Festival

Pasa Harau & Art Culture Festival 2019

  2      Simpan ke kalender 2019-08-09 08:00:00 2019-08-11 24:00:00 Asia/Jakarta Pasa Harau & Art Culture Festival 2019 Kala itu, Raja Hindustan bernama Maulana Kari akan merayakan pertunangan sang anak, Sari Banilai dengan Bujang Juaro. Kemudian sang raja harus pergi berlayar bersama keluarganya. Sebelum berangkat, sang anak telah bersumpah jika ia mengingkari janji pertunangan, ia akan menjadi batu.

Tak disangka, kapal tersebut terbawa arus dan terjepit di antara dua bukit besar. Mendengar kabar itu, Rajo Darah Putiah yang berkuasa di daerah itu kemudian mengizinkan keluarga Maulana untuk menetap dan menjodohkan kedua putra-putri mereka.

Banilai kemudian mempunyai seorang anak. Hingga suatu hari, saat Banilai ingin mengambil mainan sang anak yang jatuh ke laut, ia teringat akan sumpahnya. Ia pun terseret hingga terjepit dan lambat laun membeku dan jadi batu. Batu berbentuk seorang ibu sedang menggendong anak di salah satu bagian di Lembah Harau, kemudian diyakini sebagai batu Sari Banilai.

Sekitar 138 km dari Kota Padang, dengan hamparan Lembah Granit berusia 30-40 juta tahun, Lembah Harau rupanya menyimpan berbagai kekayaan pesona alam yang sudah diakui keindahannya oleh Asisten Residen Belanda F. Rinner di tahun 1926. Tak hanya itu, daerah yang sering dijuluki sebagai surga tersembunyi di rano minang ini juga kaya akan seni dan budaya. Melalui Pasa Harau Art & Culture Festival, kita dapat mengenal lebih banyak akan kesenian, kultur, permainan, hingga kuliner Harau secara langsung.

At that time, a Hindustan King named Maulana Kari was about to celebrate the engagement of his daughter, Sari Banilai with Bujang Juaro. Then the king had to go sailing with his family. His daughter had sworn prior to her father’s departure that she would become a stone if she broke the promise of engagement.

The ship was unexpectedly carried away by the current and sandwiched between two big hills. Hearing the news, Rajo Darah Putiah who ruled the area then allowed King Mulana’s family to stay providing that they matchmake their children.

Banilai then conceived a child. Until one day, when Banilai wanted to grab her child's toy that fell into the sea, she remembered her oath. She was then dragged and stuck, and gradually froze and became a stone. In one part of Harau Valley, there is a stone in the form of a mother carrying a child that is believed to be the stone of Sari Banilai.

Around 138 km from the city of Padang, with a stretch of valley of granite aged 30-40 million years, the Harau Valley seems to have stored a wealth of natural charm that has been recognised by the Dutch Resident Assistant F. Rinner in 1926. Additionally the area that is often nicknamed as the hidden paradise in the Land of Minang, is also rich in art and culture. Through Pasa Harau Art & Culture Festival, we can get to know more about art, culture, traditional games and Harau cuisine.

Pasa Harau Festival Harau Komunitas Lembah Harau pasaharau@gmail.com
     45 views

9 - 11 Agustus 2019 | 08:00 - Selesai

berbayar

Limapuluh Kota, SUMATERA BARAT

Pasa Harau Festival, Harau.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Komunitas Lembah Harau

Hubungi :  Komunitas Lembah Harau ‑ pasaharau@gmail.com | 081374604974

Tautan :                   

Kala itu, Raja Hindustan bernama Maulana Kari akan merayakan pertunangan sang anak, Sari Banilai dengan Bujang Juaro. Kemudian sang raja harus pergi berlayar bersama keluarganya. Sebelum berangkat, sang anak telah bersumpah jika ia mengingkari janji pertunangan, ia akan menjadi batu.

Tak disangka, kapal tersebut terbawa arus dan terjepit di antara dua bukit besar. Mendengar kabar itu, Rajo Darah Putiah yang berkuasa di daerah itu kemudian mengizinkan keluarga Maulana untuk menetap dan menjodohkan kedua putra-putri mereka.

Banilai kemudian mempunyai seorang anak. Hingga suatu hari, saat Banilai ingin mengambil mainan sang anak yang jatuh ke laut, ia teringat akan sumpahnya. Ia pun terseret hingga terjepit dan lambat laun membeku dan jadi batu. Batu berbentuk seorang ibu sedang menggendong anak di salah satu bagian di Lembah Harau, kemudian diyakini sebagai batu Sari Banilai.

Sekitar 138 km dari Kota Padang, dengan hamparan Lembah Granit berusia 30-40 juta tahun, Lembah Harau rupanya menyimpan berbagai kekayaan pesona alam yang sudah diakui keindahannya oleh Asisten Residen Belanda F. Rinner di tahun 1926. Tak hanya itu, daerah yang sering dijuluki sebagai surga tersembunyi di rano minang ini juga kaya akan seni dan budaya. Melalui Pasa Harau Art & Culture Festival, kita dapat mengenal lebih banyak akan kesenian, kultur, permainan, hingga kuliner Harau secara langsung.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 21 Februari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

BaliSpirit Festival 2019

24 - 31 Maret 2019
Ubud

Ubud Food Festival 2019

26 - 28 April 2019
Ubud

Pesta Kesenian Bali 2019

13 - 15 Juni 2019
Denpasar

 

 

Top