L O A D I N G
Sorotan | Kegiatan Budaya

Prasmanan Musik di Synchronize Fest

11/06/20

Teks: Redaksi | Foto: Dari berbagai sumber
Festival musik yang satu ini jadi ajang tumpah ruah berbagai musik lintas generasi. Sejak diselenggarakan pertama kali pada 2016, Synchronize Fest terus berkembang hingga menjadi salah satu gelaran yang paling ditunggu dan menjadi ruang sosial baru bagi muda-mudi Jakarta dan sekitarnya.

Ibarat makanan Synchronize Festival (Synchronize Fest) adalah restoran prasmanan. Di festival musik ini, pengunjung yang budiman bisa sesuka hati memilih pertunjukan musik yang mereka suka. Tak peduli dari genre atau era apa. Berbagai musisi lokal lintas genre dan generasi berkumpul. Mulai dari legenda dari dekade 70’an, 80’an, 90’an, 2000-an, hingga musisi kontemporer pendatang baru tampil dalam satu gelaran yang sama. Tak jarang gema musik mereka bersaut-sautan di Gambir Expo Kemayoran.

Synchronize Fest biasanya digelar selama tiga hari setiap bulan Oktober. Di ajang ini, penonton tumpah ruah. Entah itu pencinta musik kelas kakap atau pendengar musik kasual. Line up penampil yang ciamik dan harga tiket yang ramah di kantong sukses menjadikannya salah satu festival paling ditunggu tiap tahun. Berbeda dari festival-festival lain dengan skala yang sama, Synchronize Fest tidak mendatangkan talenta mancanegara untuk hadir di panggung mereka. Bukan sekadar festival, melainkan sebuah gerakan. Kurang lebih begitu jargon mereka. 

Synchronize Festival edisi pertama hadir kepada publik pada 2016 dan memberikan ruang baru bagi para penonton untuk menikmati musik lokal Indonesia dengan beragam genre. Pop, rock, jaz, blues, hingga dangdut semua bisa Anda nikmati di gelaran ini. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan lebih banyak talenta musik lokal kepada publik yang lebih luas. Ialah Dyandra Promosindo dan label rekaman Dejamors yang berada di balik keberlangsungan festival ini, dengan Kiki Aulia Ucup sebagai Program Director Synchronize Fest yang ditugasi mengkurasi line-up Synchronize Fest dari tahun ke tahun. 

Selain menikmati berbagai suguhan musik, Synchronize Fest juga menghadirkan pemutaran film pendek serta berbagai diskusi seputar ekosistem industri musik. Oleh sebab itu, seiring berjalannya waktu, Synchronize Fest juga menjadi ruang sosial baru bagi para muda-mudi di Jakarta. Untuk mencapai lokasi konser, pengunjung bisa menggunakan kereta dari Tanah Abang dengan rute Jakarta Kota dan turun di stasiun Rajawali. Atau bisa pula dengan menggunakan Transjakarta dengan rute Monas - Balai Kota - Gambir 2 - Istiqlal - Pasar Baru - Budi Utomo - Pasar Baru Timur - JIExpo Kemayoran.

 
Redaksi

Tim redaksi spektakel.id
instagram.com/spektakel.id/

#Festival Musik #Syncronize #Synchronize Fest

Mari bergabung bersama kami, berkontribusi memajukan seni budaya Indonesia.

Klik di sini untuk mendaftar / login

Editor: Redaksi
Baca juga:
Bu Maryam: Merajut Waktu Darman, Pengrajin Wayang VS Pandemi Pacu Jawi; Balap Sapi Masyarakat Minang Kemeriahan Cap Go Meh di Singkawang