Logo Spektakel

Festival Pengerupukan Desa Adat Buleleng

Festival Pengerupukan Desa Adat Buleleng
© miftahuddin halim/radarbali.id

28 Maret 2025
15:00 - 22:00

Taman Kota Singaraja-Setra Desa Adat Buleleng
Jl. Ngurah Rai, Banjar Jawa, Kec. Buleleng
Lihat Peta

Gratis/Free

Masyarakat Adat Desa Buleleng

Tradisi Pengerupukan di Bali sudah ada sejak tahun 1980-an dan dilaksanakan satu hari sebelum Hari Raya Nyepi. Puncak Nyepi adalah kesunyian. Namun, sebelumnya, energi negatif perlu disingkirkan. Penyingkiran energi negatif yang disimbolkan sebagai Bhuta Kala ini adalah tujuan dari tradisi Pengerupukan. Bhuta Kala merupakan manifestasi dari sifat-sifat buruk manusia, seperti keserakahan, dengki, nafsu, dan unsur-unsur negatif lainnya.

Tradisi Pengerupukan diawali dengan menerbarkan nasi tawur, menyebarkan asap obor ke sekeliling rumah, menyemburi rumah dan pekarangannya dengan mesiu, dan memukul benda-benda supaya menghasilkan suara gaduh. Lalu, diakhiri dengan pengarakan dan pembakaran ogoh-ogoh sebagai simbol untuk menetralisir kebathilan.

Di Desa Adat Buleleng, Bali, pembuatan ogoh-ogoh untuk Pengerupukan menjadi wahana saling temu para yowana ‘anak muda’ dari 14 banjar adat untuk menjahit kreativitas, kerja sama, dan gotong royong, semenjak desain awal hingga saat pengarakan ogoh-ogoh yang membutuhkan banyak orang. Tahun ini, Festival Pengerupukan Desa Adat Buleleng mengusung tema “Nyomya Bhuta Kala Pengerupukan Nyanggra Nawa Warsa 1947, Dharma Dumaranang Desa”, dengan puncak acara pengarakan ogoh-ogoh yang dimulai dari depan RSUD Buleleng, melewati tugu Singa Ambara Raja, Catuspata Desa Adat, hingga berakhir di Setra Desa Adat Buleleng.

 

Disclaimer

Perubahan tanggal, pembatalan acara dapat terjadi dan bukan tanggung jawab dari Spektakel.id

Mari bergabung bersama kami berkontribusi memajukan seni budaya Indonesia. Kirimkan data kegiatan di sekitarmu ke kontak@spektakel.id

Kirim Info Kegiatan