© Solo Event

Pertunjukan

Solo International Performing Arts 2019

  4      Simpan ke kalender 2019-09-05 10:00:00 2019-09-07 24:00:00 Asia/Jakarta Solo International Performing Arts 2019 Kesenian sudah hinggap akrab di seluruh jiwa seorang Irawati Kusumorasri sedari ia masih sangat belia. Di tangan dingin seorang pelatih tari di Prangwedanan, Istana Mangkunegaran, bakat seninya mulai terasah. Hingga seorang tokoh seni tari Indonesia, Sardono W. Kusumo, berhasil memebentuk karakter dan gerak tubuh dalam mementaskan karya-karyanya hingga di kancah internasional dalam misi kebudayaan ke luar negeri. Ia pun menjadi seorang penari tetap Istana Mangkunegaran Keraton Surakarta.

Di tahun 2009, putri bungsu dari Sudiyatmo Suryosumanto ini menggagas sebuha pagelaran seni kelas dunia bertajuk Solo International Performing Arts (SIPA). Dalam prosesnya, SIPA melibatkan generasi muda dan seniman lokal guna menjadi sebuah garda depan ketahanan budaya Indonesia.

Festival tahunan ini merupakan sebuah pagelaran seni pertunjukan berskala internasional yang secara tidak langsung menjadi sebuah ruang temu para seniman dan penikmat seni dari berbagai latar budaya. Para penampil juga kerap mengekspresikan rasa kebersamaan di tengah keragaman yang ada.

Tahun ini SIPA mengangkat tema “Art as Social Action”. Sekiranya ada lima ribu kursi yang disediakan untuk penonton yang ingin menyaksikan karya seni pertunjukan seperti aneka koreografis nan elok di atas panggung sepanjang 33.7 meter. Selain adanya pertunjukan dari perpaduan seni tradisional dan modern, SIPA juga menghadirkan berbagai pameran dan bazaar seperti batik, kerajinan tangan, dan produk kuliner khas Solo.

Art has settled down in the whole soul of Irawati Kusumorasri since she was very young. In the cold hands of a dance coach in Prangwedanan, Mangkunegaran Palace, her artistic talent began to be honed. Until a prominent figure in Indonesian dance, Sardono W. Kusumo, succeeded in forming her character and moves in staging her works up to the international stage in cultural missions overseas. She then became a permanent dancer at the Mangkunegaran Palace, Surakarta Palace.

In 2009, this youngest daughter of Sudiyatmo Suryosumanto initiated a world-class art performance called Solo International Performing Arts (SIPA). In the process, SIPA has involved young people and local artists to become a vanguard of the resilience of Indonesian culture.

This annual festival is an international-scale art performance which has indirectly become a meeting room for artists and art enthusiasts from various cultural backgrounds. Often the performers express a sense of togetherness in the midst of diversity.

This year, SIPA has adopted the theme "Art as Social Action". There are around five thousand seats provided for visitors wishing to watch art performance like beautiful choreographies on a 33.7 meter long stage. In addition to the performances of a mix of traditional and modern art, SIPA also presents various exhibitions and bazaars such as batik, handicrafts and Solo-typical culinary products.

Benteng Vastenburg Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kedung Lumbu, Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57133. SIPA sipafestival@gmail.com
     36 views

5 - 7 September 2019 | 10:00 - Selesai

berbayar

Solo, JAWA TENGAH

Benteng Vastenburg, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kedung Lumbu, Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57133. .
Lihat peta

Dikelola Oleh : SIPA

Hubungi :  SIPA ‑ sipafestival@gmail.com | 0271726178

Tautan :               

Kesenian sudah hinggap akrab di seluruh jiwa seorang Irawati Kusumorasri sedari ia masih sangat belia. Di tangan dingin seorang pelatih tari di Prangwedanan, Istana Mangkunegaran, bakat seninya mulai terasah. Hingga seorang tokoh seni tari Indonesia, Sardono W. Kusumo, berhasil memebentuk karakter dan gerak tubuh dalam mementaskan karya-karyanya hingga di kancah internasional dalam misi kebudayaan ke luar negeri. Ia pun menjadi seorang penari tetap Istana Mangkunegaran Keraton Surakarta.

Di tahun 2009, putri bungsu dari Sudiyatmo Suryosumanto ini menggagas sebuha pagelaran seni kelas dunia bertajuk Solo International Performing Arts (SIPA). Dalam prosesnya, SIPA melibatkan generasi muda dan seniman lokal guna menjadi sebuah garda depan ketahanan budaya Indonesia.

Festival tahunan ini merupakan sebuah pagelaran seni pertunjukan berskala internasional yang secara tidak langsung menjadi sebuah ruang temu para seniman dan penikmat seni dari berbagai latar budaya. Para penampil juga kerap mengekspresikan rasa kebersamaan di tengah keragaman yang ada.

Tahun ini SIPA mengangkat tema “Art as Social Action”. Sekiranya ada lima ribu kursi yang disediakan untuk penonton yang ingin menyaksikan karya seni pertunjukan seperti aneka koreografis nan elok di atas panggung sepanjang 33.7 meter. Selain adanya pertunjukan dari perpaduan seni tradisional dan modern, SIPA juga menghadirkan berbagai pameran dan bazaar seperti batik, kerajinan tangan, dan produk kuliner khas Solo.

Kota Solo dapat dijangkau dengan mudah melalui perjalanan darat dan udara. Di Solo, selain berkunjung ke Benteng Vastenburg, tempat penyelenggaraan acara, Anda juga dapat berwisata ke Istana Keraton Kasunanan Surakarta atau berburu batik di pusat batik tertua di Indonesia, Kampoeng Batik Kauman, atau di Pasar Klewer untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 4 Maret 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top