L O A D I N G
Sorotan | Kuliner

Nopia Asli Ting Lie Liang

29/10/19

Teks: Cahyo Prihantoro | Foto: Cahyo Prihantoro
Penganan yang identik dengan Banyumas Raya. Diperkenalkan oleh masyarakat Tionghoa dipenghujung abad 18, hingga kini masih dimasak dengan cara tradisional.

Tangannya lincah mengaduk adonan tepung. Usia renta tidak menghalangi gemulai tangan yang berurat – terlihat lemah lembut, namun penuh tenaga. 52 tahun sudah Pak Sukadi menjadi juru ramu dan masak nopia, penganan khas Banyumas Raya yang diperkenalkan oleh masyarakat Tionghoa tahun 1880an dan sejak saat itu mengalami alkuturasi sempurna dan identik dengan Banyumas Raya.

Tepung, telur, susu, dengan isian gula merah – adalah resep utama dari nopia, menggantikan isi daging babi atau bawang goreng untuk versi awal penganan ini diperkenalkan. Rasanya manis gurih dengan kulit luar agak keras. Kue ini bukan cemilan kecil numpang lewat, bisa mengenyangkan perut karena kepadatannya.

Pak Sukadi yang sudah 52 tahun menjadi juru ramu dan masak nopia.

Ilmu Pak Sukadi diturunkan ke anaknya, Andre, yang sudah mendampingi Pak Sukadi 30 tahun sebagai juru ramu dan masak untuk pabrik nopia rumahan di Purbalingga. Mereka bekerja untuk Nopia Asli, salah satu merek dagang tertua di Purbalingga. Didirikan oleh Ting Ping Siang pada tahun 1940-an, awalnya tidak punya merek dagang. Dijual satuan di pasar dengan bungkus kertas koran bekas.

 

Baru tahun 1950, ketika usaha ini diturunkan ke anaknya, Ting Lie Liang (Sudibyo Andrianto), merek Nopia Asli dengan kemasan dibuat.Nama lengkapnya, Nopia Asli Ting Lie Liang. Variasi rasa dibuat; cokelat, nanas dan durian.Nopia Asli hari ini dijalankan oleh anak Ting Lie Liang, Matius Hirawan Andrianto sejak 1990 hingga saat ini.

 

Dapur masak Nopia Asli masih orisinil sejak awal usaha ini berdiri. Cara masaknya pun tetap konsisten dengan tradisinya, menggunakan tungku panggang berbentuk menara setinggi paha orang dewasa, dipanggang dengan suluh blukang, atau pelepah daun kelapa yang dipercaya dapat menjaga konsistensi rasa.

 

 

Tungku ini dipanaskan terlebih dahulu dengan membakar suluh blukang di bagian dalam. Setelah dirasa cukup, bara suluh blukang diambil dan bagian dalam tungku dibersihkan – barulah adonan siap masak ditempel ke dinding tungku. Suhu yang terlalu tinggi akan membuat nopia gosong, sementara suhu yang kurang akan membuat adonan tidak mau menempel.

 

 

Kapasitas produksi dapur Nopia Asli setidaknya 300 kue per hari, baik untuk nopia ukuran besar dan ukuran kecil dengan nama populernya Mino (mini nopia). Nopia Asli dikenal dengan kualitasnya yang dianggap premium, walau harganya lebih tinggi dibanding merek lain. Matius menyadari hal tersebut, tetapi ia tetap memilih bahan-bahan yang berkualitas mumpuni – sesuai yang diajarkan oleh almarhum ayah serta kakeknya.

 

Matius Hirawan, meneruskan usaha keluarga sejak tahun 1990. Konsisten menjaga mutu dengan bahan-bahan berkualitas serta cara masak sesuai tradisi. 

 

Selain di Purbalingga dan Banyumas Raya, Nopia Asli dipasarkan ke berbagai kota seperti Tegal, Yogyakarta, dan Jakarta. Konon nopia ini juga dijual di kafe-kafe di Jakarta, tetapi merek Nopia Asli tidak disertakan.


#Nopia #Banyumas

Mari bergabung bersama kami, berkontribusi memajukan seni budaya Indonesia.

Klik di sini untuk mendaftar / login

Editor: Dimas Jayasrana
Baca juga:
Jumpa Alien Di Lore Lindu Spiritualisme Masyarakat Tengger Saat Ini Rowi Starling Jagu, Bocah Korowai Bermata Jalang yang Enggan Bersekolah