan rumah untuk Anda.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 21 Februari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Jazz Gunung Bromo 2019

26 - 27 Juli 2019
Probolinggo

 

 

Top