© ubudwritersfestival.com

Sastra

Ubud Writers & Readers Festival 2019

  4      Simpan ke kalender 2019-10-23 10:00:00 2019-10-27 24:00:00 Asia/Jakarta Ubud Writers & Readers Festival 2019 Di tahun 2012, survei UNESCO mencatat bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya berkisar 0,001 persen. Bahkan 4 tahun setelah itu, tepatnya di Central Connecticut State University, The Worlds’s Most Literate Nations (WMLN) menempatkan Indonesia di posisi 60 dari 61 negara yang disurvei. Hal tersebut membuat Indonesia mempunyai citra kurang menyenangkan atau bahkan cenderung tak peduli terhadap pentingnya literasi.

Namun, hadirnya festival-festival literasi, rupanya membawa angin sejuk. Salah satunya, dan yang paling bergengsi, ialah Ubud Writers and Readers Festival (UWRF). Sejak diadakan pertama kalinya pada 2002, UWRF kini telah berkembang menjadi salah satu perhelatan sastra dan seni yang paling dinanti dunia.

Bagai sebuah ziarah tahunan bagi para pecinta sastra, UWRF mampu mengumpulkan orang-orang paling vokal dalam sebuah wadah pertemuan dengan para seniman, penulis, pemikir, serta penampil. Tak hanya menjadi sebuah perayaan bagi para penikmat literasi, di sini para seniman dan penikmat karya dapat saling bertemu, bertukar pikiran serta gagasan, hingga berdialog lintas budaya. Tidak ada batas geografis dan budaya sama sekali.

Merupakan program tahunan utama Yayasan Mudra Swari Saraswati dan digagas oleh salah satu pendirinya, Janet DeNeefe, UWRF menawarkan sebuah program eklektik berupa rangkaian acara yang beragam, mulai dari bincang santai, makan siang sastra yang hangat, hingga berbagai pertunjukan seni dan lokakarya. Hadirnya UWRF juga merupakan respon atas peristiwa Bom Bali Pertama.

In 2012, a UNESCO survey noted that the Indonesians’ reading interest is only around 0,001 percent. Even 4 years later at the Central Connecticut State University, the World’s Most Literate Nations (WMLN) ranked Indonesia #60 among 61 surveyed countries. The latter has given Indonesia an unpleasant image, or even careless in the importance of literacy.

However, the presence of literacy festivals, has apparently brought a cool breeze. One of them, and the most prestigious, is the Ubud Writers and Readers Festival (UWRF). Since being first held in 2002, UWRF has now developed into one of the most awaited literary and artistic events in the world.

Like an annual pilgrimage for literature enthusiasts, UWRF is able to gather most vocal people in a meeting place of artists, writers, thinkers and performers. Not only has it become a celebration for literature lovers, artists and their works’ enthusiasts can meet each other, exchange ideas and knowledge, and engage in cross-cultural dialogue. There are no geographical and cultural boundaries.

UWRF is the main annual program of Mudra Swari Saraswati Foundation and initiated by one of its founders, Janet DeNeefe. It offers an electric program in the form of a variety of events ranging from casual talk, warm literature lunch, to various art shows and workshops. The presence of UWRF is also a response to the First Bali Bombing incident.

Ubud Kabupaten Gianyar Bali. Yayasan Mudra Swari Saraswati info@ubudwritersfestival.com
     30 views

23 - 27 Oktober 2019 | 10:00 - Selesai

berbayar

Gianyar, BALI

, Ubud Kabupaten Gianyar Bali. .
Lihat peta

Dikelola Oleh : Yayasan Mudra Swari Saraswati

Hubungi :  Yayasan Mudra Swari Saraswati ‑ info@ubudwritersfestival.com | 0361-977408

Tautan :                   

Di tahun 2012, survei UNESCO mencatat bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya berkisar 0,001 persen. Bahkan 4 tahun setelah itu, tepatnya di Central Connecticut State University, The Worlds’s Most Literate Nations (WMLN) menempatkan Indonesia di posisi 60 dari 61 negara yang disurvei. Hal tersebut membuat Indonesia mempunyai citra kurang menyenangkan atau bahkan cenderung tak peduli terhadap pentingnya literasi.

Namun, hadirnya festival-festival literasi, rupanya membawa angin sejuk. Salah satunya, dan yang paling bergengsi, ialah Ubud Writers and Readers Festival (UWRF). Sejak diadakan pertama kalinya pada 2002, UWRF kini telah berkembang menjadi salah satu perhelatan sastra dan seni yang paling dinanti dunia.

Bagai sebuah ziarah tahunan bagi para pecinta sastra, UWRF mampu mengumpulkan orang-orang paling vokal dalam sebuah wadah pertemuan dengan para seniman, penulis, pemikir, serta penampil. Tak hanya menjadi sebuah perayaan bagi para penikmat literasi, di sini para seniman dan penikmat karya dapat saling bertemu, bertukar pikiran serta gagasan, hingga berdialog lintas budaya. Tidak ada batas geografis dan budaya sama sekali.

Merupakan program tahunan utama Yayasan Mudra Swari Saraswati dan digagas oleh salah satu pendirinya, Janet DeNeefe, UWRF menawarkan sebuah program eklektik berupa rangkaian acara yang beragam, mulai dari bincang santai, makan siang sastra yang hangat, hingga berbagai pertunjukan seni dan lokakarya. Hadirnya UWRF juga merupakan respon atas peristiwa Bom Bali Pertama.

Untuk informasi detail mengenai program Ubud Writers and Readers Festival 2019, pantau selalu website dan akun-akun media sosial festival.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 27 Februari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top