© Metro Tangsel

Budaya

Festival Palang Pintu Kemang 2019

  22      Simpan ke kalender 2019-04-27 06:00:00 2019-04-28 23:00:00 Asia/Jakarta Festival Palang Pintu Kemang 2019 Tahun 1950-an, kawasan Kemang merupakan salah satu pemukiman asli orang Betawi. Masyarakat yang tinggal di selatan Jakarta ini rata-rata berprofesi sebagai peternak, pekebun, dan pengusaha tahu. Namun, karena lokasinya yang cukup asri dan strategis, kawasan ini kemudian sangat diminati oleh para warga negara asing yang bekerja di Indonesia dan kaum ekspatriat di era 1970-an. Sejak itulah, bangunan-bangunan megah serta berbagai tempat hiburan kelas menengah ke atas seperti restoran, kafe, hingga hotel berdiri di kawasan yang berada di Kecamatan Mampang Prapatan tersebut. Kemang pun berkembang menjadi pusat perekonomian modern dan glamour.

Masyarakat Betawi yang merupakan penduduk asli kawasan Kemang, kemudian perlahan-lahan ‘tergeser’ karena perkembangan perekonomian yang pesat saat itu. Pun di sisi lain, masyarakat Betawi Kemang tak mampu mempertahankan wilayah serta budayanya karena iming-iming harga nilai jual tanah yang sangat tinggi. Kebanyakan dari mereka pun memutuskan untuk hijrah ke pinggiran Jakarta.

Tergesernya orang Betawi Kemang di tanahnya sendiri, tentunya secara tidak langsung berdampak pada pergeseran budaya asli betawi itu sendiri. Berangkat dari keprihatinan akan hal itu, di tengah segala modernitas kawasan Kemang, Padepokan Manggar Kelape pun berdiri sebagai bentuk dari pusat kebudayaan Betawi di Kemang.

Dari sanggar seni tersebutlah kemudian pemerintah DKI Jakarta pun menyelenggarakan Festival Palang Pintu untuk mengapresiasi serta menjaga kebudayaan Betawi yang ada di kawasan Kemang. Festival yang sudah berjalan sejak 2006 ini diselenggarakan di sepanjang Jalan Raya Kemang dengan beraneka ragam pertunjukan kesenian Betawi serta bazaar kuliner Betawi dan produk-produk kerajinan.

In the 1950s, Kemang used to be the one of Betawi traditional village in South Jakarta. At that time, most of those Jakarta’s ethnic native, who lived in that area, worked as farmer, gardener, and tofu seller. Nonetheless, in the 1970s, cause of a strategic and beautiful location made many foreigners who worked in Indonesia and expatriates began to live in Kemang.

Since then, kind of luxury buildings and a middle-up class of amusement places like restaurants, café, and hotels were built and existed in the area which is located in Mampang Prapatan district. Then, Kemang used to be glamour and modern economic center in South Jakarta.

Besides, Betawi people at Kemang were increasingly moved from their precious village because of the rapid economic development at that time. On the other side, unfortunately, they were unable to maintain his territory and culture. Then, most of them decided to move to the edge of Jakarta. It happened because there was a phenomenon of high demand and value market land in Kemang area.

Indirectly, there was a cultural change in Kemang. Sadly, Betawi culture had drowned from its home. Based on that phenomenon, in the middle of modernity, Padepokan Manggar Kelape exists as a Betawi cultural center in Kemang.

In collaboration with Padepokan Manggar Kelape, Jakarta Government present a Palang Pintu Kemang Festival for appreciating and preserving Betawi culture in Kemang. Moreover, in the festival which has been running since 2006, everybody can enjoy any kind of Betawi performing arts, culinary bazaar, also arts and crafts along Jalan Raya Kemang.

Sepanjang Jalan Kemang Raya Jalan Kemang Raya FORKABI dan Padepokan Seni Budaya Betawi Manggar Kelape palangpintukemang@gmail.com
     275 views

27 - 28 April 2019 | 06:00 - 23:00

gratis

Jakarta, DKI JAKARTA

Sepanjang Jalan Kemang Raya, Jalan Kemang Raya.
Lihat peta

Dikelola Oleh : FORKABI dan Padepokan Seni Budaya Betawi Manggar Kelape

Hubungi :  FORKABI dan Padepokan Seni Budaya Betawi Manggar Kelape ‑ palangpintukemang@gmail.com | 083877032484

Tautan :           

Tahun 1950-an, kawasan Kemang merupakan salah satu pemukiman asli orang Betawi. Masyarakat yang tinggal di selatan Jakarta ini rata-rata berprofesi sebagai peternak, pekebun, dan pengusaha tahu. Namun, karena lokasinya yang cukup asri dan strategis, kawasan ini kemudian sangat diminati oleh para warga negara asing yang bekerja di Indonesia dan kaum ekspatriat di era 1970-an. Sejak itulah, bangunan-bangunan megah serta berbagai tempat hiburan kelas menengah ke atas seperti restoran, kafe, hingga hotel berdiri di kawasan yang berada di Kecamatan Mampang Prapatan tersebut. Kemang pun berkembang menjadi pusat perekonomian modern dan glamour.

Masyarakat Betawi yang merupakan penduduk asli kawasan Kemang, kemudian perlahan-lahan ‘tergeser’ karena perkembangan perekonomian yang pesat saat itu. Pun di sisi lain, masyarakat Betawi Kemang tak mampu mempertahankan wilayah serta budayanya karena iming-iming harga nilai jual tanah yang sangat tinggi. Kebanyakan dari mereka pun memutuskan untuk hijrah ke pinggiran Jakarta.

Tergesernya orang Betawi Kemang di tanahnya sendiri, tentunya secara tidak langsung berdampak pada pergeseran budaya asli betawi itu sendiri. Berangkat dari keprihatinan akan hal itu, di tengah segala modernitas kawasan Kemang, Padepokan Manggar Kelape pun berdiri sebagai bentuk dari pusat kebudayaan Betawi di Kemang.

Dari sanggar seni tersebutlah kemudian pemerintah DKI Jakarta pun menyelenggarakan Festival Palang Pintu untuk mengapresiasi serta menjaga kebudayaan Betawi yang ada di kawasan Kemang. Festival yang sudah berjalan sejak 2006 ini diselenggarakan di sepanjang Jalan Raya Kemang dengan beraneka ragam pertunjukan kesenian Betawi serta bazaar kuliner Betawi dan produk-produk kerajinan.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 25 April 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Dieng Culture Festival 2019

2 - 4 Agust 2019
Banjarnegara

Festival Budaya Lembah Baliem 2019

7 - 10 Agust 2019
Jayawijaya

 

 

Top