© Sanggar Rojolele

Festival

Festival Mbok Sri Mulih 2019

  22      Simpan ke kalender 2019-09-20 08:00:00 2019-09-22 24:00:00 Asia/Jakarta Festival Mbok Sri Mulih 2019 Konon, jika hasil pertanian Delanggu melejit kualitasnya ialah berkat air pemberian sang Biyung Bibi (Merapi Purba). Berkah air dan letak Delanggu yang tak jauh dari jalur transportasi utama membuat wilayah ini mengalami berbagai peristiwa bersejarah semenjak zaman Karesidenan Surakarta, kolonial hingga kini. Namun, budaya tani mengalami pemupusan nilai.

Pada mulanya, ialah budaya guyub gotong royong dalam pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, dikerjakan oleh para anggota keluarga dengan penuh rasa dan karsa, sebab hasilnya akan masuk ke perut sendiri. Kini, dengan ekosistem baru yang dirawat Pemerintah, para petani beralih ke sistem upah dan kebanyakan alat produksi menjadi milik segelintir orang. Akibatnya, kualitas jadi nomor dua. Bawaan budaya tani masa kini itu melunturkan kesadaran akan nilai-nilai luhur masyarakat tani.

Festival Mbok Sri Mulih, sebagaimana namanya, ingin memboyong pulang ruh sang Dewi Padi ke episentrum keseharian masyarakat Desa Delanggu. Nilai-nilai keguyuban dan gotong royong ditumbuhkan kembali melalui program-program yang melibatkan para petani.

Wiwitan, ritual kuno sarat makna, diupacarakan dan dirayakan kembali. Dalam terma lokal, Mbok Sri adalah untaian beberapa tangkai padi terbaik dalam suatu petak sawah yang hendak dipanen. Setelah peletakan sesaji di sudut-sudut petak sawah sebagai simbol rasa syukur terhadap semesta dan perawatan hubungan horisontal dengan berbagi rezeki prapanen berupa Sego Wiwit, Mbok Sri diboyong pulang untuk diletakkan di sentong. Bulir-bulir padi terbaik itu dahulu akan disemai kembali di musim tandur berikutnya.

Delanggu terletak 1,5 jam dari Yogyakarta; 30 menit dari Solo. Pengunjung yang menginap bisa ikut mempersiapkan festival bersama warga, memasak di Dapur Simbok, serta mengalami cerita di program Jelajah Delanggu.
Sanggar Rojolele Dukuh Kaibon, Dusun Kebonsari, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu Sanggar Rojolele kontak.fmsm@gmail.com
     286 views

20 - 22 September 2019 | 08:00 - Selesai

berbayar & gratis

Klaten, JAWA TENGAH

Sanggar Rojolele, Dukuh Kaibon, Dusun Kebonsari, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Sanggar Rojolele

Hubungi :  Eksan ‑ kontak.fmsm@gmail.com | 087782276373

Tautan :       

Konon, jika hasil pertanian Delanggu melejit kualitasnya ialah berkat air pemberian sang Biyung Bibi (Merapi Purba). Berkah air dan letak Delanggu yang tak jauh dari jalur transportasi utama membuat wilayah ini mengalami berbagai peristiwa bersejarah semenjak zaman Karesidenan Surakarta, kolonial hingga kini. Namun, budaya tani mengalami pemupusan nilai.

Pada mulanya, ialah budaya guyub gotong royong dalam pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, dikerjakan oleh para anggota keluarga dengan penuh rasa dan karsa, sebab hasilnya akan masuk ke perut sendiri. Kini, dengan ekosistem baru yang dirawat Pemerintah, para petani beralih ke sistem upah dan kebanyakan alat produksi menjadi milik segelintir orang. Akibatnya, kualitas jadi nomor dua. Bawaan budaya tani masa kini itu melunturkan kesadaran akan nilai-nilai luhur masyarakat tani.

Festival Mbok Sri Mulih, sebagaimana namanya, ingin memboyong pulang ruh sang Dewi Padi ke episentrum keseharian masyarakat Desa Delanggu. Nilai-nilai keguyuban dan gotong royong ditumbuhkan kembali melalui program-program yang melibatkan para petani.

Wiwitan, ritual kuno sarat makna, diupacarakan dan dirayakan kembali. Dalam terma lokal, Mbok Sri adalah untaian beberapa tangkai padi terbaik dalam suatu petak sawah yang hendak dipanen. Setelah peletakan sesaji di sudut-sudut petak sawah sebagai simbol rasa syukur terhadap semesta dan perawatan hubungan horisontal dengan berbagi rezeki prapanen berupa Sego Wiwit, Mbok Sri diboyong pulang untuk diletakkan di sentong. Bulir-bulir padi terbaik itu dahulu akan disemai kembali di musim tandur berikutnya.

Delanggu terletak 1,5 jam dari Yogyakarta; 30 menit dari Solo. Pengunjung yang menginap bisa ikut mempersiapkan festival bersama warga, memasak di Dapur Simbok, serta mengalami cerita di program Jelajah Delanggu.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 25 Juni 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

Festival Budaya Pasar Terapung 2019

23 - 25 Agust 2019
Banjarmasin

Mocosik Festival 2019

23 - 25 Agust 2019
Bantul

Festival Goyang Karawang 2019

26 - 29 Sept 2019
Karawang

 

 

Top