Budaya

Festival Budaya Lembah Baliem 2019

  32      Simpan ke kalender 2019-08-07 08:00:00 2019-08-10 20:00:00 Asia/Jakarta Festival Budaya Lembah Baliem 2019 Memiliki lebih dari 400 suku dan 800 bahasa, pulau besar di ujung timur Indonesia ini menyimpan sejuta pesona kekayaan budaya. Suku Dani, Lani, dan Yali yang mendiami lembah Baliem di Papua, memiliki tradisi berupa simulasi perang. Hal ini awalnya digunakan untuk menjaga kelincahan dan kesiapan pasukan perang dalam mempertahankan desa mereka.

Menjaga ritual adalah sebuah kebanggaan bagi ketiga suku tersebut. Suku Dani misalnya, sudah terbiasa berperang untuk mempertahankan desa mereka maupun untuk membalaskan dendam jika ada salah satu anggota suku yang tewas. Tak hanya itu, mempertahankan budaya dan tradisi juga diwujudkan dalam seni dalam perang itu sendiri.

Perang yang ada di Lembah Baliem sejatinya lebih kepada wujud dari tampilan kehebatan dan kemewahan pakaian yang digunakan, kompetensi serta antusiasme ketimbang keberhasilan dalam membunuh musuh. Dalam melakukan ritual ini, masyarakat di Lembah Baliem menggunakan pakaian khas seperti Koteka untuk para pria dan rok berenda dari pakis serta tas Noken untuk para wanita. Selama perayaan tersebut berlangsung, mereka berpakaian sendiri dengan hiasan kepala warna-warni yang terbuat dari bulu burung Cendrawasih, kasuari, ayam hutan, beo, dan kakatua.

Festival Lembah Baliem dimeriahkan dengan ritual Bakar Batu di mana masyarakat akan memasak daging dan sayur dengan bebatuan yang dipanaskan dengan cara dibakar dan dimasukkan ke dalam tanah. Selain itu, festival ini juga akan menampilkan aksi teatrikal, karapan babi, permainan tradisional sikoko, dan puradan. Festival yang berlangsung setiap tahunnya ini juga selalu dinanti para pelancong untuk menikmati aneka pameran produk ekonomi kreatif khas Lembah Baliem.

With more or less 400 tribes and 800 languages there, this Indonesian eastern province has a thousand cultures. Dani, Lani, and Yali tribes who live in Baliem Valley, Papua, have a tradition called war simulation. It used to train agility and readiness of the knights to save their village.

For them, maintaining the ritual is being such a privilege. For example, Dani tribes got used to war to save their village and revenge whoever killed one of their members. Moreover, to preserve the culture, they reflect it into the arts of war itself.

War simulation in Baliem Valley (Lembah Baliem) itself is actually an energy and luxury thing that is also reflected on their costume, competition, and also enthusiasm rather than a victory. In doing this, they wear a kind of traditional costume like Koteka (penis cover) for men and frilly skirt that is made from fern, also Noken bag for women. During the festival, they dress themselves up in colorful headdresses made of feathers from Cendrawasih birds, cassowaries, forest chickens, parrots, and cockatoos.

Baliem Valley Festival also presents a cooking ritual called Bakar Batu. Local people will cook meats and vegetables through hot rocks which would be baked and buried until all of those cooked. Furthermore, there are theatrical, hog racing, Sikoko traditional game, and Puradan. This annual festival will be held in August 2019 and always awaited because the tourist as same as travelers can also find hand-made products of Lembah Baliem there.

Lembah Baliem Spektakel kontak@spektakel.id
     443 views

7 - 10 Agustus 2019 | 08:00 - 20:00

berbayar

Jayawijaya, PAPUA

Lembah Baliem.
Lihat peta

Dikelola Oleh : Spektakel

Hubungi :  Spektakel ‑ kontak@spektakel.id | +6285887612985

Tautan :                   

Memiliki lebih dari 400 suku dan 800 bahasa, pulau besar di ujung timur Indonesia ini menyimpan sejuta pesona kekayaan budaya. Suku Dani, Lani, dan Yali yang mendiami lembah Baliem di Papua, memiliki tradisi berupa simulasi perang. Hal ini awalnya digunakan untuk menjaga kelincahan dan kesiapan pasukan perang dalam mempertahankan desa mereka.

Menjaga ritual adalah sebuah kebanggaan bagi ketiga suku tersebut. Suku Dani misalnya, sudah terbiasa berperang untuk mempertahankan desa mereka maupun untuk membalaskan dendam jika ada salah satu anggota suku yang tewas. Tak hanya itu, mempertahankan budaya dan tradisi juga diwujudkan dalam seni dalam perang itu sendiri.

Perang yang ada di Lembah Baliem sejatinya lebih kepada wujud dari tampilan kehebatan dan kemewahan pakaian yang digunakan, kompetensi serta antusiasme ketimbang keberhasilan dalam membunuh musuh. Dalam melakukan ritual ini, masyarakat di Lembah Baliem menggunakan pakaian khas seperti Koteka untuk para pria dan rok berenda dari pakis serta tas Noken untuk para wanita. Selama perayaan tersebut berlangsung, mereka berpakaian sendiri dengan hiasan kepala warna-warni yang terbuat dari bulu burung Cendrawasih, kasuari, ayam hutan, beo, dan kakatua.

Festival Lembah Baliem dimeriahkan dengan ritual Bakar Batu di mana masyarakat akan memasak daging dan sayur dengan bebatuan yang dipanaskan dengan cara dibakar dan dimasukkan ke dalam tanah. Selain itu, festival ini juga akan menampilkan aksi teatrikal, karapan babi, permainan tradisional sikoko, dan puradan. Festival yang berlangsung setiap tahunnya ini juga selalu dinanti para pelancong untuk menikmati aneka pameran produk ekonomi kreatif khas Lembah Baliem.

Acara ini diposting oleh: Spektakel

diposting pada 3 Mei 2019



 
Disclaimer: Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id
 

Posting Terkait

 

 

Top