© Indonesiana

Festival

Silek Arts Festival 2019

  5      Simpan ke kalender 2019-08-18 09:00:00 2019-08-31 24:00:00 Asia/Jakarta Silek Arts Festival 2019 Sejak berabad-abad lalu, Diaspora Minang atau yang biasa disebut Perantau Minang berlomba untuk menemukan kesejahteraan di luar ranah Minangkabau. Selama merantau, tentunya keselamatan diri menjadi hal yang tak boleh dianggap remeh.

Berangkat dari hal itu, sebagai bekal merantau, para perantau menjalani seni beladiri yang kemudian disebut sebagai silek. Secara fungsi, silek atau seni pencak silat asli Minangkabau dibedakan menjadi dua, Panjago diri (pembelaan diri) dan Parik paga dalam nagari (sistem pertahanan negeri).

Tak hanya sebagai beladiri, gerakan silek juga memiliki unsur tarian dan randai atau drama khas ranah bundo. Para guru besar silat, atau yang dalam bahasa lokal disebut sebagai tuo silek, memaknai pencak silat sebagai mancak dan silek. Mancak (bunga silat) merupakan sebuah gerakan tarian silat yang iasanya dipamerkan dalam berbagai upacara atau acara adat minang. Sedangkan Silek sendiri merupakan seni pertempuran guna melindungi diri dan melumpuhkan lawan.

Layaknya seni beladiri pada umumnya, Silek juga mempunyai tingkatan. Tingkatan paling tinggi diberi gelar sebagai pandeka (pendekar). Gelar tersebut diberikan oleh seorang Niniak Mamak (pemuka adat). Kini, silek telah berkembang dan tersebar ke berbagai daerah, bahkan hingga ke mancanegara. Tak bisa dipungkiri penyebaran seni beladiri silek tentu tak lepas dari pengaruh perantau Minang.

Menjadi salah satu warisan budaya, tradisi Silek tentunya wajib dilestarikan. Silek Arts Festival kemudian hadir dengan menampilkan beragam atraksi aliran silek di ranah Minangkabau. Tak hanya itu, berbagai kegiatan seperti randai, teater, pertunjukan musik, hingga pameran foto dan seminar akan menjadi sebuah agenda yang akan membuat banyak orang mengenal lebih dalam tentang seni beladiri khas Sumatera Barat ini.

Many years ago, Minang Diaspora – also known as Minang Migrants, competed to found kind of glorious things outside Minangkabau. While migrating, personal safety was being an important thing.

Based on that thing, those migrants learned a martial art, called Silek. Functionally, Silek or Minangkabau martial arts is distinguished into two types: "Panjago diri" (self-defense) and "Parik paga dalam nagari" (national defense system).

Not only exists as a martial art, but Silek’s choreographies also has dance and randai (drama) elements of Minang. The masters – known as Tuo Silek, interpret Pencak Silat (Indonesian martial art) as mancak and silek. "Mancak" is a dancing choreography which is usually shown at every Minang’s events and ceremonies. Besides, silek stand as an art of the war for self-defense and beat the rivals.

Like any other martial arts, Silek also has its grades. For anyone who can pass the last grade would be given a title "pandeka" (warrior) by a Niniak Mamak (Minang traditional leader). Nowadays, Silek has evolved and get aboard to other regions, even abroad. That phenomenon is certainly happened because of Minang migrants.

Being one of Indonesia cultural heritages, Silek tradition is surely mandatory conserved. Based on that, there is the Silek Arts Festival which will show kind of silek’s types in Minangkabau. Moreover, many activities like randai, theatre, musical performance, also photography exhibition and seminar will be presented for everyone who wants to know more about this West Sumatera martial art.

Di beberapa kota | In several cities Pemerintah Provinsi Sumatera Barat silek.indonesia@gmail.com
     102 views

18 - 31 Agustus 2019 | 09:00 - Selesai

gratis

Sumatera Barat, SUMATERA BARAT

Di beberapa kota | In several cities.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat

Hubungi :  Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ‑ silek.indonesia@gmail.com | 0851020508381

Tautan :               

Sejak berabad-abad lalu, Diaspora Minang atau yang biasa disebut Perantau Minang berlomba untuk menemukan kesejahteraan di luar ranah Minangkabau. Selama merantau, tentunya keselamatan diri menjadi hal yang tak boleh dianggap remeh.

Berangkat dari hal itu, sebagai bekal merantau, para perantau menjalani seni beladiri yang kemudian disebut sebagai silek. Secara fungsi, silek atau seni pencak silat asli Minangkabau dibedakan menjadi dua, Panjago diri (pembelaan diri) dan Parik paga dalam nagari (sistem pertahanan negeri).

Tak hanya sebagai beladiri, gerakan silek juga memiliki unsur tarian dan randai atau drama khas ranah bundo. Para guru besar silat, atau yang dalam bahasa lokal disebut sebagai tuo silek, memaknai pencak silat sebagai mancak dan silek. Mancak (bunga silat) merupakan sebuah gerakan tarian silat yang iasanya dipamerkan dalam berbagai upacara atau acara adat minang. Sedangkan Silek sendiri merupakan seni pertempuran guna melindungi diri dan melumpuhkan lawan.

Layaknya seni beladiri pada umumnya, Silek juga mempunyai tingkatan. Tingkatan paling tinggi diberi gelar sebagai pandeka (pendekar). Gelar tersebut diberikan oleh seorang Niniak Mamak (pemuka adat). Kini, silek telah berkembang dan tersebar ke berbagai daerah, bahkan hingga ke mancanegara. Tak bisa dipungkiri penyebaran seni beladiri silek tentu tak lepas dari pengaruh perantau Minang.

Menjadi salah satu warisan budaya, tradisi Silek tentunya wajib dilestarikan. Silek Arts Festival kemudian hadir dengan menampilkan beragam atraksi aliran silek di ranah Minangkabau. Tak hanya itu, berbagai kegiatan seperti randai, teater, pertunjukan musik, hingga pameran foto dan seminar akan menjadi sebuah agenda yang akan membuat banyak orang mengenal lebih dalam tentang seni beladiri khas Sumatera Barat ini.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 3 Mei 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top