L O A D I N G
Plesir

Jelajah Surga Togean

17/02/20

Teks: Redaksi | Foto: Dari berbagai sumber
Perjalanan ini mengajak Anda untuk menjadi manusia laut bersama suku Bajo asli.

BBC Inggris pernah membuat sebuah dokumenter epik mengenai sosok legendaris di Togean, judulnya "Jago". Bila Anda tonton dokumenter tersebut, itulah penggambaran Togean sesungguhnya. Manusia laut; lahir, besar, dan mati di laut. Jangan-jangan Aquaman sebenarnya anak suku Bajo dari Togean.

Bagi masyarakat Bajo, laut adalah halaman rumah. Hilir mudik sampan berdayung dan sesekali perahu bermotor tempel ditemani suara deru air berombak memecah ketenangan laut di bawah panggung halaman rumah tempat kita nanti berteduh.

Perjalanan ini mengajak Anda untuk menjadi manusia laut bersama suku Bajo asli. Tinggal di rumah mereka, di atas laut. Anda akan diajak untuk berlatih mengayuh sampan, membuat kacamata selam tradisional, hingga membakar ikan dan masak a la orang Bajo.

Anda juga bisa menghabiskan waktu untuk leyeh-leyeh sembari memandang biru lautan, sebelum menikmati ikan bakar segar hasil tangkapan sendiri - dilanjutkan berperahu dan menyelam untuk menikmati terumbu karang nan permai. Sungguh kenikmatan surgawi

Rencana Perjalanan

Di hari pertama, kita akan berjumpa di Bandara Palu. Bersama kita lanjut terbang ke Bandara Tanjung Api, Ampana, kemudian menyeberang menggunakan kapal cepat ke Wakai. Dari Wakai kita akan lanjut menggunakan perahu ke pulau yang dihuni masyarakat Bajo. Percayalah, rangkaian perjalanan ini akan menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata.

Hari kedua kita mulai dengan berjalan keliling kampung. Di Pulau Papan, nyaris tidak ada tanah, hanya batu karang besar dan sedikit pasir pantai. Rumah-rumah berdiri di atas panggung kayu yang dipancangkan ke dalam laut. Dari satu rumah ke rumah lain dihubungkan dengan jalan yang terbuat dari panggung kayu.

Kemudian kita akan belajar menggunakan sampan dan dilanjutkan dengan mengunjungi pulau-pulau sekitar tempat tinggal kita untuk mencari ikan serta binatang laut lainnya yang dapat dikonsumsi. Berburu ikan a la masyarakat Bajo tentunya.

Di hari ke-3, kita akan mengunjungi beberapa spot menarik di seputar Taman Nasional Kepulauan Togean. Dimulai dengan mengunjungi danau ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish), Danau Mariona. Selepas itu kita mengunjungi pantai-pantai cantik dan spot snorkeling. Di malam hari kita bisa ikut orang Bajo untuk pergi ke bagan-bagan ikan milik mereka untuk memanen ikan.

Keesokan hari, kita akan menikmati perkampungan Bajo dengan aktivitas rngan serta santai seperti membuat kacamata selam tradisional, mengolah hasil laut, dan tentu saja, ber-sonerkeling ria menikmati laut yang jernih. Di malam hari kita bisa mengadakan perpisahan dengan masyarakat lokal di kampung-kampung Bajo yang telah kita akrabi.

Hari ke-5, kita berpamitan dengan masyarakat Bajo, dan menuju Wakai kemudian menyeberang ke Ampana untuk terbang ke kota Palu. Kembali ke kota masing-masing dari Palu.

Redaksi

Tim redaksi spektakel.id
instagram.com/spektakel.id/

#Indonesia #Laut #Paket #Timur #Wisata #Perjalanan #Orang #Menyelam #Pantai

Bila Anda tertarik dengan perjalanan ini, atau ingin membuat paket perjalanan sesuai dengan kebutuhan Anda secara individu maupun kelompok, silakan hubungi kami.

Klik di sini!

Editor: Redaksi
Baca juga:
Tradisi Ratusan Tahun Perlon Unggahan Banokeling Ujung Surga Ada Di Wakatobi Jagu, Bocah Korowai Bermata Jalang yang Enggan Bersekolah Tembakau dan Tradisi Warga