Kontributor
Jaringan kontributor yang membagikan ragam cerita seru dengan tulisan ciamik dari penjuru Indonesia.



Abyan Zaki Nabilio
Rockstar (?) yang hidupnya begini-begini saja.
Adipatra Kenaro Wicaksana
Lulusan dengan ilmu terapan Kesehatan Masyarakat & Kesehatan Lingkungan. Bekerja sebagai Surveyour dan Asisten Ahli Kesehatan Masyarakat. Sesekali menjaga lingkungan tetap sehat, sambil mencoba untuk tetap ingat kapan terakhir kali nyiram tanaman di rumah.
Agung Pambudhy/Detik
Fotografer Detik.com
Ahmad Tohari, (lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948; umur 71 tahun) adalah sastrawan dan budayawan berkebangsaan Indonesia. Ia menamatkan SMA di Purwokerto. Karya monumentalnya, Ronggeng Dukuh Paruk, sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa dan diangkat dalam film layar lebar berjudul Sang Penari. Ia pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (1975-1976). Tulisan-tulisannya berisi gagasan kebudayaan dimuat di berbagai media massa. Ia juga menjadi pembicara di berbagai diskusi/seminar kebudayaan.
Aiya Lee
Aiya mendeklarasikan dirinya sebagai seorang narablog perjalanan, penikmat musik klasik dan seni rupa; entrepreneur muda, pegiat pusaka, dan sesekali melakoni peran pujangga. Tulisan-tulisannya mengadopsi gaya eksperimental-eksploratif dan kerap menggunakan narasi metafora. Beberapa sajaknya pernah menjadi karya kolaboratif dengan seniman visual ternama di Ternate, Singapura, bahkan pernah dipamerkan dalam pameran kolaborasi "The Heart of Moluccas" di Athena (Yunani) dan New York, Amerika Serikat.
Alfi Prakoso
Fotografer panggung.
Ameynda Ikhfinna
Professional traveler
Anastasia Ika Wulandari
Pekebun di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Andrea Lidwina
Penulis dan traveller.
Andri Saputra
Pewarta Foto Indonesian Makassar
Angga Haksoro Ardhi
Memiliki ketertarikan pada tulis menulis. Merupakan wartawan lepas di area Magelang.
Anung Pamadya
Seorang warga desa Delanggu yang memiliki ketertarikan di bidang fotografi dokumenter. Tinggal di lingkungan desa untuk merekam momen-momen sederhana segala bentuk aktifitas di ruang publik di sekitar tempat tinggal sebagai sumber inspirasi utama saya untuk bisa terus merekam dan mengarsipkan segala bentuk perubahan dalam peradaban. Dengan kamera sebagai alat bercerita, saya berusaha merekam kisah-kisah kehidupan sehari-hari yang sering kali luput dari perhatian, dan mengubahnya menjadi narasi visual.

