© muri.org

Olahraga

Lomba Lari di Atas Tual Sagu

  1      Simpan ke kalender 2019-03-30 08:00:00 2019-03-31 24:00:00 Asia/Jakarta Lomba Lari di Atas Tual Sagu Biasanya, lomba lari acap kali dilakukan di sebuah trek stadion atletik. Namun, lain halnya dengan warga di Kepulauan Meranti, Riau. Di sana, salah satu cabang olah raga atletik tersebut justru dilakukan di atas tual sagu. Tradisi dan budaya asli masyarakat pesisir timur pulau Sumatera itu awalnya dilakukan untuk menghitung jumlah tual sagu sebelum diproses di kilang sagu untuk kemudian diambil patinya.

Nama tual sagu sendiri merupakan sebutan masyarakat setempat yang memiliki arti batang pohon sagu. Berpusat di Desa Bokor, dahulu tual sagu biasanya diangkut dari hutan menuju perkampungan melalui sungai. Dari kebiasan tersebut, akhirnya tercipta sebuah perlombaan lari di atas tual sagu.

Pertama kali dipopulerkan oleh Sanggar Bathin Galang, lomba lari di atas tual sagu merupakan satu-satunya olahraga yang belum pernah ada di belahan dunia manapun, kecuali di Pulau Meranti dan telah mendapatkan Rekor MURI tahun 2015 sebagai pelopor lomba lari di atas tual sagu. Hal ini tentunya juga di dasari bahwa kabupaten ini merupakan penghasil sagu ketiga terbesar di dunia.

Dinilai unik dan kaya akan nilai budaya, lari di atas tual sagu ini masuk dan terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional Indonesia. Diadakan rutin hampir setiap tahunnya sebagai salah satu rangkaian acara Pesta Sungai Bokor, lomba ini memiliki jumlah peserta yang tak terbatas. Di Pesta Sungai Bokor diadakan pula beberapa pertunjukan seperti pagelaran musik, tari, teater, musikalisasi puisi, hingga pesta buah, kuliner, dan pameran kerajinan tangan.

Usually, running competitions are often organised on an athletic stadium track. However, in the Meranti Island, Riau, this athletic sports is actually held on sago logs. That original tradition and culture of the east coast people of Sumatra was initially carried out to count the number of sago logs before being processed at the refinery and then taken the starch out of it.

The name sago logs itself is a term used by locals that has a meaning of sago tree trunk. Based in Bokor Village, sago logs used to be transported from the forest to the village via the river. From this habit, a running competition on sago logs is finally created.

The competition was first popularised by Bathin Galang Foundation as the only sport that had never existed in any parts of the world but Meranti Island. It earned MURI (Indonesian World Records Museum) in 2015 as the initiator of running competition on sago logs. The latter is also based on the fact that the regency is the third largest sago producer in the world.

Being considered unique and rich in cultural values, running on sago logs is registered as Indonesia’s Non-Objective Cultural Heritage. This competition that has an unlimited number of participants is held regularly almost every year as one of the events of the Sungai Bokor Festival. There are also performances such as music, dance, theatre, poetry musicalisation, as well as fruit and culinary festivals and handicraft exhibition at the festival.

Sungai Bokor Desa Bokor, Rangsang Barat Sanggar Bathin Galang
     59 views

30 - 31 Maret 2019 | 08:00 - Selesai

gratis

Kepulauan Meranti, RIAU

Sungai Bokor, Desa Bokor, Rangsang Barat.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Sanggar Bathin Galang

Hubungi :  Sanggar Bathin Galang | 08127618505

Tautan :       

Biasanya, lomba lari acap kali dilakukan di sebuah trek stadion atletik. Namun, lain halnya dengan warga di Kepulauan Meranti, Riau. Di sana, salah satu cabang olah raga atletik tersebut justru dilakukan di atas tual sagu. Tradisi dan budaya asli masyarakat pesisir timur pulau Sumatera itu awalnya dilakukan untuk menghitung jumlah tual sagu sebelum diproses di kilang sagu untuk kemudian diambil patinya.

Nama tual sagu sendiri merupakan sebutan masyarakat setempat yang memiliki arti batang pohon sagu. Berpusat di Desa Bokor, dahulu tual sagu biasanya diangkut dari hutan menuju perkampungan melalui sungai. Dari kebiasan tersebut, akhirnya tercipta sebuah perlombaan lari di atas tual sagu.

Pertama kali dipopulerkan oleh Sanggar Bathin Galang, lomba lari di atas tual sagu merupakan satu-satunya olahraga yang belum pernah ada di belahan dunia manapun, kecuali di Pulau Meranti dan telah mendapatkan Rekor MURI tahun 2015 sebagai pelopor lomba lari di atas tual sagu. Hal ini tentunya juga di dasari bahwa kabupaten ini merupakan penghasil sagu ketiga terbesar di dunia.

Dinilai unik dan kaya akan nilai budaya, lari di atas tual sagu ini masuk dan terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional Indonesia. Diadakan rutin hampir setiap tahunnya sebagai salah satu rangkaian acara Pesta Sungai Bokor, lomba ini memiliki jumlah peserta yang tak terbatas. Di Pesta Sungai Bokor diadakan pula beberapa pertunjukan seperti pagelaran musik, tari, teater, musikalisasi puisi, hingga pesta buah, kuliner, dan pameran kerajinan tangan.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 27 Februari 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Bekudo Bono 2019

10 - 15 Nov 2019
Pelalawan

 

 

Top